Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Strategi Purbaya Berani Bantu Anak Muda Cari Kerja 2026: Pengangguran Berkurang
    Ekonomi

    Strategi Purbaya Berani Bantu Anak Muda Cari Kerja 2026: Pengangguran Berkurang

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 December 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Belum Cukup untuk Serap Angkatan Kerja Baru

    Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen belum cukup untuk menyerap tambahan angkatan kerja, khususnya generasi muda. Ia menekankan bahwa dorongan pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar mengejar angka di atas kertas, tetapi juga untuk membuka lebih banyak lapangan kerja yang dapat mengakomodasi kebutuhan pasar kerja nasional.

    Menurut Purbaya, setiap tahun terjadi gelombang masuk tenaga kerja baru yang sangat besar. Tanpa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, peluang kerja tidak akan mampu mengejar pertambahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jika pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,4 persen, banyak anak muda yang masuk usia kerja belum terserap oleh pasar kerja.

    “Kalau pertumbuhan 5,4 persen, masih banyak anak muda yang masuk usia kerja tapi belum terserap. Kalau 6,7 persen, mencari kerja jauh lebih gampang,” ujar Purbaya dalam acara KompasTV Bisnis Economic Outlook 2026 bertema “Nyalakan Mesin Pertumbuhan Baru” yang digelar di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

    Bukan Sekadar Angka Statistik

    Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan semata-mata soal angka di atas kertas. Ia menilai bahwa pertumbuhan yang lebih tinggi memiliki keterkaitan langsung dengan ketersediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, serta kualitas kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, peluang kerja akan terbuka di berbagai sektor, sekaligus menjadi jawaban atas tingginya tingkat pengangguran usia muda yang belakangan menjadi perhatian publik.

    Peran Kebijakan Fiskal Pemerintah

    Untuk menjaga dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, Purbaya menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu instrumen utama yang akan dioptimalkan adalah kebijakan fiskal yang bersifat countercyclical. Kebijakan ini dirancang untuk melawan siklus alami ekonomi, yakni dengan mengambil langkah berlawanan saat perekonomian mengalami perlambatan.

    “Saat ekonomi melambat, pemerintah akan memberikan dorongan agar aktivitas ekonomi kembali bergerak,” jelasnya. Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong aktivitas usaha agar terus berjalan.

    Optimisme Menyongsong Bonus Demografi

    Dengan berbagai kebijakan yang tengah disiapkan, Purbaya menyatakan optimisme bahwa Indonesia mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pertumbuhan yang kuat diharapkan dapat memaksimalkan bonus demografi, sehingga tidak berubah menjadi beban pengangguran massal.

    Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah ke depan adalah mengaktifkan kembali potensi ekonomi yang selama ini belum bergerak optimal. “Jadi yang saya targetkan adalah menghidupkan semula investasi ekonomi yang kemarin menganggur,” tandasnya.

    Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap generasi muda Indonesia tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berperan aktif sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?