Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Februari 2026
Trending
  • Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada
  • Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan
  • 9 Hal yang Menyesal Tidak Dimulai Saat Usia 55 Tahun, Menurut Psikologi
  • Mahkamah Agung Hentikan Tarif Trump, Refund Masih Tidak Jelas
  • DPRD: Satu Tahun Kepemimpinan Mas Rusdi-Gus Shobih Penuh Konsolidasi dan Pembuktian
  • 5 Diskon Ramadan 2026: Buka Bersama di Hotel Bintang Jakarta dengan Menu Timur Tengah hingga Western
  • Prediksi Pertandingan Tottenham vs Arsenal Pekan Ini
  • Mobil Mudik Murah: Harga Daihatsu Ayla X 2017 Bekas Turun
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Alex Pracaya sampaikan pesan anti-korupsi dalam pameran “Ojo Urik”
Politik

Alex Pracaya sampaikan pesan anti-korupsi dalam pameran “Ojo Urik”

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pameran Tunggal “Ojo Urik” oleh Alex Pracaya

Alex Pracaya, seorang seniman dan desainer grafis ternama, kembali menghadirkan pameran tunggalnya yang berjudul “Ojo Urik”. Nama “Ojo Urik” memiliki makna “jangan curang”, yang menjadi pesan utama dari pameran ini. Alex ingin memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya antikorupsi melalui karya-karyanya.

Pameran ini diadakan di Ndalem Langenkusumo, Jalan Langenastran Lor 8 Yogyakarta. Lokasi ini dipilih karena ingin mengajak masyarakat untuk bercermin pada kebiasaan kecil yang sering kali dianggap remeh, namun bisa menjadi awal dari praktik korupsi yang lebih besar. Contohnya adalah ingkar janji atau kompromi moral.

Sejak awal 1990-an, Alex telah dikenal sebagai kartunis lepas dan desainer grafis. Karyanya telah menyebar di berbagai media, mulai dari pengisi kartun di media cetak hingga merancang logo, ilustrasi, dan pemetaan visual. Selain itu, ia juga sering menyisipkan nilai-nilai budaya lokal dalam karya-karyanya.

Alex Pracaya, yang sering tampil dalam pameran poster internasional, menampilkan karya-karya poster dan ilustrasi satirnya yang dapat dinikmati oleh pengunjung hingga 20 Desember 2025. “Ojo Urik” merupakan pameran tunggalnya yang pertama dalam puluhan tahun berkarya di bidang seni, terutama seni grafis.

Salah satu hal menarik tentang Alex adalah hubungannya dengan Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X. Mereka pernah menjadi teman sekelas saat masih duduk di bangku SMA. Sri Paduka hadir dalam pembukaan pameran yang bertepatan dengan momen Hari Antikorupsi pada Selasa (16/12), sekaligus membuka pameran seni ini.

“Acara ini merupakan pameran tunggal yang luar biasa. Sebuah pencapaian bagi seorang perupa yang telah lama berkarya, termasuk karya-karya Mas Pracaya. Inilah kekuatan seni, yang mampu mengolah memori pribadi menjadi karya yang memperkaya ruang publik dan identitas kota,” ujar Sri Paduka saat pembukaan pameran.

Sosok Wagub DIY ini memberikan apresiasi atas konsistensi Alex dalam menjaga karakter karya yang tetap menggunakan sentuhan tangan manusia meskipun teknologi semakin berkembang. Menurutnya, karya Alex jujur, kuat, dan relevan tanpa kehilangan ruh kemanusiaan.

“Saya menggarisbawahi tagline Transparansi dalam Warna, Integritas dalam Goresan. Integritas dalam goresan itu nyata, karena Mas Pracaya sejak dulu tidak pernah sekadar mengikuti permintaan, melainkan selalu menggambar sesuai dengan idealisme dan nuraninya sendiri,” tambahnya.

Melalui “Ojo Urik”, pengunjung akan menelusuri karya Alex Pracaya dari humor ringan, ironi keseharian, hingga kritik sosial yang tajam tapi tetap komunikatif. Beberapa kegiatan juga dilengkapi dalam pameran ini.

Beberapa tokoh hadir dalam pembukaan pameran yang bertujuan untuk memperingati Hari Antikorupsi, seperti Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), seniman, budayawan, kurator, dan sejumlah penikmat seni.

Karya yang Menggambarkan Nilai Budaya dan Kepedulian Sosial

Alex Pracaya tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan penting tentang etika dan integritas. Dalam pameran ini, ia menekankan bahwa seni bukan hanya sekadar ekspresi estetika, tetapi juga alat untuk menyampaikan pesan moral dan sosial. Karyanya mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu aktual, seperti korupsi, yang masih menjadi tantangan di berbagai lapisan masyarakat.

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini sangat beragam, mulai dari poster-poster satir hingga ilustrasi yang penuh makna. Setiap karya memiliki cerita dan pesan yang ingin disampaikan kepada pengunjung. Hal ini membuat pameran “Ojo Urik” tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendalam secara makna.

Pesan yang Tersembunyi dalam Setiap Goresan

Setiap goresan dan warna yang digunakan dalam karya Alex Pracaya memiliki makna tersendiri. Ia tidak hanya membangun karya yang indah, tetapi juga yang penuh makna dan pesan. Melalui karya-karyanya, Alex ingin mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan-tindakan yang tidak etis dan berpotensi merugikan orang lain.

Pameran ini juga menjadi wadah bagi seniman-seniman lain untuk berdiskusi dan saling memotivasi. Dengan adanya pameran seperti ini, seni grafis tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga alat edukasi dan perubahan sosial.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan

28 Februari 2026

Hasil Akhir PSS Sleman vs Persipura, Klasemen Timur Championship 2-0, Jarak Poin Barito Putera

28 Februari 2026

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada

28 Februari 2026

Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan

28 Februari 2026

9 Hal yang Menyesal Tidak Dimulai Saat Usia 55 Tahun, Menurut Psikologi

28 Februari 2026

Mahkamah Agung Hentikan Tarif Trump, Refund Masih Tidak Jelas

28 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?