Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Maret 2026
Trending
  • Hotel Murah di Semarang Rp 200 Ribu per Malam, Ideal untuk Mudik Lebaran 2026
  • Elegan! 5 Model Pintu Kupu Tarung Terkini
  • Bacaan Liturgi Senin 23 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A
  • 6 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta yang Penting Diketahui
  • Kekacauan Serangan Air Keras pada Andrie Yunus, Reza Indragiri Sebut Pelaku Sengaja Tinggalkan Jejak
  • Mojtaba Tak Terdeteksi CIA dan Mossad, Penyebab Trump Marah Besar dalam Perang Iran vs Amerika
  • Badung Çaka Fest 2026 Berhasil, Bupati Adi Arnawa Puji Kreativitas Ogoh-Ogoh
  • Hasil Transfer Liga Italia: Juventus dan PSG Incar Pertukaran Striker Musim Panas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Volume sampah TPA Wonorejo menurun, DLH Wonosobo fokus pada sumbernya
Nasional

Volume sampah TPA Wonorejo menurun, DLH Wonosobo fokus pada sumbernya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penurunan Jumlah Sampah di TPA Wonorejo

Jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Kabupaten Wonosobo menunjukkan tren penurunan pada tahun 2025. Berdasarkan rekapitulasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, total sampah yang masuk sepanjang tahun tersebut tercatat sebanyak 38.252 ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 43.200 ton pada 2024.

Kepala DLH Kabupaten Wonosobo, Endang Listyaningsih, menyebut bahwa meskipun penurunan tersebut belum signifikan, tetapi sudah ada upaya dari hulu. “Ada penurunan, walaupun tidak signifikan, tetapi sudah ada upaya dari hulu,” kata Endang, Kamis (8/1/2026). Secara rata-rata, volume sampah yang masuk ke TPA Wonorejo berkurang sekitar 10-15 ton per hari dibandingkan tahun sebelumnya.

Endang menjelaskan bahwa perhitungan ini juga mempertimbangkan dinamika aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata. “Cara penghitungannya juga dengan ketika ada penambahan aktivitas wisata dan yang lainnya, otomatis itu ada peningkatan,” ujarnya. Meski demikian, data timbunan sampah tetap menunjukkan tren menurun. Hal itu, menurut Endang, tidak terlepas dari sistem pencatatan yang dilakukan secara ketat melalui jembatan timbang di TPA Wonorejo. “Karena memang ada jembatan timbang yang mendata sampah masuk TPA setiap saat,” katanya.

Langkah Strategis Tahun Ini

Memasuki tahun 2026, DLH menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama diarahkan pada pengurangan sampah dari hulu, dengan melibatkan berbagai pihak di tingkat lokal. “Yang pertama upaya pengurangan dari hulu dengan mitra dari desa, kelurahan, RT/RW sampai ke keluarga, karena itu yang utama,” ujar Endang.

Selain itu, DLH juga akan mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang sudah terbangun di sejumlah wilayah. Menurut Endang, keberlanjutan TPS 3R perlu diiringi dengan kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah memerlukan biaya. “Peningkatan kesadaran bahwa pengelolaan sampah itu berbiaya,” katanya. Biaya tersebut mencakup tenaga operasional hingga kebutuhan pendukung lainnya.

Karena itu, DLH mendorong agar pembiayaan pengelolaan sampah dapat diatur melalui peraturan desa (perdes) dan menjadi tanggung jawab bersama para penghasil sampah. Ke depan, DLH juga akan melakukan evaluasi terhadap desa-desa yang sudah menjalankan pengelolaan sampah, khususnya yang residunya masih dibuang ke TPA Wonorejo. “Kami akan cek perdesnya, termasuk apakah biaya operasionalnya itu sudah masuk atau belum,” ujar Endang.

Jika belum tersedia, desa didorong memanfaatkan anggaran desa sebagai bentuk subsidi pengelolaan sampah. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat hulu. “Sebagai uji coba, sebagai laboratorium,” kata Endang.

DLH berharap, ke depan unit-unit pengelolaan sampah di hulu dapat berkembang dan mampu menangani volume yang lebih besar, bahkan hingga 50 ton sampai 100 ton. “Sehingga fondasi kaitan penanganan sampah di Kabupaten Wonosobo bisa baik,” pungkasnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hotel Murah di Semarang Rp 200 Ribu per Malam, Ideal untuk Mudik Lebaran 2026

28 Maret 2026

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Pastikan Tak Ganggu Penyidikan

28 Maret 2026

Mojtaba Tak Terdeteksi CIA dan Mossad, Penyebab Trump Marah Besar dalam Perang Iran vs Amerika

28 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hotel Murah di Semarang Rp 200 Ribu per Malam, Ideal untuk Mudik Lebaran 2026

28 Maret 2026

Elegan! 5 Model Pintu Kupu Tarung Terkini

28 Maret 2026

Bacaan Liturgi Senin 23 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A

28 Maret 2026

6 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta yang Penting Diketahui

28 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?