Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Februari 2026
Trending
  • Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada
  • Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan
  • 9 Hal yang Menyesal Tidak Dimulai Saat Usia 55 Tahun, Menurut Psikologi
  • Mahkamah Agung Hentikan Tarif Trump, Refund Masih Tidak Jelas
  • DPRD: Satu Tahun Kepemimpinan Mas Rusdi-Gus Shobih Penuh Konsolidasi dan Pembuktian
  • 5 Diskon Ramadan 2026: Buka Bersama di Hotel Bintang Jakarta dengan Menu Timur Tengah hingga Western
  • Prediksi Pertandingan Tottenham vs Arsenal Pekan Ini
  • Mobil Mudik Murah: Harga Daihatsu Ayla X 2017 Bekas Turun
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Dari Betawi ke UNESCO, Jakarta Bangun Identitas Literasi Kota
Politik

Dari Betawi ke UNESCO, Jakarta Bangun Identitas Literasi Kota

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sastra Betawi di Jakarta: Tantangan dan Peluang dalam Membangun Ekosistem Literasi

Di tengah wajah Jakarta yang dikenal sebagai kota metropolitan dan tempat bertemunya berbagai budaya, sastra Betawi justru dinilai belum mendapatkan ruang yang memadai. Padahal, identitas lokal ini menjadi pondasi penting bagi Jakarta dalam memperkuat ekosistem literasi sekaligus menapaki ambisi menjadi City of Literature yang diakui UNESCO.

Hal tersebut disampaikan oleh King Beni Satryo dari Jumpin Puisi dalam acara Jakarta Literaria 2025 yang digelar di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ia menilai perayaan sastra di Jakarta masih perlu dibuat lebih inklusif, terutama bagi sastra Betawi. “Harapannya adalah agar lebih inklusif karena asumsinya Jakarta itu adalah melting pot, tempat orang bertemu dari mana-mana, tapi yang gak kalah penting adalah ada juga sastra Betawi,” kata King Beni.

Sastra Betawi Masih Kurang Terdengar

Menurut King Beni, perkembangan sastra urban dan modern di Jakarta kerap membuat sastra Betawi terpinggirkan. Padahal, sastra Betawi merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas Kota Jakarta. “Harusnya lebih inklusif nih antara teman-teman yang berproses di Jakarta dengan gaya urbannya, modern-nya. Tapi kita perlu tau juga nih soal sastra Betawi yang memang ada di Jakarta, namun selama ini kurang terdengar,” ucapnya.

Ia berharap ruang-ruang sastra di Jakarta ke depan dapat semakin terbuka bagi berbagai ekspresi, termasuk sastra lokal yang lahir dan tumbuh dari masyarakat Betawi. “Intinya inklusif agar kita bisa merayakan sastra secara bersama-sama,” ujarnya.

Ruang Pertemuan Sastra yang Inklusif

Jakarta Literaria 2025 hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program & Creative Director Jakarta Literaria 2025 Arie Wahyudi Prasetya mengatakan, festival ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang inklusif bagi seluruh pelaku literasi dan kreatif. “Jakarta Literaria adalah upaya konkret Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat ekosistem dunia penerbit dan literasi sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif,” tuturnya.

Ia menegaskan, Jakarta Literaria tidak hanya berbicara soal buku, melainkan menghubungkan literasi dengan berbagai bidang kreatif lainnya. “Festival ini tidak hanya berbicara soal buku, tetapi juga menghubungkan literasi dengan penerbitan, desain, hingga seni pertunjukan,” ujarnya.

Identitas Kota dan Aset Budaya

Arie menjelaskan, Jakarta Literaria dirancang untuk menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas yang merefleksikan dinamika Jakarta sebagai kota yang terus bertumbuh. “Kami ingin Jakarta Literaria menjadi ruang pertemuan yang inklusif, tempat penulis, penerbit, illustrator, komunitas, pelajar, dan para pelaku kreatif bisa saling berkolaborasi, berinovasi, dan melahirkan karya-karya baru,” ucapnya.

Melalui pendekatan tersebut, literasi diposisikan tidak hanya sebagai aktivitas membaca, tetapi sebagai bagian dari identitas kota. “Literasi dipahami tidak hanya sebagai aktivitas membaca, tetapi juga sebagai proses berpikir, berdiskusi, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam ruang publik,” katanya.

Upaya Menuju City of Literature UNESCO

Lebih jauh, Jakarta Literaria juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat posisi kota di tingkat global. “Melalui edukasi dan advokasi HAKI, Jakarta Literaria menempatkan Intellectual Property sebagai aset strategis ekonomi kreatif, serta menghadirkan pendekatan baru untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai ‘City of Literature’ yang diakui UNESCO,” ujar Arie.

Dengan merangkul sastra lokal seperti Betawi, sekaligus membuka ruang bagi praktik literasi urban dan modern, Jakarta Literaria diharapkan menjadi jembatan antara identitas lokal dan pengakuan global.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan

28 Februari 2026

Hasil Akhir PSS Sleman vs Persipura, Klasemen Timur Championship 2-0, Jarak Poin Barito Putera

28 Februari 2026

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada

28 Februari 2026

Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan

28 Februari 2026

9 Hal yang Menyesal Tidak Dimulai Saat Usia 55 Tahun, Menurut Psikologi

28 Februari 2026

Mahkamah Agung Hentikan Tarif Trump, Refund Masih Tidak Jelas

28 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?