Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 20 Mei 2026
Trending
  • Astra Motor tawarkan diskon khusus pembelian motor Honda pada bulan Mei
  • Harga HP Vivo Terbaru: X300 Pro, X300 Ultra, V50, V60 Lite, iQoo 15
  • Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan
  • Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur
  • 25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban
  • Negosiasi Transfer Persib Bandung: 10 Target Utama Musim Depan, Bobotoh Perhatikan!
  • Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini: Ketenangan dan Peluang Emas Menghiasi Minggu 17 Mei 2026
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Warga Gandatapa Banyumas Tolak Tambang Pasir dan Batu, Jaga Kualitas Jalan dan Air
Politik

Warga Gandatapa Banyumas Tolak Tambang Pasir dan Batu, Jaga Kualitas Jalan dan Air

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penolakan Warga terhadap Aktivitas Tambang di Gandatapa

Warga Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menunjukkan penolakan terhadap keberadaan tambang pasir dan batu yang beroperasi di kawasan tersebut. Mereka merasa bahwa aktivitas penambangan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan mengurangi debit sumber air yang digunakan oleh masyarakat sekitar.

Penolakan ini dilakukan melalui pemasangan spanduk di lokasi tambang dan beberapa titik strategis lainnya. Aksi ini dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Forum Aliansi Masyarakat Sumbang Peduli Lingkungan. Menurut Ketua Koordinator forum tersebut, Eka Wisnu Iryanta, aksi ini bertujuan untuk menyampaikan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas penambangan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas warga Gandatapa dan Sumbang,” ujar Eka. “Yang kami pikirkan bukan sekadar menolak izinnya tetapi dampak kerusakan akibat penambangan, terutama infrastruktur jalan.”

Dampak Kerusakan Infrastruktur

Lalu lintas kendaraan berat pengangkut hasil tambang telah menyebabkan kerusakan pada jalan-jalan di sekitar lokasi tambang. Namun, hingga saat ini, warga belum melihat adanya upaya perbaikan yang memadai dari pihak pengelola tambang. Selain itu, debit air yang biasanya digunakan oleh masyarakat juga mulai menurun drastis, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan hidup masyarakat di masa depan.

Spanduk-spanduk yang dipasang oleh warga berisi tuntutan agar aktivitas penambangan segera dihentikan. Beberapa tulisan spanduk antara lain, “Jangan bohongi kami, jangan dzolomi kami dengan aspirasi yang terbeli, tutup tambang” serta “Warga Desa Gandatapa jelas ora terima. Tutup tambang.”

Melalui aksi ini, warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas. Mereka menuntut agar aktivitas penambangan dihentikan jika hanya menyisakan kerusakan lingkungan dan penderitaan tanpa tanggung jawab pemulihan yang jelas.

Bahaya bagi Pekerja Tambang

Sementara itu, Ir Adi Candra ST MT, Ketua Tim Pendirian Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, sepakat bahwa penambangan di Gandatapa membahayakan pekerja tambang. Menurutnya, penambangan dilakukan dengan cara mengeruk bagian bawah bukit tanpa melandaikan bagian atas, yang dapat memicu longsoran dan membahayakan pekerja di bawahnya.

“Kemudian, jalan air (drainase) belum dibuat dengan baik sehingga kalau hujan, luber ke jalan. Tanah top soil tidak boleh diambil karena untuk reklamasi,” katanya.

Pihaknya belum mendapat update kondisi terbaru tambang Gandatapa. Adi menjelaskan bahwa dalam pengajuan izin (IUP OP), sudah dibuat semua kajian teknisnya. Namun, ada kecenderungan bahwa hal itu seperti tidak dilaksanakan.

Penutupan Sementara Aktivitas Tambang

Diberitakan sebelumnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menutup sementara aktivitas penambangan galian C di Desa Gandatapa. Penutupan sementara ini dilakukan karena ditemukan ketidaksesuaian kaidah keselamatan kerja.

Dinas ESDM Jateng memastikan bahwa tambang pasir di Gandatapa telah mengantongi izin. Tambang pasir ini dikelola oleh PT Keluarga Sejahtera Bumindo. Penutupan sementara ini diambil berdasarkan pengawasan teknis yang dilakukan, setelah ditemukan aktivitas penambangan di tebing setinggi lebih dari 6 meter, yang berpotensi memicu longsor dan membahayakan pekerja.

Tambang pasir di Gandatapa diberikan kepada PT Keluarga Sejahtera Bumindo sejak 31 Desember 2023. Perusahaan ini mendapat izin penambangan di lahan seluas 5,3 hektare dengan area yang sudah ditambang sekitar 2 hektare. Penambangan di Gandatapa masuk kategori skala kecil dan jauh dari hutang lindung Gunung Slamet.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban

20 Mei 2026

Kalender Jawa 16 Mei 2026: Sabtu Pon, Hindari Kebiasaan Mewah

20 Mei 2026

Muktamar NU 35 dan Jalur Menuju Peradaban Indonesia 2045

19 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Astra Motor tawarkan diskon khusus pembelian motor Honda pada bulan Mei

20 Mei 2026

Harga HP Vivo Terbaru: X300 Pro, X300 Ultra, V50, V60 Lite, iQoo 15

20 Mei 2026

Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan

20 Mei 2026

Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?