Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Warga Gandatapa Banyumas Tolak Tambang Pasir dan Batu, Jaga Kualitas Jalan dan Air
Politik

Warga Gandatapa Banyumas Tolak Tambang Pasir dan Batu, Jaga Kualitas Jalan dan Air

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penolakan Warga terhadap Aktivitas Tambang di Gandatapa

Warga Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menunjukkan penolakan terhadap keberadaan tambang pasir dan batu yang beroperasi di kawasan tersebut. Mereka merasa bahwa aktivitas penambangan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan mengurangi debit sumber air yang digunakan oleh masyarakat sekitar.

Penolakan ini dilakukan melalui pemasangan spanduk di lokasi tambang dan beberapa titik strategis lainnya. Aksi ini dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Forum Aliansi Masyarakat Sumbang Peduli Lingkungan. Menurut Ketua Koordinator forum tersebut, Eka Wisnu Iryanta, aksi ini bertujuan untuk menyampaikan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas penambangan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas warga Gandatapa dan Sumbang,” ujar Eka. “Yang kami pikirkan bukan sekadar menolak izinnya tetapi dampak kerusakan akibat penambangan, terutama infrastruktur jalan.”

Dampak Kerusakan Infrastruktur

Lalu lintas kendaraan berat pengangkut hasil tambang telah menyebabkan kerusakan pada jalan-jalan di sekitar lokasi tambang. Namun, hingga saat ini, warga belum melihat adanya upaya perbaikan yang memadai dari pihak pengelola tambang. Selain itu, debit air yang biasanya digunakan oleh masyarakat juga mulai menurun drastis, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan hidup masyarakat di masa depan.

Spanduk-spanduk yang dipasang oleh warga berisi tuntutan agar aktivitas penambangan segera dihentikan. Beberapa tulisan spanduk antara lain, “Jangan bohongi kami, jangan dzolomi kami dengan aspirasi yang terbeli, tutup tambang” serta “Warga Desa Gandatapa jelas ora terima. Tutup tambang.”

Melalui aksi ini, warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas. Mereka menuntut agar aktivitas penambangan dihentikan jika hanya menyisakan kerusakan lingkungan dan penderitaan tanpa tanggung jawab pemulihan yang jelas.

Bahaya bagi Pekerja Tambang

Sementara itu, Ir Adi Candra ST MT, Ketua Tim Pendirian Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, sepakat bahwa penambangan di Gandatapa membahayakan pekerja tambang. Menurutnya, penambangan dilakukan dengan cara mengeruk bagian bawah bukit tanpa melandaikan bagian atas, yang dapat memicu longsoran dan membahayakan pekerja di bawahnya.

“Kemudian, jalan air (drainase) belum dibuat dengan baik sehingga kalau hujan, luber ke jalan. Tanah top soil tidak boleh diambil karena untuk reklamasi,” katanya.

Pihaknya belum mendapat update kondisi terbaru tambang Gandatapa. Adi menjelaskan bahwa dalam pengajuan izin (IUP OP), sudah dibuat semua kajian teknisnya. Namun, ada kecenderungan bahwa hal itu seperti tidak dilaksanakan.

Penutupan Sementara Aktivitas Tambang

Diberitakan sebelumnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menutup sementara aktivitas penambangan galian C di Desa Gandatapa. Penutupan sementara ini dilakukan karena ditemukan ketidaksesuaian kaidah keselamatan kerja.

Dinas ESDM Jateng memastikan bahwa tambang pasir di Gandatapa telah mengantongi izin. Tambang pasir ini dikelola oleh PT Keluarga Sejahtera Bumindo. Penutupan sementara ini diambil berdasarkan pengawasan teknis yang dilakukan, setelah ditemukan aktivitas penambangan di tebing setinggi lebih dari 6 meter, yang berpotensi memicu longsor dan membahayakan pekerja.

Tambang pasir di Gandatapa diberikan kepada PT Keluarga Sejahtera Bumindo sejak 31 Desember 2023. Perusahaan ini mendapat izin penambangan di lahan seluas 5,3 hektare dengan area yang sudah ditambang sekitar 2 hektare. Penambangan di Gandatapa masuk kategori skala kecil dan jauh dari hutang lindung Gunung Slamet.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026

Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?