Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 19 Mei 2026
Trending
  • Orang yang Sering Mematikan Suara Ponselnya Punya 7 Kebiasaan Ini, Menurut Psikologi
  • Analisis Mengungkap Potensi Pemborosan Dana Negara dalam Investasi Saham GOTO
  • Detik-detik Bahroni Baku Tembak Saat Ditangkap, Eksekutor Arya Supena Tewas
  • Rekam Jejak Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC MPR RI, Pendidikan Mengkilap
  • Pemecatan Lima Pemain AC Milan di Bursa Transfer Liga Italia, Daftar Jual Allegri Membikin Heboh
  • Mengenal Kapal Perang, Simbol Kekuatan Militer Tempo Dulu
  • Prediksi skor PSIM vs Madura United 17 Mei 2026: Laga sengit penuh tekanan!
  • Wisata alam Candali, liburan seru dan terjangkau di Bogor
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»62 Kasus Superflu di Indonesia, Terbanyak di Jatim, Kalsel, dan Jabar
Nasional

62 Kasus Superflu di Indonesia, Terbanyak di Jatim, Kalsel, dan Jabar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Situasi Kasus Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia

Kasus influenza A(H3N2) subclade K, yang sering disebut sebagai superflu, di Indonesia tercatat mencapai 62 kasus hingga akhir Desember 2025. Sebaran terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan bahwa situasi nasional masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan nasional dan global, subclade K tidak lebih berbahaya dibandingkan varian influenza lainnya. Ia menegaskan bahwa berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025 seiring masuknya musim dingin. Subclade K alias superflu pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan beredar di lebih dari 80 negara. Di kawasan Asia, superflu telah ditemukan di sejumlah negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Meski superflu menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara tersebut justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir. Di Indonesia sendiri, hasil surveilans juga mencatat influenza A(H3) sebagai varian yang paling banyak terdeteksi. Namun, tren kasus influenza nasional pun dilaporkan menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, Prima mengungkap bahwa superflu telah teridentifikasi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini masih bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Upaya Pemerintah dalam Menghadapi Kasus Influenza

Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan dalam merespons perkembangan situasi influenza. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran lebih lanjut dari influenza A(H3N2) subclade K.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Analisis Mengungkap Potensi Pemborosan Dana Negara dalam Investasi Saham GOTO

19 Mei 2026

Rekam Jejak Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC MPR RI, Pendidikan Mengkilap

19 Mei 2026

Detik-detik Bahroni Baku Tembak Saat Ditangkap, Eksekutor Arya Supena Tewas

19 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Orang yang Sering Mematikan Suara Ponselnya Punya 7 Kebiasaan Ini, Menurut Psikologi

19 Mei 2026

Analisis Mengungkap Potensi Pemborosan Dana Negara dalam Investasi Saham GOTO

19 Mei 2026

Detik-detik Bahroni Baku Tembak Saat Ditangkap, Eksekutor Arya Supena Tewas

19 Mei 2026

Rekam Jejak Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC MPR RI, Pendidikan Mengkilap

19 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?