Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Februari 2026
Trending
  • Kinerja Kuat, Pegadaian Cetak Laba Bersih 8,34 Triliun pada 2025
  • Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter Milan 19 Februari 2026: Head-to-Head & Live Streaming
  • Jenderal Myanmar Usir Diplan Timor Leste, Apa yang Terjadi?
  • Kisah ibu di Tangsel yang takut melawan saat anaknya diperkosa
  • Indeks Korupsi RI 2025 Turun, Mahfud: Dampak pada Ekonomi
  • Waktu dan Cara Ziarah Kubur di Ramadan 2026, TPU Kendari Sulawesi Tenggara
  • 5 Alasan Konsistensi Brand Membuat Pelanggan Setia
  • Revisi UU KPK Digulirkan Jokowi, Bola Panas Berlanjut
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»10 Makanan Legendaris Yogyakarta, Bertahan Sejak 1940
Ragam

10 Makanan Legendaris Yogyakarta, Bertahan Sejak 1940

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Kuliner Legendaris di Yogyakarta

Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam. Jika Anda ingin merasakan cita rasa autentik yang telah bertahan sejak lama, maka mengunjungi tempat-tempat kuliner legendaris ini adalah pilihan yang tepat. Berikut adalah 10 rekomendasi tempat makan legendaris yang layak dikunjungi:

1. Gudeg Yu Djum (Sejak 1950)

Gudeg Yu Djum merupakan salah satu ikon gudeg kering yang terkenal dengan rasanya yang khas. Dibuka oleh Djuwariah (Yu Djum), warung ini awalnya hanya berjualan di pinggir jalan kawasan Wijilan. Kini, warung ini sudah memiliki lokasi tetap di Jalan Wijilan Nomor 167 dan buka dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Pengunjung bisa melihat langsung proses pengemasan gudeg dalam besek atau kendil dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 300.000.

2. Lupis Mbah Satinem (Sejak 1963)

Mbah Satinem telah menjual lupis selama puluhan tahun. Meskipun usahanya dimulai sejak era 60-an, namanya semakin dikenal setelah muncul dalam dokumenter Netflix. Ia masih mempertahankan teknik tradisional dalam membuat lupis, gatot, dan tiwul. Warung ini berada di kawasan Diponegoro dan buka dari pukul 05.30 WIB. Harga per porsi mulai dari Rp 10.000.

3. Sate Klatak Pak Bari (Sejak 1992)

Sate klatak Pak Bari merupakan warisan turun-temurun dari sang kakek, Mbah Amad, yang mempopulerkan sate jeruji besi sejak 1940-an. Meskipun baru didirikan secara mandiri pada 1992, sate ini tetap menggunakan bumbu dasar garam tanpa bahan tambahan lainnya. Lokasi warung ini berada di Pasar Wonokromo dan buka dari pukul 18.30 hingga 01.00 WIB.

4. Oseng-Oseng Mercon Bu Narti (Sejak 1998)

Oseng-oseng Mercon Bu Narti lahir di tengah krisis moneter 1998. Bu Narti mencoba inovasi dengan mengolah tetelan dan lemak sapi menjadi tumisan pedas yang akhirnya populer. Nama “mercon” diberikan oleh pelanggan karena sensasi pedas yang meledak di mulut. Warung tenda ini berada di Jalan KH Ahmad Dahlan dan buka dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB.

5. Mangut Lele Mbah Marto (Sejak 1969)

Mbah Marto memulai usahanya dengan berjualan lele asap secara keliling sejak 1960-an. Kini, ia menetap di rumahnya di Sewon, Bantul, dan tetap mempertahankan konsep makan di dalam dapur (pawon). Wisatawan bisa menikmati mangut lele kuah santan pedas dengan harga Rp 25.000 per porsi.

6. Bakmi Jawa Pak Pele (Sejak 1983)

Bakmi Jawa Pak Pele awalnya hanya sebuah tenda kecil di pinggir Alun-alun Utara. Pak Pele memilih menggunakan telur bebek dan kaldu ayam kampung sebagai ciri khas bakmi ini. Warung ini buka dari pukul 17.00 hingga 23.00 WIB dengan harga per porsi mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

7. Ayam Goreng Mbah Cemplung (Sejak 1973)

Ayam goreng Mbah Cemplung berawal dari sebuah warung makan sederhana di perbukitan Sembungan, Bantul. Proses pengolahan ayam dilakukan dengan cara ungkep dua tahap agar bumbu meresap sempurna. Warung ini buka dari pukul 08.00 hingga 19.00 WIB dengan harga mulai dari Rp 35.000.

8. Kopi Joss Lik Man (Sejak 1980)

Kopi Joss Lik Man pertama kali dibuat secara tidak sengaja ketika seorang pelanggan meminta kopi dicelup arang untuk menetralisir rasa. Kini, segelas kopi seharga Rp 5.000 ini tetap menjadi ikon budaya nongkrong warga Jogja. Warung ini berada di Jalan Wongsodirjan dan buka dari pukul 16.00 hingga 01.00 WIB.

9. Mie Lethek Garuda (Sejak 1940)

Mie Lethek Garuda didirikan oleh Yasir Hadi, seorang imigran asal Yaman, yang ingin menciptakan mie berbahan dasar lokal seperti tapioka dan singkong. Pabriknya di Bantul masih menggunakan tenaga sapi untuk menggerakkan mesin penggiling batu. Warung ini buka dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dengan harga mulai dari Rp 15.000.

10. Es Dawet Mbah Hari (Sejak 1965)

Es Dawet Mbah Hari telah setia mengaduk gentong dawetnya di sudut Pasar Beringharjo sejak tahun 1965. Konsistensi Mbah Hari dalam menggunakan bahan alami membuat dawetnya tetap diminati lintas generasi. Es dawet ini dijual hanya Rp 5.000 dan buka dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Saat berkunjung ke tempat-tempat ini, disarankan untuk membawa uang tunai secukupnya karena sebagian besar gerai tradisional tersebut belum menyediakan fasilitas pembayaran digital.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Alasan Konsistensi Brand Membuat Pelanggan Setia

20 Februari 2026

Honda Beat 2026 Hadir, Skutik 110 cc Tampil Lebih Urban dan Sporty

20 Februari 2026

Harga mobil kini jadi prioritas, diskon tak cukup lagi

19 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kinerja Kuat, Pegadaian Cetak Laba Bersih 8,34 Triliun pada 2025

20 Februari 2026

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter Milan 19 Februari 2026: Head-to-Head & Live Streaming

20 Februari 2026

Jenderal Myanmar Usir Diplan Timor Leste, Apa yang Terjadi?

20 Februari 2026

Kisah ibu di Tangsel yang takut melawan saat anaknya diperkosa

20 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?