Identitas Lima Anggota TNI AL yang Diduga Menganiaya Guru SMK di Melonguane Terungkap
Beberapa waktu lalu, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Pelabuhan Umum Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Seorang guru SMK bernama Berkam Saweduling (BS) diduga menjadi korban penganiayaan oleh lima oknum anggota TNI AL. Kini, identitas kelima pelaku tersebut telah terungkap melalui rilis resmi dari TNI AL.
Berikut adalah daftar nama-nama pelaku yang terlibat dalam kejadian ini:
- Praka R
- Praka J
- Praka F
- Praka S
- Praka H
Kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 hingga 23.30 WITA. Korban, Berkam Saweduling, merupakan seorang guru SMK yang tinggal di wilayah tersebut. Menurut keterangan sementara, peristiwa ini berawal dari kesalahpahaman ketika korban menegur para prajurit yang diduga dalam kondisi mabuk.
Proses Hukum yang Dilakukan
Para oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung dalam kejadian ini telah diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL). TNI AL secara tegas menyatakan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan anarkis seperti ini. Selain itu, proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain korban utama, enam anggota keluarga korban juga sempat mengalami kekerasan sebelum situasi dinyatakan kondusif. Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat setempat, yang kemudian mendatangi Mako Lanal untuk menuntut kejelasan.
Penjelasan Pihak TNI AL
Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Ops, menegaskan bahwa seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Hal ini sebagai bentuk komitmen TNI AL menjaga disiplin dan profesionalisme institusi.
“Kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL,” ujar dia.
Saat ini, para oknum tersebut sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh POM AL dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Situasi di Melonguane telah kembali kondusif,” kata dia.
Pihak Lanal Melonguane juga telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban. Selain itu, Danlanal melakukan koordinasi dan mediasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga korban untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
Namun, proses hukum tetap berlanjut. Ia juga mengimbau masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang dan menjaga ketertiban serta kondusifitas di wilayah tersebut.
Respons Masyarakat dan Tokoh Adat
Godfried Timpua, Tokoh Adat Melonguane, menyambut baik langkah POM AL dalam mengamankan para pelaku. Ia menegaskan bahwa pengawalan masyarakat tetap diperlukan hingga proses hukum tuntas dan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.
“Masyarakat dan tokoh adat berharap langkah tegas POM AL ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota TNI agar tidak melakukan tindakan sewenang-wenang, serta tetap menjaga marwah hukum dan adat di wilayah perbatasan utara NKRI,” ujarnya.
Di sisi lain, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, menjelaskan bahwa pihak Lanal telah melakukan mediasi dengan keluarga korban dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik.
“Semua sudah terselesaikan dengan baik,” ujar Yogie Kuswara. Ia menegaskan bahwa pihak Lanal siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI. “Para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan dipastikan diproses di pengadilan militer, sesuai dengan ketentuan yang ada,” tegasnya.



