Evakuasi Korban Longsor di Aceh Tengah
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi puluhan warga yang terjebak akibat longsor di kawasan Bur Lintang dekat Genting, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (18/4/2026), dan sekitar 30 lebih pengendara yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak terjebak karena akses jalan tertutup material longsoran.
Selain itu, tujuh mobil dan enam sepeda motor juga ikut tertahan di lokasi. Dengan informasi yang diperoleh sekitar pukul 21.00 WIB, tim SAR langsung melakukan evakuasi. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, tim menghadapi kendala berupa longsor susulan sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Akibatnya, personel harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Koordinator SAR Basarnas Aceh Tengah, Amri, menjelaskan bahwa saat tiba di lokasi, sebagian besar warga sudah dalam kondisi relatif aman. Namun, terdapat satu keluarga yang terdiri dari seorang mertua, menantu, dan seorang anak yang mengalami kedinginan akibat hujan deras dan suhu dingin di bawah 15 derajat Celsius.
Ketiganya kemudian diprioritaskan untuk dievakuasi oleh tim SAR. “Ketiganya sudah dalam kondisi basah kuyup dan kedinginan, sehingga langsung kami evakuasi ke Unit Siaga SAR Takengon untuk mendapatkan penanganan,” kata Amri.
Dalam proses evakuasi, tim SAR bahkan memberikan pakaian kerja mereka kepada korban, khususnya anak-anak, untuk mencegah risiko hipotermia. Adapun korban yang dievakuasi yakni Muradi (60), Mahirahiriya (7), dan Ona Riliarosali (26), warga Gelampang, Kecamatan Linge.
Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 21.35 WIB dan langsung berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk melakukan pembersihan material longsor di badan jalan. Sekitar pukul 22.05 WIB, proses evakuasi terhadap korban yang mengalami kedinginan dilakukan, dan pada pukul 22.50 WIB tim bersama korban tiba di Unit Siaga SAR Takengon.
Para korban kemudian mendapatkan penanganan dan bermalam di Unit Siaga SAR, mengingat akses menuju rumah mereka masih tertutup longsor. Sekitar pukul 24.00 WIB, tim SAR Gabungan berhasil membersihkan material longsor sehingga akses jalan di kawasan tersebut kini sudah bisa kembali dilintasi kendaraan.
Pada Minggu (19/4/2026) pagi, korban yang dievakuasi tim Basarnas telah dijemput oleh anggota keluarganya dari kantor Basarnas Takengon.
Pembersihan Jalan yang Tertimbun Longsor
Sementara itu, prajurit TNI Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan aksi gotong royong membersihkan jalan yang tertimbun material longsor di Desa Mendala, Kecamatan Kebayakan, guna menormalkan kembali lintasan tersebut.
“Gotong royong ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Letkol Raden mengatakan, pembersihan ini setelah terjadinya longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, sehingga menyebabkan material berupa tanah, batu, hingga ranting pohon menutup total badan jalan di sana.
Ia menegaskan, pengerahan prajurit ini merupakan bagian dari respons cepat TNI dalam mengatasi kesulitan rakyat di wilayah teritorialnya. “Kami hadir untuk memastikan akses jalan bisa segera kembali digunakan sehingga aktivitas masyarakat tidak terhambat terlalu lama,” ujarnya.
Dandim menyebutkan, proses normalisasi difokuskan pada titik-titik terparah agar kendaraan kecil seperti roda dua dapat segera melintas. Meski medan cukup berat, sinergi antara anggota TNI dan warga membuat pekerjaan terasa lebih ringan.
Proses pembersihan masih terus berlangsung secara intensif. Meski sebagian badan jalan sudah mulai bisa dilalui secara terbatas, tetapi masyarakat diimbau untuk terus waspada.
“Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan deras,” demikian Letkol Inf Raden Herman Sasmita.



