Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 29 April 2026
Trending
  • Kendal Tornado FC Diserbu Snex-Panser Usai Kalah dari PSIS: Ngaku Janggal, Satu Nama Disebut
  • Saya Tak Bisa, Kisah Heroik Mayang Selamatkan Anak Terbawa Arus di Pantai Ujung Karang
  • Puluhan ribu jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi
  • Arsenal Kembali Puncaki Liga Inggris, Spurs Akhirnya Menang di Pekan ke-34
  • Tantangan Atalia Praratya di Pejompongan
  • Skandal Kekerasan Anak di Yogyakarta, DPR RI Turun Tangan Usut Kasus
  • Kurang Uang? Ini 3 Kebiasaan yang Menghambat Keuanganmu
  • WhatsApp Plus uji fitur berbayar, ini daftar fitur dan estimasi harganya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»4.000 Bibit Mangrove Ditanam sebagai Bentuk Tanggung Jawab terhadap Lingkungan
Nasional

4.000 Bibit Mangrove Ditanam sebagai Bentuk Tanggung Jawab terhadap Lingkungan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

4.000 Bibit Mangrove Ditanam sebagai Bentuk Tanggung Jawab terhadap Lingkungan
Krakatau Posco menjalankan program konservasi mangrove di Desa Lontar, Serang, Banten.(Krakatau Posco)

Sebagai bentuk implementasi nyata dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Krakatau Posco menjalankan program konservasi mangrove di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, serta komunitas lingkungan Segara Biru.

Sebanyak 4.000 bibit mangrove ditanam dan ditargetkan dapat menyerap sekitar 1.200 ton emisi karbon dalam jangka panjang, dengan estimasi satu pohon mangrove menyerap hingga 0,3 ton CO₂. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon alami, mangrove juga berperan penting dalam mencegah abrasi pantai, khususnya di wilayah permukiman nelayan. Tanaman mangrove berfungsi sebagai buffer zone yang efektif dalam meredam kekuatan ombak, menjaga kestabilan garis pantai, serta menjadi habitat alternatif bagi berbagai jenis biota laut dan burung.

Seluruh kegiatan akan berlangsung selama satu tahun penuh, dari Desember 2024 hingga Desember 2025, mencakup proses penanaman, pemantauan, dan perawatan secara berkala. 

Baca juga : Perkuat ESG melalui Konservasi Terumbu Karang dan Mangrove

Direktur Teknologi & Pengembangan Bisnis Krakatau Posco Alhadis Syamsuddin mengungkapkan inisiatif itu bukan hanya memenuhi kewajiban perusahaan terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas korporat sebagai warga korporasi yang bertanggung jawab.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan industri baja harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Konservasi mangrove ini adalah bukti nyata bahwa bisnis dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Apresiasi dan dukungan pun datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Kepala Cabang Dinas DLHK Wilayah Pandeglang Serang Cilegon, Riyanto, menyampaikan pentingnya kegiatan ini bagi keberlangsungan ekosistem. Penanaman 4.000 mangrove oleh Krakatau Posco ini dinilai bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi wujud nyata menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan ekosistem pesisir. 

Baca juga : The 13th UI Youth Environmental Action, Dedikasi Departemen Lingkungan Hidup BEM UI terhadap Pelestarian Lingkungan Desa Ujungjaya Ujung Kulon

“Mangrove adalah titipan alam dari generasi kita kepada anak cucu, agar kelak mereka masih bisa melihat dan merasakan manfaatnya di masa depan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kabid Perencanaan DLH Kota Cilegon, Asep Faturrohman. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tetap tepat sasaran meskipun dilakukan di luar wilayah administratif Kota Cilegon.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Krakatau Posco yang mengikuti arahan DLHK Provinsi Banten dalam memilih lokasi strategis untuk penanaman mangrove. Meski tidak dilakukan di wilayah Kota Cilegon, hal ini tetap tepat sasaran karena yang terpenting adalah memastikan pertumbuhan mangrove maksimal demi dampak lingkungan yang berkelanjutan,” ungkap Asep. (E-3)

bentuk Bibit Ditanam Jawab Lingkungan Mangrove sebagai Tanggung terhadap
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Skandal Kekerasan Anak di Yogyakarta, DPR RI Turun Tangan Usut Kasus

29 April 2026

Puluhan ribu jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi

29 April 2026

Kurang Uang? Ini 3 Kebiasaan yang Menghambat Keuanganmu

29 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kendal Tornado FC Diserbu Snex-Panser Usai Kalah dari PSIS: Ngaku Janggal, Satu Nama Disebut

29 April 2026

Saya Tak Bisa, Kisah Heroik Mayang Selamatkan Anak Terbawa Arus di Pantai Ujung Karang

29 April 2026

Puluhan ribu jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi

29 April 2026

Arsenal Kembali Puncaki Liga Inggris, Spurs Akhirnya Menang di Pekan ke-34

29 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?