Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 28 Agustus 2026
Trending
  • Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah
  • Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga
  • Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA
  • Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah
  • 7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!
  • Kalender Liturgi Katolik Hari Ini: Jumat, 21 Agustus 2026, Pesta Wajib St Pius X
  • Hasil D Academy 8 Top 31 Grup 5, Wakil Cirebon dan Garut Lolos
  • Jangan terkena panas, kunjungi 10 destinasi dingin di Indonesia ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur
Hukum

Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kecelakaan Maut yang Melibatkan Tiga Kendaraan di Batam

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang driver ojek online, Dewa Andika Pratama (26), dan ibunya, Sri Hartini, di kawasan Sungai Beduk, Batam, ternyata melibatkan tiga kendaraan. Insiden tersebut terjadi di Jalan S Parman, tepatnya di depan Dam ATB, pada Jumat (15/5/2026) pagi.

Satlantas Polresta Barelang mengungkap bahwa kecelakaan melibatkan dua sepeda motor dan satu truk. Salah satu kendaraan truk yang terlibat adalah Toyota Dyna BP 8177 TY, sedangkan dua sepeda motor yang dikendarai oleh Dewa Andika Pratama dan AMS adalah Honda Beat hitam BP 3483 PR serta Beat Biru BP 3574 SO.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.10 WIB. Truk Toyota Dyna yang dikemudikan oleh AS datang dari arah Simpang ATB menuju Pasar Pancur. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Dewa Andika Pratama, yang saat itu membawa penumpang ibunya, Sri Hartini, menuju arah Panbil.

Selain itu, ada kendaraan lain yakni motor Beat biru yang dikendarai oleh AMS juga ikut terlibat dalam kecelakaan tersebut. Akibat peristiwa ini, Dewa Andika Pratama mengalami cedera di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara ibunya, Sri Hartini, juga mengalami cedera serupa dan meninggal dunia. Pengendara motor lainnya, AMS, mengalami luka di bagian kepala, badan, dan kaki.

Selain korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada seluruh kendaraan yang terlibat. Truk Toyota Dyna mengalami kerusakan di bagian depan kendaraan, sementara dua sepeda motor Honda Beat juga mengalami kerusakan di bagian depan.

Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap supir truk untuk menentukan status hukum dalam kecelakaan ini. Saat ini, pihak kepolisian masih meminta keterangan sebagai saksi.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat dan viral di media sosial karena melibatkan seorang driver online yang diketahui merupakan anggota Komando Batam.

Tidak Ada Perhatian dari Aplikator

Kepergian driver ojek online, Dewa Andika Pratama (26), dan ibunya dalam kecelakaan maut di Batam turut menjadi sorotan komunitas driver online. Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam menilai hingga proses pemakaman berlangsung belum ada perhatian maupun belasungkawa dari pihak aplikator terhadap keluarga korban.

Dika, sapaan akrab korban, meninggal dunia bersama sang ibu usai mengalami kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning, Jumat (15/5/2026) pagi. Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, menyayangkan belum adanya komunikasi dari pihak aplikator kepada keluarga maupun komunitas driver online atas musibah tersebut.

Feryandi mengatakan para driver selama ini merupakan tulang punggung perusahaan aplikator, sehingga perhatian terhadap keselamatan maupun kondisi driver dinilai penting. “Driver lah tulang punggung mereka. Ini nyawa manusia. Saya harap lebih pedulilah ketika terjadi kecelakaan driver aktif membantu,” katanya.

Feryandi juga mengaku pihak komunitas yang aktif mencari informasi terkait perlindungan sosial korban, termasuk memastikan status BPJS Ketenagakerjaan milik Dika. “Alhamdulillah tadi kami komunikasi ke BPJS dan ternyata aktif karena program dari Pemko Batam,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pihak komunitas berharap ada perhatian lebih terhadap para driver online yang mengalami musibah saat bekerja di lapangan. Selain itu, komunitas juga meminta proses hukum terkait kecelakaan tersebut berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Masih Sempat Memanggil Ibu Saat Terkapar

Dewa Andika Pratama (26), driver ojek online yang mengalami kecelakaan maut di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning, Batam, disebut masih sempat sadar usai kejadian pada Jumat (15/5/2026). Korban bahkan dikabarkan sempat memanggil sang ibu, Sri Hartini, yang saat itu sudah tergeletak di jalan setelah kecelakaan terjadi.

Salah seorang rekan sesama driver online mengatakan informasi tersebut diperoleh dari warga yang berada di lokasi kejadian. “Kalau yang saya dengar tadi, almarhum Dika itu sempat duduk setelah kecelakaan,” ujar salah seorang rekan driver online di rumah duka.

Menurutnya, saat itu Dewa terlihat memanggil sang ibu yang sudah tergeletak di jalan dengan kondisi mengalami luka cukup parah di bagian kepala. “Dia sempat manggil ibunya. Kondisi ibunya waktu itu katanya sudah terbaring dan berdarah di bagian kepala,” lanjutnya.

Tak lama setelah itu, kondisi Dewa disebut mulai melemah. “Tidak lama kemudian Dika muntah darah,” katanya lirih. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa ibu dan anak tersebut akhirnya tidak tertolong.

Dewa diketahui merupakan anak tunggal dan tinggal berdua bersama ibunya setelah sang ayah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Sehari-hari, pria kelahiran Tanjung Uban tahun 2000 itu bekerja sebagai driver ojek online.

Warga sekitar mengenal Dewa sebagai pribadi yang baik dan ramah. Aktivitas mengantar ibunya bekerja juga disebut sudah menjadi rutinitas harian korban sebelum kembali mencari penumpang. Kini, rumah yang biasanya ditempati ibu dan anak itu dipenuhi doa dan tangisan para pelayat yang merasa kehilangan atas kepergian keduanya.

Rencananya, jenazah Dewa dan ibunya akan dimakamkan usai salat ashar di TPU Bagan Piayu.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!

25 Agustus 2026

Kasatlantas Palangka Raya Dianiaya, Jari Patah Akibat Laka di Tjilik Riwut

25 Agustus 2026

Saksi Buka Tarif Perangkat Desa Pati, Bukan Perintah Sudewo Tapi Kesepakatan Kades

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah

25 Agustus 2026

Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga

25 Agustus 2026

Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA

25 Agustus 2026

Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah

25 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?