Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 10 Juni 2026
Trending
  • Ramalan Keuangan Shio Besok: Karier, Bisnis, dan Keberuntungan Finansial
  • iCar V23 Z iWD Tahun 2026: Harga Terbaru!
  • Fitur Unggulan HUAWEI WATCH FIT 5, Jam Tangan Pintar Kekinian
  • Sarwendah Akui Mudah Raup Rp200 Juta, Penghasilan Bulanan Eks Ruben Onsu dari Live Tembus Rp1,43 Miliar
  • 6 Fakta Mengejutkan Kematian Anak Perempuan di Sragen, Luka Jadi Sorotan
  • GOR Jambi Rusak Parah, Plafon Jebol dan Dinding Tercoreng
  • Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Unggulan, Ekuador dan Pantai Gading Siap Bersaing
  • Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Tanjung Priok Juni 2026: Tiket Mulai Rp237.500 dengan Diskon
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»UMP Sumut 2026 naik 7,9% jadi Rp 3,23 juta per bulan
Ekonomi

UMP Sumut 2026 naik 7,9% jadi Rp 3,23 juta per bulan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026 sebesar Rp3.228.971. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 7,9% dibandingkan dengan UMP pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp2.992.559. Kenaikan tersebut berarti setiap bulan pekerja di Sumut akan menerima tambahan upah sebesar Rp236.412.

Penetapan UMP ini dilakukan oleh Gubernur Bobby dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Jumat. Ia menjelaskan bahwa besaran kenaikan upah ini sudah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan. “Kita tetapkan UMP Sumut tahun 2026 sebesar Rp3.228.971. Kenaikan 7,9 persen ini sudah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan,” ujarnya.

Bobby juga meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk segera menyesuaikan besaran kenaikan upah tersebut. Dengan kebijakan ini, ia berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat diperkuat, serta aktivitas perekonomian di daerah bisa meningkat. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan buruh di Sumatera Utara.

Selain itu, Bobby mengajak para pekerja maupun serikat buruh di wilayah Sumatera Utara untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di daerah. Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif sangat penting untuk mendukung keberlangsungan dunia usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Baik serikat buruh dan para asosiasi, mari sama-sama kita jaga. Jadi apa yang sudah kita inginkan, sudah tercapai. Pekerjaan rumah kita, menjaga kondusivitas,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dalam bekerja dan beraktivitas di bidang usaha masing-masing di seluruh kabupaten/kota se-Sumut. “Oleh karena itu, saya berharap hari ini sama-sama kita terus bergerak bersama menyejahterakan seluruh masyarakat,” ujar Bobby.

Selain itu, Gubernur Bobby juga memberikan instruksi kepada Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, untuk melakukan pengawasan ketenagakerjaan di wilayah Sumut. Hal ini dilakukan karena saat ini jumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut hanya sebanyak 35 orang, sedangkan jumlah industri yang harus diawasi mencapai ribuan.

“Kondisi ini membuat pengawasan menjadi kurang optimal. Tolong pak sekda didistribusikan dengan baik, PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan PPPK paruh waktu agar penempatan tidak berat sebelah,” papar Bobby.

Ia juga menyarankan agar PPPK dan PPPK paruh waktu ditempatkan di berbagai dinas agar bisa bekerja secara efektif. “PPPK dan PPPK paruh waktu di dinas semua. Agar bisa bekerja untuk memastikan kebijakan pemprov, seperti UMP berjalan baik di lapangan,” imbuh Bobby.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sarwendah Akui Mudah Raup Rp200 Juta, Penghasilan Bulanan Eks Ruben Onsu dari Live Tembus Rp1,43 Miliar

10 Juni 2026

Dukung Perkembangan Anak dengan Lomba Mewarnai Edukatif dan Menyenangkan

9 Juni 2026

Cara Cermat UMKM Perempuan Mengelola Ongkos Kirim

9 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Keuangan Shio Besok: Karier, Bisnis, dan Keberuntungan Finansial

10 Juni 2026

iCar V23 Z iWD Tahun 2026: Harga Terbaru!

10 Juni 2026

Fitur Unggulan HUAWEI WATCH FIT 5, Jam Tangan Pintar Kekinian

10 Juni 2026

Sarwendah Akui Mudah Raup Rp200 Juta, Penghasilan Bulanan Eks Ruben Onsu dari Live Tembus Rp1,43 Miliar

10 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?