Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya
  • Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi
  • Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan
  • 20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum
  • Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng
  • NasDem Belum Putuskan Pengganti RMS, Tobo: Darah PSI Sudah Mengalir
  • Iran Tanggapi Usulan Damai AS, Fokus Awal Berhentikan Perang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Strategi Purbaya Berani Bantu Anak Muda Cari Kerja 2026: Pengangguran Berkurang
Ekonomi

Strategi Purbaya Berani Bantu Anak Muda Cari Kerja 2026: Pengangguran Berkurang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Belum Cukup untuk Serap Angkatan Kerja Baru

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen belum cukup untuk menyerap tambahan angkatan kerja, khususnya generasi muda. Ia menekankan bahwa dorongan pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar mengejar angka di atas kertas, tetapi juga untuk membuka lebih banyak lapangan kerja yang dapat mengakomodasi kebutuhan pasar kerja nasional.

Menurut Purbaya, setiap tahun terjadi gelombang masuk tenaga kerja baru yang sangat besar. Tanpa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, peluang kerja tidak akan mampu mengejar pertambahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa jika pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,4 persen, banyak anak muda yang masuk usia kerja belum terserap oleh pasar kerja.

“Kalau pertumbuhan 5,4 persen, masih banyak anak muda yang masuk usia kerja tapi belum terserap. Kalau 6,7 persen, mencari kerja jauh lebih gampang,” ujar Purbaya dalam acara KompasTV Bisnis Economic Outlook 2026 bertema “Nyalakan Mesin Pertumbuhan Baru” yang digelar di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Bukan Sekadar Angka Statistik

Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan semata-mata soal angka di atas kertas. Ia menilai bahwa pertumbuhan yang lebih tinggi memiliki keterkaitan langsung dengan ketersediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, serta kualitas kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, peluang kerja akan terbuka di berbagai sektor, sekaligus menjadi jawaban atas tingginya tingkat pengangguran usia muda yang belakangan menjadi perhatian publik.

Peran Kebijakan Fiskal Pemerintah

Untuk menjaga dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, Purbaya menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu instrumen utama yang akan dioptimalkan adalah kebijakan fiskal yang bersifat countercyclical. Kebijakan ini dirancang untuk melawan siklus alami ekonomi, yakni dengan mengambil langkah berlawanan saat perekonomian mengalami perlambatan.

“Saat ekonomi melambat, pemerintah akan memberikan dorongan agar aktivitas ekonomi kembali bergerak,” jelasnya. Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong aktivitas usaha agar terus berjalan.

Optimisme Menyongsong Bonus Demografi

Dengan berbagai kebijakan yang tengah disiapkan, Purbaya menyatakan optimisme bahwa Indonesia mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pertumbuhan yang kuat diharapkan dapat memaksimalkan bonus demografi, sehingga tidak berubah menjadi beban pengangguran massal.

Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah ke depan adalah mengaktifkan kembali potensi ekonomi yang selama ini belum bergerak optimal. “Jadi yang saya targetkan adalah menghidupkan semula investasi ekonomi yang kemarin menganggur,” tandasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap generasi muda Indonesia tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berperan aktif sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026

65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dengan Kunci Jawaban UAS, PAS, ASAS, ASAT, PAT

15 Mei 2026

Purbaya Keki Dikritik Ekonom Meski Ekonomi Naik 5,61 Persen

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya

15 Mei 2026

Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi

15 Mei 2026

Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan

15 Mei 2026

20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?