Arus Kedatangan Jemaah Haji Indonesia Terus Meningkat di Bandara Madinah
Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Abdulaziz, Madinah, terus meningkat. Hingga Sabtu (25/4) pagi pukul 08.00 waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 52 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.330 jemaah telah tiba, termasuk 3.972 jemaah lanjut usia (lansia). Proses kedatangan ini menjadi bagian dari fase kedatangan gelombang pertama yang semakin padat.
Hari ini, sebanyak 6.227 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas kloter dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. Rencana kedatangan ini melibatkan 16 kloter yang berasal dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia, seperti Solo (SOC), Makassar (UPG), Surabaya (SUB), Yogyakarta (YIA), Padang (PDG), Kertajati (KJT), Medan (KNO), Palembang (PLM), serta Jakarta (JKS dan JKB).
Kedatangan Sepanjang Hari Pagi, Siang, dan Malam
Proses pendaratan 16 kloter ini akan berlangsung secara maraton hampir selama 24 jam penuh. Rombongan pertama yang menyentuh landasan pacu Madinah pada hari ini adalah jemaah dari kloter Solo (SOC 9) yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA-6109), mendarat pada pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kedatangan tersebut akan terus disusul oleh belasan kloter lainnya secara bertahap.
Rangkaian pendaratan hari keempat ini direncanakan akan ditutup oleh kedatangan kloter Surabaya (SUB 13) dengan maskapai Saudia Airlines (SV-5247) pada pukul 23.30 WAS menjelang tengah malam. Ada satu catatan penting terkait perubahan operasional penerbangan pada jadwal hari ini. Jemaah asal embarkasi Jakarta (JKB 4) mengalami perubahan nomor penerbangan udara, dari yang sebelumnya menggunakan pesawat GA-6114, diubah menjadi GA-7305. Rombongan ini dijadwalkan mendarat pada pukul 23.00 WAS.
Kawal Ratusan Lansia Menuju Hotel

Di antara ribuan jemaah yang tiba, terdapat perhatian khusus yang harus diberikan kepada kelompok rentan. Data jadwal menunjukkan bahwa ratusan jemaah yang mendarat hari ini masuk ke dalam kategori lanjut usia (lansia), dengan jumlah terbanyak berada di kloter Yogyakarta (YIA 3) yang membawa 121 lansia, serta Padang (PDG 2) dengan 115 lansia. Selain itu, terdapat pula sejumlah jemaah penyandang disabilitas di beberapa kloter.
Setiap kloter dikawal ketat oleh lima petugas pendamping yang terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), serta Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), guna memastikan seluruh jemaah, khususnya lansia dan disabilitas, mendapatkan penanganan yang aman dan nyaman. Setibanya di bandara dan melewati proses keimigrasian, jemaah akan langsung diantarkan menggunakan armada bus menuju hotel masing-masing yang tersebar di lima sektor di Madinah.
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah akomodasi yang berlokasi strategis di dekat Masjid Nabawi, di antaranya Durrat Al Eiman Hotel, Shaza Regency Plaza, Grand Plaza Almadinah, Taba Alsalam, hingga Taj Ward Hotel.
20 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi

Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Abdulaziz, Madinah, terus meningkat. Hingga Sabtu (25/4) pagi waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 52 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.330 jemaah telah tiba, termasuk 3.972 jemaah lanjut usia (lansia). Sementara itu, pada Sabtu pagi, satu jemaah lainnya dilaporkan tidak sadarkan diri saat tiba di Madinah. Penanganan segera dilakukan secara kolaboratif antara tim kesehatan Arab Saudi dan tim kesehatan haji Indonesia.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Abdul Basir, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di bandara. “Kalau yang di Madinah nanti bisa dikonfirmasi ke tim KKHI Madinah, jumlah yang sakit dan meninggal dunia,” jelasnya.
Selain itu, Abdul Basir juga mengingatkan pentingnya kesiapan ibadah bagi jemaah setibanya di Madinah. Ia menyoroti adanya satu rombongan yang belum melaksanakan salat fardhu saat tiba, padahal waktu salat hampir habis. “Harapannya jemaah yang turun dari pesawat sudah menyelesaikan salat fardhunya,” ujarnya.



