Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Transisi Bersih: B50 Ancam Kesehatan Fiskal Akibat Kehilangan Devisa CPO
Ekonomi

Transisi Bersih: B50 Ancam Kesehatan Fiskal Akibat Kehilangan Devisa CPO

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebijakan Biodiesel B50: Solusi atau Beban Fiskal?



Transisi Bersih, sebuah lembaga think tank yang berfokus pada isu ekonomi dan lingkungan berkelanjutan, menyoroti potensi tekanan fiskal baru yang dapat muncul dari implementasi kebijakan biodiesel B50. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada Juli 2026 dan dianggap memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Aimatul Yumna, seorang peneliti Transisi Bersih, menjelaskan bahwa secara kumulatif, kebijakan biodiesel wajib telah menghasilkan dampak negatif terhadap neraca ekonomi sebesar lebih dari Rp 409,6 triliun selama periode 2015 hingga 2024. Ia menyatakan bahwa setiap penghematan impor solar sebesar Rp 1 justru diimbangi dengan biaya sekitar Rp 1,48 dalam bentuk kehilangan devisa ekspor CPO dan subsidi biodiesel.

Laporan Transisi Bersih yang berjudul “Mandatory Biodiesel B50 di Indonesia: Solusi Ketahanan Energi atau Beban Ekonomi Baru?” menunjukkan bahwa meskipun kebijakan biodiesel berhasil menekan impor solar dan meningkatkan ketahanan energi nasional, hal tersebut juga memicu beban fiskal yang semakin besar.

Kerugian Neraca Ekonomi

Salah satu kerugian terbesar berasal dari hilangnya potensi pendapatan ekspor CPO akibat pengalihan minyak sawit ke pasar domestik untuk kebutuhan biodiesel. Pada tahun 2024, nilai kehilangan devisa ini diperkirakan mencapai Rp 197,8 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan penghematan impor solar sebesar Rp 153 triliun pada tahun yang sama.

Implementasi B50 diperkirakan membutuhkan sekitar 19 juta ton CPO atau setara 36% dari total produksi minyak sawit nasional. Hal ini akan memengaruhi ekspor sawit Indonesia hingga 43% dibandingkan level 2022. Potensi kehilangan devisa dari program ini mencapai US$ 10 miliar hingga 12 miliar per tahun.

Masalah Distribusi Dana BPDPKS

Selain masalah fiskal, laporan Transisi Bersih juga mengkritik ketimpangan distribusi manfaat dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kepala Sawit (BPDPKS). Dari total dana yang dikelola, sekitar 93,28% dialokasikan untuk subsidi biodiesel. Sementara itu, program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang menyasar jutaan petani kecil hanya mendapat sekitar 4,11%.

Abdurrahman Arum, Direktur Eksekutif Transisi Bersih, menyatakan bahwa saat ini level B40 sudah berada di ambang toleransi fiskal dan neraca komoditas sawit nasional. Ia menilai implementasi B50 belum layak dilakukan tanpa peningkatan produktivitas sawit yang signifikan melalui peremajaan lahan dan reformasi tata kelola industri.

Subsidi yang Menjadi Beban

Alin Halimatussadiah, Analis Ekonomi Kebijakan LPEM FEB UI, menjelaskan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah melalui dua skema. Pertama, melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, dana yang disalurkan lewat BPDPKS.

Alin meminta pemerintah mengevaluasi rencana ekspansi B40 ke B50. Selama ini, pemerintah menanggung beban subsidi yang besar dan tidak pasti, karena subsidi dihitung berdasarkan selisih harga acuan global CPO dan solar yang dibayarkan dengan biaya pungutan melalui BPDPKS.

Selain itu, pemerintah harus menanggung biaya subsidi untuk menjamin harga tetap biosolar di angka Rp 6.800 yang dibebankan ke APBN. “Pada skema B40 saja beban subsidi pemerintah sudah berat. Jadi, pemerintah harus memikirkan dan mendesain ulang skema subsidi agar punya tujuan jelas ke arah keterjangkauan harga biosolar atau ke arah produktivitas industri sawit,” kata Alin.

Rekomendasi Transisi Bersih

Transisi Bersih merekomendasikan pemerintah untuk menetapkan syarat ketat sebelum implementasi B50 dilakukan. Syarat ini mencakup:

  • Reformasi formula harga biodiesel
  • Realokasi dana BPDPKS agar lebih banyak berpihak pada petani kecil dan produktivitas sawit
  • Pembatasan penggunaan CPO domestik agar tidak melebihi 25% total produksi nasional

Laporan Transisi Bersih ini juga mendorong pemerintah untuk mempercepat diversifikasi energi terbarukan di luar biodiesel berbasis sawit. Transisi Bersih menilai energi Surya, panas bumi, dan hidro skala kecil memiliki potensi jauh lebih besar dan lebih efisien secara fiskal untuk mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

“Ketahanan energi tidak boleh dibangun dengan menciptakan kerentanan fiskal baru. Indonesia membutuhkan strategi transisi energi yang lebih berimbang, berkelanjutan, dan tidak terlalu bergantung pada subsidi,” ujar Abdurrahman.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?