Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 5 Maret 2026
Trending
  • 5 Faktor Pengaruh Pergerakan Harga Saham
  • Meja Rias Berantakan? 9 Benda Ini Harus Dibuang
  • Wujudkan Mimpi Ayah Jadi Polisi, Kombes Romylus Pimpin Perang Narkoba Kaltim
  • Siapa Ayatullah Ali Khamenei? Jejak Kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran
  • Prediksi Persiba vs PSIS: Laga Kunci Tim Papan Bawah
  • Perjalanan Masjid Al-Fajri: Dari Betawi ke Utsmani
  • Kemanisan Iklan Judi Online
  • Ulasan lengkap MITO digital rice cooker R15: Kelebihan dan kekurangan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Wujudkan Mimpi Ayah Jadi Polisi, Kombes Romylus Pimpin Perang Narkoba Kaltim
Hukum

Wujudkan Mimpi Ayah Jadi Polisi, Kombes Romylus Pimpin Perang Narkoba Kaltim

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Maret 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perjalanan Karier Kombes Pol Romylus Tam

Perjalanan karier Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Kombes Pol Romylus Tam, tidak lepas dari mimpi yang pernah dimiliki orang tuanya. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia militer dan kepolisian karena pengaruh sang ayah. Ayahnya bahkan pernah mencoba mengikuti seleksi akademi kepolisian, namun tidak terpanggil untuk mengikuti pendidikan.

“Orang tua saya dulu sempat daftar masuk akademi kepolisian, tapi tidak terpanggil ke pusat. Akhirnya beliau bekerja sebagai pegawai Bea Cukai,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (28/2/2026). Mimpi yang sempat tertunda itu kemudian seolah diwariskan kepadanya. Dengan doa dan dukungan keluarga, Romylus akhirnya berhasil masuk Akademi Kepolisian pada tahun 1997.

Menurutnya, keberhasilan itu bukan sesuatu yang didapat secara instan. Ia menyiapkan diri sekitar satu setengah tahun sebelum mengikuti seleksi. “Persiapannya luar biasa. Kami latihan fisik seperti lari dan renang, sekaligus belajar akademik setiap hari. Jadi memang benar-benar dipersiapkan,” katanya. Ia bahkan memiliki rutinitas belajar yang cukup disiplin. Sepulang sekolah ia beristirahat sejenak, lalu mengerjakan tugas hingga sore hari. Malam harinya kembali belajar khusus untuk persiapan tes.

“Setiap hari belajar. Kami beli buku di Gramedia dan malamnya belajar lagi dengan alarm. Jadi benar-benar disiplin,” ujarnya. Saat mengikuti seleksi hingga tahap akhir di Surabaya, Romylus bahkan menjalani proses tersebut dengan mandiri. Orang tuanya tidak selalu berada di dekatnya karena sedang berada di luar kota. Ia sering berangkat sendiri menggunakan angkutan umum menuju tempat tes. Ketika akhirnya dinyatakan lulus dalam tahap akhir, kabar itu ia sampaikan kepada orang tuanya melalui telepon.

“Orang tua saya senang sekali. Tapi beliau selalu bilang, itu bukan karena kita kuat atau hebat, tapi karena kemurahan Tuhan,” katanya. Pesan dari ayahnya tersebut terus ia pegang hingga sekarang. Menurutnya, sang ayah selalu mengingatkan tiga kunci sukses dalam hidup. “Pertama berserah kepada Tuhan dan intim dengan Tuhan. Kedua hormati orang tua. Ketiga kerja keras. Tanpa tiga hal itu kita tidak akan berhasil,” ujarnya.

Pengalaman Karier di Berbagai Daerah

Selama bertugas di kepolisian, Romylus telah menjalani berbagai penugasan di sejumlah daerah dan satuan. Salah satu pengalaman penting adalah ketika ia bertugas di Direktorat Tindak Pidana Korupsi yang kini dikenal sebagai Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri. Ia bertugas sekitar tujuh tahun di satuan tersebut. “Di sana kami belajar bagaimana melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional dan saintifik. Itu menjadi fondasi bagi saya dalam bekerja,” ujarnya.

Ia juga pernah bertugas di Sumatera Selatan dalam bidang reserse. Di wilayah tersebut, ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal di Polrestabes, Kapolsek Bandara hingga Kasat Reskrim di Banyuatin. Menurutnya, pengalaman di Sumatera Selatan cukup membekas karena karakter masyarakatnya dikenal keras. “Di sana terkenal istilah kelompok perampok yang cukup terkenal. Itu membuat kami belajar menghadapi berbagai karakter masyarakat,” katanya.

Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan adalah ketika ia bertugas di Papua sebagai Direktur Kriminal Khusus selama tiga tahun. Menurutnya, banyak orang memiliki pandangan berbeda tentang masyarakat Papua. Namun setelah tinggal langsung di sana, ia justru melihat masyarakat yang ramah dan santun. “Masyarakat Papua sangat menghargai orang lain ketika berbicara. Mereka tidak akan memotong pembicaraan sampai orang itu selesai berbicara,” ujarnya. Budaya tersebut membuatnya belajar tentang etika komunikasi dan penghormatan terhadap orang lain.

