Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 27 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Tidak Hanya Elektronik, Polytron Kini Hadirkan Mobil Listrik Canggih Buatan Anak Negeri
Otomotif

Tidak Hanya Elektronik, Polytron Kini Hadirkan Mobil Listrik Canggih Buatan Anak Negeri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perusahaan Lokal Mulai Masuk Pasar Mobil Listrik Indonesia

Polytron, sebuah perusahaan elektronik asal Kudus, Jawa Tengah, resmi meluncurkan dua model mobil listrik pertamanya yaitu Polytron G3 dan G3+ pada Mei 2025. Peluncuran ini menjadi penanda 50 tahun eksistensi perusahaan di pasar Indonesia serta langkah strategis dalam mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Langkah ini dinilai sebagai gebrakan penting mengingat Polytron selama ini dikenal sebagai produsen elektronik rumah tangga. Kini, perusahaan tersebut memperluas portofolionya ke sektor otomotif, mengikuti tren elektrifikasi kendaraan yang tengah berkembang pesat di Tanah Air.

Desain dan Spesifikasi Mobil Listrik Polytron

Polytron G3 dan G3+ hadir dalam format SUV lima penumpang dengan desain modern dan futuristik. Dimensi G3 mencakup panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, dan tinggi 1.696 mm, dengan ground clearance 159 mm. Tampilan eksteriornya mengusung garis tegas dan lampu LED ramping yang memberikan kesan elegan sekaligus sporty.

Interior mobil ini juga tak kalah menarik. Kabin dirancang lapang dan nyaman, dilengkapi dengan sistem hiburan layar sentuh, konektivitas Bluetooth, serta fitur kontrol suara. Varian G3+ bahkan dibekali dengan panoramic sunroof dan sistem audio premium, menambah kenyamanan berkendara.

Performa dan Teknologi yang Mendukung

Ditenagai oleh motor listrik bertenaga 201 hp, Polytron G3 mampu melaju dengan responsif di berbagai kondisi jalan. Mobil ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 51,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 402 km dalam sekali pengisian daya penuh.

Salah satu keunggulan utama dari G3 adalah kemampuan pengisian cepat. Dengan teknologi fast charging, baterai dapat terisi dari 20 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu 35 menit. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.

Model Kepemilikan Baru: Battery as a Service (BaaS)

Polytron memperkenalkan skema kepemilikan baru bernama Battery as a Service (BaaS). Melalui skema ini, konsumen dapat membeli mobil tanpa baterai dengan harga lebih terjangkau, lalu menyewa baterai secara bulanan. Pendekatan ini dinilai mampu menekan harga jual kendaraan listrik yang selama ini dianggap mahal.

Dengan skema BaaS, harga Polytron G3 dibanderol mulai dari Rp 238 juta, sedangkan G3+ ditawarkan mulai Rp 288 juta. Sementara untuk pembelian dengan baterai langsung (non-BaaS), harga G3 berkisar antara Rp 419 juta hingga Rp 459 juta tergantung varian.

“Skema BaaS ini kami hadirkan untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen. Mereka tidak perlu khawatir soal biaya penggantian baterai di masa depan,” ujar CEO Polytron, Hariono, dalam peluncuran resmi di Jakarta.

Komitmen Terhadap Ekosistem Kendaraan Listrik

Tak hanya menjual kendaraan, Polytron juga berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan telah menyiapkan jaringan layanan purna jual dan stasiun pengisian daya di berbagai kota besar. Selain itu, Polytron juga menggandeng mitra strategis untuk pengelolaan baterai dan daur ulang, guna memastikan keberlanjutan lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Persaingan di Pasar Mobil Listrik Indonesia

Kehadiran Polytron di pasar mobil listrik domestik menambah semarak persaingan yang sebelumnya didominasi oleh merek-merek asal Tiongkok seperti Wuling, BYD, dan Changan. Namun, sebagai pemain lokal, Polytron memiliki keunggulan dalam memahami karakteristik pasar Indonesia, termasuk preferensi konsumen dan kondisi geografis.

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai langkah Polytron sebagai bentuk “demokratisasi elektrifikasi.” Menurutnya, semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik dengan harga terjangkau akan mempercepat adopsi EV di kalangan masyarakat luas.

“Kompetisi yang sehat akan mendorong inovasi dan efisiensi. Konsumen akan diuntungkan dengan produk berkualitas tinggi namun tetap terjangkau,” ujarnya.

Kesimpulan

Dengan spesifikasi mumpuni, harga kompetitif, serta dukungan ekosistem yang terus dikembangkan, Polytron G3 dan G3+ menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Polytron di industri otomotif, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ulasan Mitsubishi X-Force: Keunggulan & Pengalaman Pemilik Setelah 24.000 km

31 Agustus 2026

Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif

30 Agustus 2026

5 Alasan Wiper Mobil Masih Berisik Meski Sudah Ganti Karet

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?