Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini
  • JPU Soroti Argumen Rocky Gerung di Sidang Chromebook
  • 5 Kritik Sosial Tersembunyi dalam My Royal Nemesis
  • Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?
  • Mengapa Venus Disebut Neraka Tata Surya?
  • Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin
  • Messi Dapati Tempat di Timnas Argentina Piala Dunia 2026
  • Rosa Sofi Meninggal Sebelum Wisuda, Kecelakaan Saat Akan Donorkan Darah untuk Teman, Diwakili Ibu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Pendapatan Jabar 2025 Terkait Kondisi Sektor Otomotif
Ragam

Pendapatan Jabar 2025 Terkait Kondisi Sektor Otomotif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemprov Jabar Berupaya Meningkatkan Pendapatan Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari berbagai sektor guna memperkuat kapasitas fiskal. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi telah menyampaikan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp30,1 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada penguatan sektor kesehatan, infrastruktur publik, pendidikan, pangan, lingkungan, serta perumahan. Langkah-langkah ini sesuai dengan misi Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi.

Asep mengatakan bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan perangkat organisasi daerah (OPD) lainnya untuk menyusun langkah strategis dalam menentukan prioritas penguatan pendapatan daerah. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar dalam membahas aset strategis daerah. Termasuk juga dalam pembahasan ulang skema kerja sama pengelolaan aset dengan badan usaha terkait.

“Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pendapatan daerah, termasuk perlambatan ekonomi global. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam mencari jalan keluar agar pendapatan daerah tetap optimal di tahun depan,” katanya, Senin (22/12/2025).

Selain itu, Asep menyebutkan bahwa bersama OPD lainnya juga sedang membahas berbagai hal, mulai dari investasi hingga serapan tenaga kerja. Semua pihak memiliki pemahaman bahwa kinerja yang dilakukan di OPD akan saling berkaitan, meskipun secara teknis pekerjaan punya jalur dan tanggung jawab sendiri-sendiri.

Upaya Meningkatkan Pendapatan Melalui Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Peningkatan pendapatan juga diupayakan dengan cara berkomunikasi kepada pemerintah pusat agar mendapat stimulus dan dana transfer yang proporsional. Tak hanya terkait dana transfer, pembahasan turut mencakup dinamika dana bagi hasil dengan potensi penurunan sekitar Rp600 miliar per tahun.

Dalam hal realisasi pendapatan tahun ini, Asep menyebut data yang diterima masih terus berjalan hingga tahun 2025 berakhir. Semua akan disampaikan, termasuk evaluasi menyeluruh berkaitan dengan tantangan yang dihadapi selama tahun 2025.

“Tahun ini ada banyak tantangan yang terjadi tidak hanya di Jawa Barat, hampir semua daerah menghadapinya. Pemerintah daerah harus menyesuaikan kebijakan fiskal daerah dengan dinamika kebijakan nasional. Belum lagi situasi industri otomotif skala nasional yang juga penuh tantangan. Tapi, apapun itu, fokus kami tentu bagaimana beradaptasi dan mencari cara agar pendapatan daerah bisa maksimal di tahun depan,” ujarnya.

Strategi dan Prioritas yang Diambil

Strategi yang diambil oleh Pemprov Jabar melibatkan berbagai elemen penting seperti perencanaan anggaran, koordinasi antar OPD, serta komunikasi dengan pihak luar. Dengan pendekatan yang terarah, Pemprov Jabar berharap dapat mencapai target pendapatan daerah yang ditetapkan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jabar.

Beberapa langkah utama yang dilakukan antara lain:

  • Koordinasi intensif dengan OPD lain untuk menyusun rencana strategis.
  • Membahas aset strategis daerah dan skema kerja sama pengelolaan aset.
  • Menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan stimulus dan dana transfer.
  • Menghadapi tantangan ekonomi global dan dinamika kebijakan nasional dengan adaptasi yang cepat.

Dengan komitmen dan strategi yang tepat, Pemprov Jabar berupaya keras agar pendapatan daerah dapat terus meningkat, sehingga mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini

15 Mei 2026

Mengapa Venus Disebut Neraka Tata Surya?

15 Mei 2026

Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini

15 Mei 2026

JPU Soroti Argumen Rocky Gerung di Sidang Chromebook

15 Mei 2026

5 Kritik Sosial Tersembunyi dalam My Royal Nemesis

15 Mei 2026

Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?