Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 16 April 2026
Trending
  • Tanda-Tanda ASI Mulai Keluar Saat Hamil
  • Impian bagi Pemain – Julio Baptista Mengenang Momen Piala Dunia saat Generasi Baru Selecao Bersiap
  • Menjelang Penghargaan Pemda Berprestasi, Kemendagri Validasi 26 Indikator Tenaga Kerja di Sorong
  • 4 Berita Terkini Sumbar: Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Tewaskan Korban, Hari Pertama WFH ASN Pemprov
  • Istana: Indonesia Tak Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL, Lanjut Evaluasi
  • Telkomsel jaga koneksi pelanggan selama Ramadan-Idulfitri 2026 tanpa gangguan
  • 7 Film Indonesia Adaptasi Kisah Nyata yang Mengharukan
  • Ini Dia! 6 Jenis Kloset untuk Kamar Mandi Modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Indosat: AI Diterapkan Bertahap, Investasi Sesuai Kebutuhan
Teknologi

Indosat: AI Diterapkan Bertahap, Investasi Sesuai Kebutuhan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tren Adopsi Kecerdasan Buatan di Kalangan Perusahaan

PT Indosat Tbk. (ISAT) melihat bahwa adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kalangan perusahaan masih dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan spesifik. Direktur dan Chief Business Officer Indosat, Muhammad Buldansyah, menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan belum melihat AI sebagai transformasi menyeluruh di tingkat korporasi, melainkan sebagai solusi yang diterapkan pada unit kerja tertentu.

Menurutnya, banyak perusahaan mengadopsi AI secara satu per satu, dengan fokus pada use case tertentu. Hal ini disebabkan oleh dampak yang lebih cepat terlihat di area seperti know your customer (KYC) hingga fraud management. Meski demikian, efek keseluruhan terhadap perusahaan belum terlihat signifikan.

Selain itu, beberapa perusahaan masih menahan diri untuk melakukan investasi AI dalam skala besar karena menunggu kejelasan regulasi. Buldansyah menyatakan bahwa ketidakpastian regulasi membuat perusahaan enggan menginvestasikan sumber daya secara besar-besaran.

Namun, bagi perusahaan yang telah menerapkan AI, manfaat langsung sudah terasa di bidang yang diterapkan. Di Indosat, penerapan AI dilakukan melalui hyper segmentation, anti-spam, dan anti-scam. Dengan menggunakan teknik hyper personalization, segmentasi pelanggan yang sebelumnya hanya dibagi menjadi 50 kelompok kini berkembang menjadi ratusan ribu hingga puluhan ribu segmen yang lebih spesifik. Hal ini memungkinkan penawaran produk dan layanan disesuaikan lebih detail sesuai kebutuhan pelanggan.

Temuan Riset Global tentang Kesenjangan AI

Temuan riset global menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi dan realisasi dampak finansial dari investasi AI. Berdasarkan data Amazon Web Services (AWS), sebanyak 59% perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan dari penggunaan AI, sementara 68% perusahaan mengalami peningkatan produktivitas sepanjang 2024.

Namun, riset Deloitte bertajuk The State of AI in the Enterprise 2026: The Untapped Edge menemukan kesenjangan tajam antara target dan hasil nyata. Survei terhadap 3.235 pemimpin bisnis dan teknologi informasi di 24 negara menunjukkan bahwa 74% organisasi menargetkan AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, tetapi hanya 20% yang benar-benar melihat hasil tersebut.

Temuan ini diperkuat survei PwC yang mencatat hanya 12% CEO yang merasakan dampak finansial langsung berupa penurunan biaya sekaligus peningkatan pendapatan dari investasi AI. Meski demikian, Deloitte menekankan bahwa keberhasilan AI tidak semata diukur dari keuntungan finansial jangka pendek, tetapi juga dari efisiensi operasional, diferensiasi strategis, serta keunggulan kompetitif jangka panjang.

Penggunaan AI di Lingkungan Kerja

Laporan tersebut juga mencatat meningkatnya adopsi AI di lingkungan kerja. Hampir 60% pekerja kini memiliki akses ke perangkat AI resmi perusahaan, meskipun tingkat pemanfaatannya dinilai masih belum optimal. Selain itu, sekitar 82% perusahaan memperkirakan sedikitnya 10% pekerjaan akan terotomatisasi dalam tiga tahun ke depan, sementara mayoritas organisasi belum melakukan penyesuaian struktur kerja yang memadai.

Survei PwC juga menunjukkan turunnya kepercayaan CEO terhadap dampak AI terhadap kinerja bisnis. Dalam Survei CEO Global ke-29 PwC yang melibatkan 4.454 CEO di 95 negara, hanya 30% CEO yang yakin terhadap pertumbuhan pendapatan dalam 12 bulan ke depan. Angka ini turun dari 38% pada 2025 dan 56% pada 2022.

Salah satu kekhawatiran utama adalah perubahan teknologi yang sangat cepat, termasuk AI. Jika sebelumnya AI dipandang sebagai solusi untuk meningkatkan kinerja bisnis, kini hanya 12% CEO yang merasa AI benar-benar memberikan keuntungan finansial. Sebanyak 56% CEO bahkan mengaku belum melihat manfaat finansial signifikan dari penerapan AI.

Tantangan dan Peluang di Tahun 2026

Ketua Global PwC, Mohamed Kande, menyebut hanya sedikit perusahaan yang berhasil menjadikan AI sebagai sumber keuntungan nyata, sementara sebagian besar masih berada pada tahap uji coba. “Tahun 2026 tampaknya akan menjadi tahun yang menentukan bagi AI,” ujar Kande.

Meski demikian, perusahaan yang telah mengintegrasikan AI secara serius dalam produk dan layanan tercatat mampu meraih keuntungan hampir 4% lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang belum menerapkannya. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada tantangan, AI tetap menjadi aset penting untuk pengembangan bisnis di masa depan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Telkomsel jaga koneksi pelanggan selama Ramadan-Idulfitri 2026 tanpa gangguan

16 April 2026

Penjualan POCO X8 Pro Lampaui 30.000 Unit dalam Sehari

16 April 2026

8 Rekomendasi HP Android Rp5 Jutaan 2026, Bukan Hanya Mid-Range, Tapi Spesifikasi Mumpuni

16 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tanda-Tanda ASI Mulai Keluar Saat Hamil

16 April 2026

Impian bagi Pemain – Julio Baptista Mengenang Momen Piala Dunia saat Generasi Baru Selecao Bersiap

16 April 2026

Menjelang Penghargaan Pemda Berprestasi, Kemendagri Validasi 26 Indikator Tenaga Kerja di Sorong

16 April 2026

4 Berita Terkini Sumbar: Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Tewaskan Korban, Hari Pertama WFH ASN Pemprov

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?