Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 18 October 2026
Trending
  • Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan
  • Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus
  • Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI
  • Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen
  • Apakah mobil hybrid perlu di cas? Ini jawaban dan fakta lengkapnya!
  • Prediksi skor LASK Linz vs Liverpool: The Reds siap pesta gol di Raiffeisen Arena!
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Untuk Maksimal, VPTI Perlu Dukungan Kebijakan Lain
Nasional

Untuk Maksimal, VPTI Perlu Dukungan Kebijakan Lain

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pentingnya Penguatan VPTI dalam Menciptakan Iklim Perdagangan yang Adil

Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) merupakan mekanisme penting dalam menjaga kepatuhan administrasi dan teknis barang impor di Indonesia. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana, menekankan bahwa penyeleksian barang impor di pintu masuk sangat diperlukan untuk melindungi produk dalam negeri, termasuk UMKM. Mekanisme ini dilaksanakan oleh surveyor swasta sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 16/2021.

Namun, ia berpandangan bahwa VPTI perlu diperkuat agar lebih maksimal dalam menciptakan iklim perdagangan yang lebih adil. Menurutnya, VPTI pada dasarnya merupakan instrumen kepatuhan, bukan perlindungan pasar. Jika semua persyaratan terpenuhi, barang impor tetap bisa masuk meskipun harganya murah dan berpotensi menekan produk lokal. Oleh karena itu, penguatan VPTI harus disertai dengan kebijakan lain.

Kebijakan Pendukung untuk Perlindungan Industri Lokal

Beberapa kebijakan pendukung yang dimaksud antara lain kebijakan non-tarif dan penguatan pasar domestik. Hal ini mencakup penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sertifikat halal. Selain itu, pembatasan kuota dan perizinan impor yang selektif juga diperlukan. Dengan demikian, daya saing industri lokal dapat meningkat melalui insentif, kampanye Bangga, Beli, dan Pakai Produk Indonesia, serta kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). Tujuannya adalah agar produk dalam negeri menjadi tuan rumah di pasar sendiri.

Staf Khusus Menteri Perindustrian/Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, menegaskan bahwa banyak produk impor jadi di pasar domestik sudah oversupply dan harganya murah. Oleh karena itu, ia sepakat bahwa VPTI perlu diperkuat. Bagi Kemenperin, perlindungan industri merupakan hal yang sangat penting, karena tidak hanya melindungi industri, pelaku usaha, dan investor, tetapi juga melindungi konsumen.

Kebutuhan Kontrol Impor untuk Perlindungan Konsumen

Febri Hendri menjelaskan bahwa beberapa produk memang masih kekurangan dan membutuhkan impor. Namun, kebutuhan impor terutama untuk produk jadi harus dikendalikan, terutama untuk perlindungan konsumen. Oleh karena itu, standar produk impor harus memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Menurutnya, VPTI penting karena membantu melindungi konsumen agar mendapatkan barang yang sesuai dengan standar, sehingga sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan demikian, konsumen akan merasa aman dan puas dengan kualitas produk yang dibeli.

Manfaat VPTI bagi Konsumen Akhir

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ni Made Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa VPTI dilakukan di luar negeri atas barang yang akan diimpor untuk memastikan bahwa barang tersebut sesuai dengan ketentuan. VPTI dilakukan sebelum produk masuk ke daerah pabean (pre-border). Dengan demikian, manfaat VPTI bagi konsumen akhir adalah mendapatkan perlindungan konsumen melalui kesesuaian dan standar barang yang diimpor, serta memastikan perlindungan kesehatan, keselamatan kerja, lingkungan, dan mutu (K3LM).

Pengawasan di Pintu Masuk Impor

Terkait pengawasan di pintu masuk impor (pelabuhan tujuan) di Indonesia, tugas utamanya adalah Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Sementara itu, pengawasan impor post-border atau barang keluar dari Kawasan pelabuhan dilakukan oleh Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan. Dengan demikian, konsepsi VPTI dengan konsepsi pengawasan di pintu masuk impor merupakan dua hal yang berbeda. VPTI dilakukan sebelum produk masuk ke daerah pabean (pre-border).

Perlindungan Produk Dalam Negeri

Di sisi lain, perlindungan produk dalam negeri tidak hanya bisa dilakukan melalui pengawasan terhadap barang impor, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan sisi permintaan pasar dalam negeri. Hal ini mencakup peningkatan daya saing produk dalam negeri yang dibarengi dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Dengan demikian, industri lokal dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen

18 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?