Uji Kinerja Fitur Rem Darurat Otomatis pada Sembilan Mobil Populer
Sebuah uji coba yang dilakukan oleh blogger “AutoLab-Automotive Lab” menunjukkan hasil yang cukup mengkhawatirkan terkait kinerja fitur Rem Darurat Otomatis (AEB) pada sembilan mobil populer. Dalam uji coba ini, para penguji mencoba membandingkan kemampuan sistem bantuan mengemudi dalam menghadapi skenario di mana skuter listrik tiba-tiba memotong jalan secara mendadak.
Skenario tersebut dirancang untuk menjadi ujian komprehensif terhadap kemampuan observasi, reaksi, dan prediksi dari sistem AEB. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa enam dari sembilan kendaraan gagal dalam menghindari tabrakan, sementara hanya tiga model yang berhasil lolos uji coba. Ketiga model tersebut adalah Voyah Free+, Xiaomi YU7, dan Zhijie R7.
Hasil Uji Coba yang Mengkhawatirkan
Dari ketiga model yang lulus uji coba, Zhijie R7 memang berhasil memicu AEB, tetapi pada saat-saat terakhir, mobil ini melindas tali penarik (tow belt) skuter listrik. Meskipun demikian, setelah verifikasi data dan latar belakang secara cermat, dipastikan bahwa Zhijie R7 berpotensi menghindari tabrakan, sehingga hasil kelulusannya dianggap valid.
Adapun model-model yang gagal dalam uji coba ini, antara lain:
- Jike 007: Gagal dan bertabrakan karena jarak pengereman yang tidak memadai.
- Zhiji LS6: Gagal karena tidak ada deselerasi maupun peringatan dini yang diberikan, dan berakhir dengan tabrakan.
- BYD Han L: Bertabrakan karena kekuatan pengereman yang tidak mencukupi (insufficient braking force).
- Ledao L60: Bertabrakan akibat kekuatan pengereman yang tidak memadai.
- XPeng G7: Bertabrakan karena keterlambatan pengereman (delayed braking).
- Weipai Lanshan: Bertabrakan karena kegagalan dalam mengurangi kecepatan dan memberikan peringatan dini.
Pentingnya Performa AEB dalam Skenario Kompleks
Hasil uji coba ini menekankan bahwa meskipun fitur AEB merupakan teknologi keselamatan penting, performanya dapat sangat bervariasi antar merek, terutama dalam skenario lintas jalan yang kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AEB tidak selalu menjamin keselamatan sepenuhnya, tergantung pada kualitas dan keandalan sistem yang digunakan.
Tantangan dalam Pengembangan Teknologi Keselamatan
Pengujian ini juga membuka wawasan tentang tantangan yang dihadapi produsen otomotif dalam mengembangkan teknologi keselamatan. Meskipun banyak merek telah mengimplementasikan fitur AEB, masih ada celah dalam efektivitasnya dalam situasi nyata. Ini menunjukkan bahwa perlu adanya inovasi dan peningkatan kualitas sistem bantuan mengemudi agar lebih mampu menghadapi berbagai skenario di jalan raya.
Selain itu, uji coba ini juga menyoroti pentingnya pengujian yang lebih menyeluruh dan realistis sebelum fitur-fitur seperti AEB dinyatakan siap digunakan oleh konsumen. Dengan begitu, keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya bisa lebih terjamin.



