Akses Kembali Terbuka Setelah Banjir Bandang
Pondok Pesantren Pegayon, yang sebelumnya terisolasi selama sekitar dua minggu akibat banjir bandang, kini mulai kembali terbuka aksesnya. Lokasi pesantren ini berada di Kampung Buntul Saraine, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, dan berbatasan dengan Aceh Utara.
Banjir bandang tersebut menimbulkan dampak cukup parah pada berbagai infrastruktur pesantren. Beberapa fasilitas yang rusak antara lain:
- Pipa air pesantren
- Kabel serta tiang listrik swadaya (bukan jaringan PLN)
- Mushala Muyang Mersah
- Kolam ikan
- Kebun kopi, yang merupakan salah satu sumber ekonomi pesantren
Informasi ini disampaikan oleh pimpinan Pesantren Pegayon, Azzam Pegayon, kepada media lokal.
Kepedulian Pesantren dalam Bencana
Meskipun mengalami kerusakan, Pondok Pesantren Pegayon tetap menunjukkan kepedulian dengan ikut ambil bagian dalam mendirikan dapur relawan untuk membantu masyarakat sekitar. Dapur relawan ini bekerja sama dengan Komunitas Dapur Umum/Dapur Kearifan Lokal-Gerakan Perempuan Aceh, yang berada di bawah koordinasi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen KemenPPPA).
Kolaborasi ini menjadi bentuk tanggap darurat yang dilakukan oleh pesantren sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Fokus Penanganan Bencana di Wilayah Perbatasan
Sementara itu, Camat Nisam Antara, Jatanizar, saat berkunjung ke Pesantren Pegayon menyampaikan bahwa wilayah perbatasan antara Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, dan Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, menjadi fokus utama dalam penanganan bencana.
Jatanizar juga menyebutkan adanya rekomendasi dari Bupati Aceh Utara untuk memberikan bantuan khusus bagi masyarakat Aceh Utara di kawasan perbatasan yang terdampak banjir bandang. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, di wilayah yang masih sulit dijangkau akibat dampak bencana.
Upaya Pemulihan dan Kesiapan Masyarakat
Selain bantuan logistik, masyarakat setempat juga sedang berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir. Proses pemulihan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan lembaga pemerintah.
Masyarakat di daerah perbatasan ini juga semakin sadar akan pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam. Banyak warga yang mulai membangun sistem perlindungan diri dan saling membantu dalam situasi darurat.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski ada progres dalam pemulihan, tantangan masih terus menghadang. Infrastruktur yang rusak perlu diperbaiki secara bertahap, dan pendidikan serta penghidupan masyarakat harus kembali stabil.
Harapan besar diucapkan oleh para tokoh dan pemimpin setempat agar bantuan dan dukungan dari pihak luar terus mengalir. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan masyarakat bisa bangkit lebih cepat dan lebih tangguh dari bencana yang terjadi.



