Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Februari 2026
Trending
  • Dari Stylo 160 ke ADV 160, Ini Pilihan Matic 160 CC Honda Termurah dengan Spesifikasi Mesin Sama
  • Bus Malam Bekasi-Yogyakarta: Murah, Nyaman, Cepat, Ini 8 Pilihannya
  • Ramalan Keuangan 12 Zodiak Hari Ini: Peluang dan Tantangan Finansial Mengintai
  • Terungkap! Cedera Bruno Paraiba, Bomber Persebaya yang Pernah Robek Ligamen Engkel
  • 9 Negara Mulai Puasa Ramadhan Hari Ini, Termasuk Arab Saudi dan Palestina
  • Artis Viral Pukul Anak Majikan, Lesti Marah, Ayah Korban Tidak Laporkan Pelaku, Ini Alasannya
  • Prospek Saham Energi di Tengah Penurunan Indeks Sektor
  • Innova Venturer Diesel 2018 Bekas, Harga Pas Buat Lebaran
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Mengenang Internet Explorer, Browser Legendaris yang Pernah Populer
Teknologi

Mengenang Internet Explorer, Browser Legendaris yang Pernah Populer

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sejarah Internet Explorer: Dari Penguasa Web Hingga Pensiun Dini

Internet Explorer (IE) pernah menjadi salah satu browser paling ikonik dalam sejarah teknologi. Dirilis pertama kali pada 1995 sebagai bagian dari Windows 95, IE hadir di saat akses internet sedang berkembang pesat dan jumlah pengguna komputer meningkat. Microsoft membeli lisensi teknologi dari browser Mosaic milik Spyglass, lalu mengembangkannya menjadi Internet Explorer yang menjadi pintu masuk utama bagi jutaan orang ke dunia maya.

Pada era akhir 1990-an, IE menjadi lawan utama Netscape Navigator. Strategi Microsoft yang mengintegrasikan IE langsung ke sistem operasi Windows membuat browser ini cepat menyebar dan menguasai pasar. Pada tahun 2001–2005, IE mencapai puncak kejayaannya dengan pangsa pasar hingga 90 persen. Angka ini hampir mustahil dikalahkan di zamannya.

IE 6 yang hadir bersama Windows XP dianggap sebagai tonggak kejayaan terbesar. Browser ini membawa fitur kontrol konten, resize gambar otomatis, integrasi dengan Windows Messenger, dan standar baru untuk menjelajah web. Di era itu, Internet Explorer bukan sekadar browser, tetapi simbol dominasi Microsoft dalam dunia komputasi.

Masalah Keamanan, Munculnya Firefox dan Chrome, serta Era Mobile

Namun, kejayaan IE tidak bertahan lama. Internet berkembang cepat, situs semakin kompleks, dan standar keamanan meningkat. IE 6 justru banyak dikritik karena sangat rentan terhadap malware dan exploit keamanan, sehingga banyak pengguna beralih ke opsi yang lebih aman.

Kemunculan Mozilla Firefox pada 2002 menjadi pukulan pertama. Firefox membawa DNA Netscape, tampil ringan, terbuka, dan lebih gesit. Pada 2005, Firefox sudah merebut 10 persen pasar. Namun yang benar-benar “menghancurkan” IE adalah Google Chrome. Diluncurkan pada 2008, Chrome menawarkan kecepatan, kesederhanaan, dukungan web modern, serta integrasi kuat dengan layanan Google.

Lalu datang era smartphone yang menjadi pukulan terakhir. Ketika Safari terpasang otomatis di iPhone dan Chrome berkuasa di Android, akses internet bergeser dari desktop ke mobile. Pada 2016, StatCounter mencatat untuk pertama kalinya penggunaan internet mobile menyalip desktop. Pada saat yang sama, Chrome menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar. Internet Explorer dan Edge jika digabung pun kalah dari Firefox. Posisi IE benar-benar runtuh.

Pensiun Dini Setelah 27 Tahun

Microsoft sebenarnya sudah memberi sinyal sejak lama bahwa IE akan pensiun. Pada 17 Agustus 2021, browser ini berhenti mendapat dukungan Microsoft 365. Puncaknya, pada 15 Juni 2022, Microsoft resmi menghentikan dukungan penuh dan mengakhiri perjalanan IE di versi terakhirnya, Internet Explorer 11. Artinya, tidak ada pembaruan fitur maupun keamanan lagi. Jika masih ingin bertahan di ekosistem Microsoft, pengguna diarahkan ke Microsoft Edge yang hadir sejak 2015.

Meski begitu, Microsoft tetap menyediakan “IE mode” di Edge untuk kebutuhan kompatibilitas aplikasi lama dan akses sistem enterprise. Namun secara komersial, IE telah benar-benar ditutup sebagai browser publik.

Dibanding Browser Seangkatannya, Siapa yang Masih Bertahan?

Kepergian Internet Explorer terasa ironis ketika melihat browser sezamannya yang masih hidup:

  • Opera: Rilis sejak 1995. Opera seumuran dengan IE dan masih aktif hingga saat ini. Walau tidak populer seperti dulu dan kalah jauh dari Chrome, Opera tetap punya basis loyal dan inovasi UI yang khas.
  • Mozilla Firefox: Mulai berkembang dari kode Netscape dan masih menjadi alternatif utama selain Chrome dan Safari. Fokus pada privasi membuatnya tetap relevan.
  • Safari: Tidak hanya bertahan, tetapi menjadi browser default di iPhone dan Mac, menjadikan Safari salah satu browser terbesar kedua di dunia setelah Chrome.

Warisan Internet Explorer

Meski masa pensiunnya tiba lebih cepat dibanding para pesaing seangkatannya, Internet Explorer tetap meninggalkan warisan besar. Ia membentuk pengalaman menjelajah web generasi pertama pengguna internet, menjadi bagian integral selama lebih dari dua dekade. IE juga ikut membentuk standar antarmuka web, menjadi inspirasi bagi browser modern, dan membuka jalan bagi Microsoft Edge yang kini bersaing dengan Safari, Firefox, dan Chrome.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Honda ADV 160 2026: Motor Petualang Modern dengan Harga Terjangkau, Ideal untuk Touring!

19 Februari 2026

Tanggal 16 Februari 2026 Jadi Hari Apa? 3 Peringatan Penting

19 Februari 2026

MEBI Luncurkan SPKLU Signature Station Pertama di Indonesia dengan Teknologi Huawei Fast Charging

19 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dari Stylo 160 ke ADV 160, Ini Pilihan Matic 160 CC Honda Termurah dengan Spesifikasi Mesin Sama

20 Februari 2026

Bus Malam Bekasi-Yogyakarta: Murah, Nyaman, Cepat, Ini 8 Pilihannya

20 Februari 2026

Ramalan Keuangan 12 Zodiak Hari Ini: Peluang dan Tantangan Finansial Mengintai

20 Februari 2026

Terungkap! Cedera Bruno Paraiba, Bomber Persebaya yang Pernah Robek Ligamen Engkel

20 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?