Penyaluran Bantuan Sosial Masih Berlangsung Hingga Akhir Tahun 2025
Penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) dari pemerintah masih terus berlangsung hingga akhir Desember 2025. Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa pencairan bansos dilakukan secara bertahap dan belum merata ke seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berdasarkan surat terbaru Kemensos, proses pencairan bansos periode 1 hingga 7 masih berjalan sampai 31 Desember 2025. Artinya, meski sebagian masyarakat sudah menerima bantuan, masih ada penerima lain yang pencairannya menyusul pada tahap berikutnya.
“Semua jenis bansos pada dasarnya sudah cair, tetapi belum merata karena penyalurannya memang tidak dilakukan serentak,” demikian keterangan yang dikutip dari kanal YouTube Pendamping Sosial, Senin, (22/12/25).
PKH dan BPNT Masih Berjalan
Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), khususnya tahap 4 bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lama, pencairan sudah dilakukan namun belum 100 persen. Sebagian penerima telah menerima bantuan, sementara lainnya masih menunggu hingga akhir Desember.
Hal yang sama juga terjadi pada pencairan PKH dan BPNT bagi pemegang KKS baru, mulai dari tahap 2 hingga tahap 4. Seluruhnya masih dalam proses penyaluran. Khusus penerima yang menggunakan Bank BNI, pencairan disebut memang cenderung lebih lambat dibanding bank lain, namun tetap dipastikan akan cair selama status kepesertaan masih aktif.
Jika hingga melewati 31 Desember bantuan belum juga diterima, Kemensos mengimbau agar data penerima segera dievaluasi. Masalah bisa berasal dari ketidaksesuaian data, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan sinkronisasi ulang agar berpeluang menerima bansos di periode berikutnya.
Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Belum Merata
Selain bantuan tunai, penyaluran bansos berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter juga masih berlangsung. Karena berbentuk barang, distribusinya membutuhkan waktu lebih lama, termasuk proses logistik dan transportasi.
Di sejumlah daerah, muncul laporan bahwa bantuan beras dan minyak goreng diterima tidak sesuai jumlah seharusnya. Misalnya, dari alokasi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, penerima hanya mendapatkan separuhnya. Hal tersebut diketahui merupakan hasil musyawarah di tingkat lokal, di mana bantuan dibagi agar masyarakat lain yang dinilai layak namun tidak tercantum dalam daftar penerima tetap mendapat bagian.
Adapun daftar penerima bansos beras dan minyak goreng mengacu pada BNBA BPNT dengan jumlah sekitar 18,2 juta KPM.
Bantuan PIP dan Bansos Atensi YAPI Juga Bertahap
Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa sekolah juga telah mulai dicairkan, khususnya untuk termin ketiga periode Desember. Namun, pencairannya masih dilakukan secara bertahap. Sementara itu, bantuan sosial anak yatim/piatu (Atensi YAPI) juga dilaporkan sudah mulai masuk ke rekening penerima dengan nominal Rp600.000. Meski demikian, penyalurannya belum sepenuhnya merata dan masih terus berjalan.
BLT Kesra Tahap 2 Masih Proses
Untuk Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Sosial (BLT Kesra) tahap kedua senilai Rp900.000, hingga kini belum ada laporan pencairan. Bantuan tersebut masih dalam tahap proses. Terdapat arahan lisan untuk mempercepat penyaluran BLT Kesra tahap kedua. Akan tetapi, pelaksanaannya di lapangan, terutama yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia, berpotensi memerlukan waktu lebih lama dan bisa bergeser hingga akhir Desember atau bahkan Januari 2026.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi serta memastikan data kepesertaan bansos tetap aktif dan valid agar tidak terkendala dalam proses pencairan.



