Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 17 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Wall Street turun pasca libur panjang, saham teknologi terpuruk
Ekonomi

Wall Street turun pasca libur panjang, saham teknologi terpuruk

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pasar saham Wall Street mengalami penurunan pada sesi perdagangan yang bergejolak, setelah libur panjang akhir pekan. Indeks utama mengalami tekanan berat, terutama saham-saham teknologi yang menjadi sorotan karena kekhawatiran terhadap dampak AI terhadap model bisnis perusahaan.

Penurunan Saham Teknologi Akibat Kekhawatiran AI

Saham-saham besar di sektor teknologi mengalami penurunan signifikan. Contohnya, saham Nvidia turun 1,6% dan Microsoft melemah 1,3%. Hal ini terjadi karena investor khawatir tentang kemungkinan disrupsi bisnis akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Pekan sebelumnya, pasar sempat mencatat penurunan mingguan terdalam sejak pertengahan November, dipicu oleh ketidakpastian mengenai dampak AI terhadap berbagai industri.

Perusahaan asal Tiongkok seperti Alibaba juga turut memperburuk situasi. Perusahaan meluncurkan model AI terbaru mereka, Qwen 3.5, yang diklaim mampu menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri. Ini menambah kekhawatiran investor terhadap persaingan global dalam pengembangan AI.

Di sektor chip, saham Intel turun 2,2%, sedangkan AMD anjlok 5,2%. Indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor Index juga turun 2,3%.

Indeks Utama Wall Street Melemah

Pada pukul 10.01 pagi waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 175,80 poin atau 0,35% ke 49.326,73. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 50,44 poin atau 0,75% ke 6.784,64, dan Nasdaq Composite melemah 258,44 poin atau 1,15% ke 22.288,23.

Namun, sektor keuangan menjadi titik terang. Indeks keuangan S&P 500 naik 0,8%, didorong oleh kenaikan saham bank besar seperti Goldman Sachs yang naik 0,7% dan JPMorgan Chase yang menguat 1,1%.

Sebaliknya, saham perangkat lunak tetap tertekan. CrowdStrike, Adobe, dan Salesforce turun antara 2% hingga 5%. Sektor material di S&P 500 merosot 2,1% seiring pergerakan harga logam mulia, sementara sektor energi terkoreksi 1,8%.

Fokus pada Data Inflasi AS dan Arah Suku Bunga The Fed

Pasar saat ini fokus pada laporan personal consumption expenditure (PCE), indikator inflasi pilihan The Federal Reserve. Data tersebut dinilai penting untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.

Laporan inflasi konsumen pekan lalu menunjukkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi, meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga tahun ini. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni mencapai 52%, naik dari sekitar 49% sepekan sebelumnya.

Aksi Korporasi Gerakkan Saham Individual

Beberapa saham mengalami kenaikan signifikan karena aksi korporasi. Contohnya, saham Warner Bros. Discovery naik 2,4% setelah menolak tawaran akuisisi dari Paramount Global. Saham Paramount melonjak 7,8%.

Norwegian Cruise Line naik hampir 8% setelah investor aktivis Elliott mengungkapkan kepemilikan lebih dari 10% di perusahaan. Fiserv juga naik hampir 4,4% setelah Jana Partners mengambil posisi di perusahaan pembayaran tersebut.

Masimo mengalami kenaikan terbesar, yaitu sekitar 34%, setelah Danaher mengumumkan akan mengakuisisi produsen pulse-oximeter tersebut senilai US$9,9 miliar. Namun, saham Danaher justru turun 3,4%.

Sentimen Geopolitik dan Breadth Pasar

Dari sisi geopolitik, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negaranya telah mencapai pemahaman dengan Amerika Serikat dalam putaran kedua perundingan nuklir di Jenewa, meski masih diperlukan pembahasan lanjutan.

Secara keseluruhan, saham yang melemah mengungguli saham yang menguat dengan rasio 1,62 banding 1 di NYSE dan 1,72 banding 1 di Nasdaq. Indeks S&P 500 mencatat 35 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 pekan dan lima saham menyentuh level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 42 saham mencapai level tertinggi baru dan 109 saham menyentuh level terendah baru.

Tekanan pada saham teknologi dan kekhawatiran terhadap disrupsi AI menunjukkan bahwa volatilitas masih membayangi pasar saham AS, meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga memberi sedikit harapan bagi investor.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?