Filosofi Kerja Tim dan Pendekatan Pemberantasan Narkoba

Selain itu, ia juga pernah bertugas di Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. Di sana ia mempelajari aspek ilmiah dalam proses pembuktian sebuah perkara. “Kalau sebelumnya saya melihat dari sisi penyidik, di laboratorium forensik kami belajar melihat dari sisi pembuktian ilmiah,” katanya. Setelah bertugas di Kalimantan Timur, Romylus mengaku terkesan dengan karakter masyarakat Bumi Etam. Ia menilai masyarakat di daerah ini dikenal santun, ramah, serta memiliki adab yang tinggi.

“Baru satu bulan saya di sini, tapi saya melihat masyarakat Kaltim sangat sopan dan ramah. Ini menjadi modal besar untuk percepatan pembangunan,” ujarnya. Apalagi Kalimantan Timur kini menjadi lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara. Dalam memimpin Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim, Romylus mengusung filosofi kerja tim. Menurutnya, setiap pekerjaan harus dilakukan bersama dan saling mendukung. “Filosofi kami di sini adalah bekerja sebagai keluarga. Tidak ada dikotomi antara pekerjaan staf dan operasional, semuanya saling terkait,” katanya. Ia bahkan mengibaratkan kerja tim seperti sapu lidi.

“Sapu lidi kalau satu tidak bisa membersihkan apa-apa. Tapi kalau banyak dan disatukan, bisa membersihkan semuanya,” katanya. Ia juga mengutip kata-kata dari Helen Keller yang menjadi inspirasi dalam bekerja. “One small we can do so little, together we can do so much. Artinya ketika kita bersama kita bisa melakukan banyak hal,” ujarnya. Menurut Romylus, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum. Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim akan menjalankan tiga pendekatan utama secara paralel, yaitu pencegahan, penindakan dan rehabilitasi.

“Kami tidak bisa hanya kuat di penindakan saja. Pencegahan dan rehabilitasi juga harus berjalan,” katanya. Untuk menjalankan program tersebut, pihaknya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, kampus hingga Badan Narkotika Nasional. Data dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur juga akan digunakan untuk menentukan wilayah yang masuk kategori zona merah peredaran narkoba. “Kalau ada zona merah, kami akan turun ke sana. Kami akan menggandeng dinas pendidikan, sekolah, dan kampus untuk melakukan pencegahan,” ujarnya.

Nilai-Nilai Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Di meja kerjanya, di antara tumpukan berkas pekerjaan, terdapat sebuah Alkitab berwarna abu-abu yang selalu ia bawa. Romylus menjelaskan bahwa kedekatan dengan Tuhan menjadi prinsip penting dalam hidupnya. Menurutnya, dalam kehidupan manusia ada empat kategori. Pertama orang yang tidak tahu apa-apa, kedua orang pintar, ketiga orang licik, dan yang paling tinggi adalah orang yang beruntung. “Orang yang beruntung adalah mereka yang menjadi kesayangan Tuhan. Karena itu kita harus selalu intim dengan Tuhan,” katanya. Ia juga menekankan kepada anggota agar bekerja secara profesional dan tidak menyakiti hati masyarakat.

“Kalau masyarakat salah, katakan salah. Tapi kalau masyarakat tidak salah, jangan dicari-cari kesalahan. Itu esensi penegakan hukum,” ujarnya. Di tengah kesibukannya, Romylus memiliki cara tersendiri untuk melepas penat. Ia mengaku gemar bermain piano klasik sejak kecil. Komposer seperti Ludwig van Beethoven dan Wolfgang Amadeus Mozart menjadi favoritnya. Selain itu, ia juga gemar berolahraga seperti basket dan lari. Menariknya, jika tidak menjadi polisi, ia mengaku ingin menjadi petani. “Kalau tidak jadi polisi mungkin saya jadi petani. Karena saya suka berkebun dan memang keluarga saya dari dulu petani,” ujarnya.

Ia menyebut nilai-nilai kehidupan banyak ia pelajari dari keluarga, terutama dari ayah, ibu dan juga kakeknya. Baginya ayah dan ibu adalah pahlawan dan role model. Romylus memiliki istri yang berprofesi sebagai dokter, yang selalu setia mendampingi ketika bertugas. Saat ini ia telah memiliki seorang anak perempuan yang menjadi kebanggaan keluarga. Bagi Romylus, apapun profesi yang dijalani seseorang, yang terpenting adalah menjalani pekerjaan dengan tulus. “Yang penting apapun yang kita kerjakan harus ikhlas. Kalau kita ikhlas, hidup kita akan bahagia,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Rencana Pembunuhan Farradilla Sudah Dipersiapkan Sejak 2025

5 Maret 2026

Putusan hukuman 9 terdakwa korupsi minyak Pertamina, vonis Kerry Riza paling berat

5 Maret 2026

Berita Terkini PSBS Biak vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Gagal Dapat Penalti Karena PHP VAR

5 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Faktor Pengaruh Pergerakan Harga Saham

5 Maret 2026

Meja Rias Berantakan? 9 Benda Ini Harus Dibuang

5 Maret 2026

Wujudkan Mimpi Ayah Jadi Polisi, Kombes Romylus Pimpin Perang Narkoba Kaltim

5 Maret 2026

Siapa Ayatullah Ali Khamenei? Jejak Kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran

5 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?