Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
  • Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez
  • Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya
  • Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern
  • Waspada Agen AI Liar: Peringatan Keras PM Singapura Lawrence Wong
  • Home Charging vs SPKLU: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
  • Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Alex Pracaya sampaikan pesan anti-korupsi dalam pameran “Ojo Urik”
Politik

Alex Pracaya sampaikan pesan anti-korupsi dalam pameran “Ojo Urik”

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 December 2025No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pameran Tunggal “Ojo Urik” oleh Alex Pracaya

Alex Pracaya, seorang seniman dan desainer grafis ternama, kembali menghadirkan pameran tunggalnya yang berjudul “Ojo Urik”. Nama “Ojo Urik” memiliki makna “jangan curang”, yang menjadi pesan utama dari pameran ini. Alex ingin memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya antikorupsi melalui karya-karyanya.

Pameran ini diadakan di Ndalem Langenkusumo, Jalan Langenastran Lor 8 Yogyakarta. Lokasi ini dipilih karena ingin mengajak masyarakat untuk bercermin pada kebiasaan kecil yang sering kali dianggap remeh, namun bisa menjadi awal dari praktik korupsi yang lebih besar. Contohnya adalah ingkar janji atau kompromi moral.

Sejak awal 1990-an, Alex telah dikenal sebagai kartunis lepas dan desainer grafis. Karyanya telah menyebar di berbagai media, mulai dari pengisi kartun di media cetak hingga merancang logo, ilustrasi, dan pemetaan visual. Selain itu, ia juga sering menyisipkan nilai-nilai budaya lokal dalam karya-karyanya.

Alex Pracaya, yang sering tampil dalam pameran poster internasional, menampilkan karya-karya poster dan ilustrasi satirnya yang dapat dinikmati oleh pengunjung hingga 20 Desember 2025. “Ojo Urik” merupakan pameran tunggalnya yang pertama dalam puluhan tahun berkarya di bidang seni, terutama seni grafis.

Salah satu hal menarik tentang Alex adalah hubungannya dengan Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X. Mereka pernah menjadi teman sekelas saat masih duduk di bangku SMA. Sri Paduka hadir dalam pembukaan pameran yang bertepatan dengan momen Hari Antikorupsi pada Selasa (16/12), sekaligus membuka pameran seni ini.

“Acara ini merupakan pameran tunggal yang luar biasa. Sebuah pencapaian bagi seorang perupa yang telah lama berkarya, termasuk karya-karya Mas Pracaya. Inilah kekuatan seni, yang mampu mengolah memori pribadi menjadi karya yang memperkaya ruang publik dan identitas kota,” ujar Sri Paduka saat pembukaan pameran.

Sosok Wagub DIY ini memberikan apresiasi atas konsistensi Alex dalam menjaga karakter karya yang tetap menggunakan sentuhan tangan manusia meskipun teknologi semakin berkembang. Menurutnya, karya Alex jujur, kuat, dan relevan tanpa kehilangan ruh kemanusiaan.

“Saya menggarisbawahi tagline Transparansi dalam Warna, Integritas dalam Goresan. Integritas dalam goresan itu nyata, karena Mas Pracaya sejak dulu tidak pernah sekadar mengikuti permintaan, melainkan selalu menggambar sesuai dengan idealisme dan nuraninya sendiri,” tambahnya.

Melalui “Ojo Urik”, pengunjung akan menelusuri karya Alex Pracaya dari humor ringan, ironi keseharian, hingga kritik sosial yang tajam tapi tetap komunikatif. Beberapa kegiatan juga dilengkapi dalam pameran ini.

Beberapa tokoh hadir dalam pembukaan pameran yang bertujuan untuk memperingati Hari Antikorupsi, seperti Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), seniman, budayawan, kurator, dan sejumlah penikmat seni.

Karya yang Menggambarkan Nilai Budaya dan Kepedulian Sosial

Alex Pracaya tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan penting tentang etika dan integritas. Dalam pameran ini, ia menekankan bahwa seni bukan hanya sekadar ekspresi estetika, tetapi juga alat untuk menyampaikan pesan moral dan sosial. Karyanya mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu aktual, seperti korupsi, yang masih menjadi tantangan di berbagai lapisan masyarakat.

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini sangat beragam, mulai dari poster-poster satir hingga ilustrasi yang penuh makna. Setiap karya memiliki cerita dan pesan yang ingin disampaikan kepada pengunjung. Hal ini membuat pameran “Ojo Urik” tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendalam secara makna.

Pesan yang Tersembunyi dalam Setiap Goresan

Setiap goresan dan warna yang digunakan dalam karya Alex Pracaya memiliki makna tersendiri. Ia tidak hanya membangun karya yang indah, tetapi juga yang penuh makna dan pesan. Melalui karya-karyanya, Alex ingin mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan-tindakan yang tidak etis dan berpotensi merugikan orang lain.

Pameran ini juga menjadi wadah bagi seniman-seniman lain untuk berdiskusi dan saling memotivasi. Dengan adanya pameran seperti ini, seni grafis tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga alat edukasi dan perubahan sosial.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!

14 October 2026

Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak

14 October 2026

Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez

14 October 2026

Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya

14 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?