Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 1 Februari 2026
Trending
  • Purbaya: Asuransi dan Dana Pensiun Takut Perintah Tak Tertulis Tambah Investasi Saham
  • Tahun Baru Imlek 2026: 6 Shio Ini Siap Naik Kelas Finansial
  • Penetrasi broadband belum maksimal, ini rekomendasi saham telekomunikasi
  • Gempa 3,2 SR Guncang Gayo Lues Hari Ini
  • Aksi Buyback Heboh di Januari 2026, Perhatikan Rekomendasi Saham Analis
  • Pemerintah Perhatikan Pemulangan Pekerja Migran Gelap di Kamboja
  • Warga Denmark Boyikot Produk AS dengan Aplikasi
  • Investasi pada pemuda, kunci penguatan industri kreatif
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Warga Denmark Boyikot Produk AS dengan Aplikasi
Ekonomi

Warga Denmark Boyikot Produk AS dengan Aplikasi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aplikasi Pemindai Produk Meningkatkan Kesadaran Konsumen di Denmark

Di tengah ketegangan diplomatik antara Denmark dan Amerika Serikat (AS), warga Denmark semakin memanfaatkan aplikasi ponsel untuk memboikot produk asal negara tersebut. Langkah ini muncul sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS, Donald Trump, khususnya terkait ancamannya terhadap Denmark atas isu Greenland.

Aplikasi yang digunakan oleh warga Denmark memungkinkan pengguna memindai kode batang (barcode) untuk mengidentifikasi asal suatu produk. Jika barang berasal dari AS, akan ditandai dengan simbol silang merah, sementara alternatif dari negara lain diberi tanda centang hijau. Gerakan ini cepat mendapat dukungan luas, mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Kopenhagen dan Washington.

Aplikasi UdenUSA Puncaki App Store Denmark

Aplikasi UdenUSA (NonUSA) menempati posisi teratas di App Store Denmark setelah melonjak dari peringkat keenam. Bahkan, aplikasi ini berhasil mengungguli beberapa aplikasi populer seperti chatbot AI. Pengguna dapat memindai barcode untuk mengetahui asal negara suatu produk. Barang asal AS ditandai dengan simbol silang merah, sedangkan alternatif dari negara lain diberi tanda centang hijau.

Salah satu produk yang disorot adalah Diet Coke, minuman favorit Presiden AS Donald Trump, yang menerima tanda silang merah dan disarankan untuk dikembalikan ke rak. Aplikasi serupa bernama Made O’Meter juga tengah naik daun di kawasan Nordik, menempati peringkat kelima setelah mengalami lonjakan pengguna hingga 1.400 persen sejak Trump menyinggung isu Greenland dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos.

Pengembang UdenUSA, Jonas Pipper, menjelaskan bahwa aplikasinya dirancang sebagai alat dalam perang dagang konsumen yang membantu warga Denmark menyuarakan ketidaksetujuan terhadap kebijakan AS. “Kami ingin masyarakat biasa memiliki cara untuk menunjukkan pesan politik mereka melalui pilihan belanja,” ujar Pipper.

Boikot Produk AS Dipicu Pernyataan Trump Soal Pembelian Greenland

Gelombang boikot terhadap produk AS di Denmark dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump pada awal Januari 2026, yang kembali menyatakan keinginannya membeli Greenland dari Denmark dengan alasan keamanan nasional menghadapi China dan Rusia. Pernyataan itu memicu kemarahan publik di Denmark, yang merasa didominasi secara politis dan ekonomi oleh Washington.

Sebagai bentuk protes, banyak warga beralih menggunakan aplikasi pemindai produk seperti UdenUSA untuk menghindari barang asal AS, termasuk merek populer seperti Coca-Cola yang didistribusikan oleh Carlsberg di Denmark. Gerakan boikot ini juga meluas ke pembatalan perjalanan wisata ke AS serta penghentian langganan layanan streaming seperti Netflix, meski dampak ekonominya relatif kecil mengingat impor makanan asal AS hanya mencakup sekitar 1 persen dari konsumsi Denmark.

Menariknya, kecaman terhadap Trump tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari kalangan politik. Partai Rakyat Denmark yang dikenal pro-Trump pun ikut mengkritik keras. Anggota Parlemen Eropa dari partai tersebut, Anders Vistisen, bahkan mengucapkan kata kasar kepada Trump di Parlemen Eropa, hingga mendapat teguran resmi.

Aplikasi Boikot Jadi Sarana Ekspresi Kemarahan Warga Terhadap Kebijakan Trump

Meski gerakan boikot produk AS di Denmark dinilai sulit diterapkan karena banyak barang asal AS diproduksi secara lokal, aplikasi seperti UdenUSA dan Made O’Meter tetap menjadi sarana penting bagi warga untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump. Aplikasi tersebut memberikan transparansi kepada konsumen soal asal produk dan dianggap sebagai saluran simbolis untuk menyuarakan protes publik.

Pencipta Made O’Meter dari perusahaan pemasaran InboundCPH, Ian Rosenfeldt, mengatakan bahwa sejak Trump kembali mengangkat isu pembelian Greenland, jumlah unggahan foto produk di versi aplikasi dan peramban telah mencapai sekitar 20 ribu. Sementara itu, UdenUSA tengah disiapkan untuk versi bahasa Jerman dan Inggris serta peluncuran di sistem Android, sedangkan Made O’Meter sudah tersedia lintas platform.

Ekonom dari Danske Bank, Louise Agstrø Hansen, menilai dampak boikot terhadap sektor makanan relatif kecil, namun akademisi Pelle Guldborg Hansen dari Roskilde University berpendapat bahwa emosi publik berperan besar. “Banyak orang merasa marah dan ingin melakukan sesuatu, sekecil apa pun,” ujarnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Purbaya: Asuransi dan Dana Pensiun Takut Perintah Tak Tertulis Tambah Investasi Saham

1 Februari 2026

Tahun Baru Imlek 2026: 6 Shio Ini Siap Naik Kelas Finansial

1 Februari 2026

Penetrasi broadband belum maksimal, ini rekomendasi saham telekomunikasi

1 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Purbaya: Asuransi dan Dana Pensiun Takut Perintah Tak Tertulis Tambah Investasi Saham

1 Februari 2026

Tahun Baru Imlek 2026: 6 Shio Ini Siap Naik Kelas Finansial

1 Februari 2026

Penetrasi broadband belum maksimal, ini rekomendasi saham telekomunikasi

1 Februari 2026

Gempa 3,2 SR Guncang Gayo Lues Hari Ini

1 Februari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?