Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • 182 Orang Tua Laporkan Kekerasan Anak di Jogja, LPSK Sosialisasi Pengajuan Restitusi
  • Panduan Surabaya: Tempat Healing, Kuliner, dan Spot Foto Terbaik
  • Jika Menangis Saat Nonton Film, Jiwa Anda Lebih Indah, Ini 7 Alasan Psikologi
  • Orang yang Berjalan dengan Tangan di Belakang Punggung: 7 Perilaku yang Mengungkap Psikologi Mereka
  • Daftar Nama Pejabat di Indonesia, Mulai Presiden Hingga Jaksa Agung
  • Harga Samsung Galaxy S25 Ultra, Layar Unggul Lebih Baik dari iPhone 16 dan Google Pixel 9, Apakah Layak Dibeli?
  • Cara Menggunakan Strategi Dollar Cost Averaging untuk Investasi
  • Dinas Parekraf Cabut Izin Karaoke B-Fashion dan The Seven Usai Temukan Narkoba
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pesantren Pegayon Buka Dapur Relawan di Perbatasan Aceh Utara-Bener Meriah
Politik

Pesantren Pegayon Buka Dapur Relawan di Perbatasan Aceh Utara-Bener Meriah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Akses Kembali Terbuka Setelah Banjir Bandang

Pondok Pesantren Pegayon, yang sebelumnya terisolasi selama sekitar dua minggu akibat banjir bandang, kini mulai kembali terbuka aksesnya. Lokasi pesantren ini berada di Kampung Buntul Saraine, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, dan berbatasan dengan Aceh Utara.

Banjir bandang tersebut menimbulkan dampak cukup parah pada berbagai infrastruktur pesantren. Beberapa fasilitas yang rusak antara lain:

  • Pipa air pesantren
  • Kabel serta tiang listrik swadaya (bukan jaringan PLN)
  • Mushala Muyang Mersah
  • Kolam ikan
  • Kebun kopi, yang merupakan salah satu sumber ekonomi pesantren

Informasi ini disampaikan oleh pimpinan Pesantren Pegayon, Azzam Pegayon, kepada media lokal.

Kepedulian Pesantren dalam Bencana

Meskipun mengalami kerusakan, Pondok Pesantren Pegayon tetap menunjukkan kepedulian dengan ikut ambil bagian dalam mendirikan dapur relawan untuk membantu masyarakat sekitar. Dapur relawan ini bekerja sama dengan Komunitas Dapur Umum/Dapur Kearifan Lokal-Gerakan Perempuan Aceh, yang berada di bawah koordinasi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen KemenPPPA).

Kolaborasi ini menjadi bentuk tanggap darurat yang dilakukan oleh pesantren sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Fokus Penanganan Bencana di Wilayah Perbatasan

Sementara itu, Camat Nisam Antara, Jatanizar, saat berkunjung ke Pesantren Pegayon menyampaikan bahwa wilayah perbatasan antara Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, dan Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, menjadi fokus utama dalam penanganan bencana.

Jatanizar juga menyebutkan adanya rekomendasi dari Bupati Aceh Utara untuk memberikan bantuan khusus bagi masyarakat Aceh Utara di kawasan perbatasan yang terdampak banjir bandang. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, di wilayah yang masih sulit dijangkau akibat dampak bencana.

Upaya Pemulihan dan Kesiapan Masyarakat

Selain bantuan logistik, masyarakat setempat juga sedang berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir. Proses pemulihan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan lembaga pemerintah.

Masyarakat di daerah perbatasan ini juga semakin sadar akan pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam. Banyak warga yang mulai membangun sistem perlindungan diri dan saling membantu dalam situasi darurat.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski ada progres dalam pemulihan, tantangan masih terus menghadang. Infrastruktur yang rusak perlu diperbaiki secara bertahap, dan pendidikan serta penghidupan masyarakat harus kembali stabil.

Harapan besar diucapkan oleh para tokoh dan pemimpin setempat agar bantuan dan dukungan dari pihak luar terus mengalir. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan masyarakat bisa bangkit lebih cepat dan lebih tangguh dari bencana yang terjadi.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Orang yang Berjalan dengan Tangan di Belakang Punggung: 7 Perilaku yang Mengungkap Psikologi Mereka

17 Mei 2026

Warga Maros Bayar Rp30 Juta untuk Jadi Satpol Sulsel

17 Mei 2026

Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

182 Orang Tua Laporkan Kekerasan Anak di Jogja, LPSK Sosialisasi Pengajuan Restitusi

17 Mei 2026

Panduan Surabaya: Tempat Healing, Kuliner, dan Spot Foto Terbaik

17 Mei 2026

Jika Menangis Saat Nonton Film, Jiwa Anda Lebih Indah, Ini 7 Alasan Psikologi

17 Mei 2026

Orang yang Berjalan dengan Tangan di Belakang Punggung: 7 Perilaku yang Mengungkap Psikologi Mereka

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?