Pengumuman Kelulusan dan Asesmen Kenaikan Kelas di SDN No. 38 Hulontalangi
Di tengah suasana yang penuh antusiasme, SDN No. 38 Hulontalangi, Kota Gorontalo, menggelar pengumuman kelulusan bagi siswa kelas VI. Acara ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan asesmen kenaikan kelas tertulis yang diikuti sekitar 270 siswa dari kelas I hingga V. Hal ini menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan kenaikan kelas para siswa.
Kepala Sekolah SDN No. 38 Hulontalangi, Tisnawati Botutihe, menjelaskan bahwa kegiatan ini berjalan lancar dan tertib. Pihak sekolah melakukan dua agenda sekaligus, yaitu pengumuman kelulusan kelas VI dan asesmen kenaikan kelas untuk siswa kelas I hingga V.
” Hari ini pengumuman kelulusan kelas enam dengan asesmen (ulangan) kelas satu sampai lima,” ujar Tisnawati. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah siswa kelas VI yang lulus mencapai 63 orang, sementara jumlah peserta asesmen mencapai sekitar 270-an siswa.
Penilaian kenaikan kelas tidak hanya berdasarkan hasil ujian semata. Sekolah mengacu pada standar Dinas Pendidikan, termasuk akumulasi nilai tugas harian, kehadiran, dan aspek lainnya. “Tentu akumulasi dengan tugas-tugas harian, kehadiran dan lain-lain,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, siswa mengerjakan dua mata pelajaran setiap hari. Khusus hari Jumat, hanya satu mata pelajaran yang diujikan. Meski sebagian besar siswa dapat mengikuti asesmen dengan baik, Tisnawati mengakui kemungkinan siswa tidak naik kelas tetap ada apabila tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Ia menyebut kondisi tersebut umumnya terjadi pada siswa yang tidak pernah mengikuti ujian maupun tidak aktif hadir di sekolah.
“Biasanya ada (tinggal kelas) yang tidak pernah ulangan sama sekali dan yang tidak pernah hadir,” ungkapnya. Sebelum keputusan akhir ditetapkan, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan orang tua siswa. Dalam beberapa kasus, terdapat kesepakatan bersama antara sekolah dan orang tua terkait keputusan tinggal kelas karena siswa tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Meski demikian, jumlahnya relatif sedikit.
“Namun jumlahnya hanya satu dua orang saja,” katanya. Tisnawati juga memastikan pelaksanaan asesmen tahun ini berlangsung tanpa kendala berarti. Hanya terdapat siswa yang tidak hadir karena alasan kedukaan keluarga.
“Alhamdulillah tidak ada kendala, hanya saja ada yang tidak hadir karena kedukaan, namun akan ada ujian susulannya,” ujarnya. Ia menambahkan, asesmen kali ini dilaksanakan secara langsung menggunakan lembar soal tertulis. Sebelumnya sekolah sempat menerapkan ujian berbasis Google Form, namun metode tersebut dinilai belum dapat menjangkau seluruh siswa. Hal ini karena tidak semua orang tua memiliki ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengikuti ujian secara daring.
Berdasarkan pantauan, suasana di ruang-ruang kelas berlangsung tertib. Guru-guru memberikan arahan mengenai tata cara pengisian soal sebelum ujian dimulai. Para siswa tampak fokus mengerjakan soal dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru.
Di luar kelas, sejumlah orang tua memilih menunggu selama anak-anak mereka mengikuti ujian. Salah satunya Agustina Lahay, orang tua siswa kelas I. Ia mengaku sengaja menunggu anaknya sejak pagi hingga jam pulang sekolah. “Iyah anak saya juga ikut ujian, anak saya kelas 1B,” katanya. Sebagai orang tua, Agustina mengaku memberikan perhatian khusus kepada anaknya menjelang pelaksanaan ujian dengan mengingatkan untuk belajar di rumah.
“Ini sudah ujian kedua, ujian kenaikan, jadi memang harapannya anak saya bisa mengisi atau mengerjakannya,” ujarnya. Agustina diketahui berasal dari Kelurahan Tanjung Keramat, Kecamatan Hulondalangi. Setiap hari ia mengantar sekaligus menjemput anaknya di sekolah. “Pagi saya antar dan saya tunggu sampai pulang,” katanya. Meski di wilayah tempat tinggalnya terdapat sekolah dasar lain, Agustina tetap memilih menyekolahkan anaknya di SDN No. 38 Hulontalangi. “Iya ada tapi suka di sini,” pungkasnya.



