Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 17 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Trump selidiki Powell, Rupiah Berpotensi Naik
Pariwisata

Trump selidiki Powell, Rupiah Berpotensi Naik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Nilai tukar rupiah memiliki peluang untuk menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan hari ini (12/2). Penguatan tersebut didorong oleh berita mengenai penyelidikan kriminal yang dilakukan oleh Jaksa Federal AS terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell.

“Pembukaan penyelidikan kriminal atas Powell oleh Trump menyebabkan penurunan yang cukup signifikan pada indeks dolar AS, sehingga rupiah berpotensi menguat,” ujar Analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada sumber lokal, Senin (12/2).

Namun, Lukman menekankan bahwa indeks dolar AS masih mengalami fluktuasi. Di sisi domestik, investor juga sedang menantikan pengumuman data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis hari ini.

“Rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp 16.750 per dolar AS hingga Rp 16.900 per dolar AS,” kata Lukman.

Meski ada prediksi penguatan, nilai tukar rupiah pada pagi hari ini masih dibuka melemah. Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka pada level Rp 16.840 per dolar AS, turun 21 poin atau 0,12% dari penutupan sebelumnya.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana juga memproyeksikan hal serupa. “Kemungkinan besar rupiah akan menguat ke level Rp 16.800 per dolar AS,” ujarnya.

Fikri menjelaskan bahwa ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed semakin terbuka, dengan kemungkinan penurunan lebih dari dua kali 25 basis poin pada tahun 2026. Selain itu, data penjualan mobil dan motor domestik AS pada akhir 2025 juga menunjukkan peningkatan.

Di sisi domestik, Fikri menyebutkan bahwa ekspektasi masuknya dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN) semakin positif. “Hal ini terjadi karena strategi penerbitan SBN secara masif di awal tahun yang kemungkinan akan dilakukan oleh pemerintah,” ujar Fikri.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

  • Perkembangan Eksternal
  • Penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan dampak negatif terhadap indeks dolar AS. Hal ini membuat rupiah memiliki peluang untuk menguat.
  • Ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed pada tahun 2026 menjadi faktor pendukung bagi penguatan rupiah.

  • Perkembangan Internal

  • Investor sedang menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis hari ini.
  • Strategi penerbitan SBN secara masif di awal tahun meningkatkan minat investor asing terhadap instrumen keuangan Indonesia.

Prediksi Pergerakan Rupiah

  • Prediksi dari Analis
  • Lukman Leong memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS.
  • Fikri C Permana memprediksi penguatan rupiah ke level Rp 16.800 per dolar AS.

  • Kondisi Awal Perdagangan

  • Pagi ini, rupiah dibuka melemah dengan harga Rp 16.840 per dolar AS.

Perkembangan Terkini

  • Data Ekonomi Internasional
  • Peningkatan penjualan mobil dan motor domestik AS pada akhir 2025 menjadi indikator positif yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
  • Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed memicu harapan akan kebijakan moneter yang lebih longgar.

  • Strategi Pemerintah

  • Pemerintah mungkin melakukan strategi front loading dalam penerbitan SBN untuk menarik dana asing.

Dengan berbagai faktor yang saling memengaruhi, nilai tukar rupiah hari ini tetap menjadi fokus utama para analis dan investor. Perkembangan eksternal dan internal akan terus diawasi untuk menentukan arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal

13 Juni 2026

Libur Sekolah, Sleman Target 450 Ribu Wisatawan

13 Juni 2026

Pesona Danau Pauh, Wisata Alam Menarik di Jangkat Merangin Jambi

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

13 Juni 2026

Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

13 Juni 2026

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?