Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 5 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Telinga berdenging saat terbang? Cek risiko ear barotrauma di sini!
Pariwisata

Telinga berdenging saat terbang? Cek risiko ear barotrauma di sini!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Telinga yang terasa berdenging atau tersumbat saat melakukan perjalanan udara sering kali menjadi masalah yang mengganggu. Hal ini disebabkan oleh perubahan tekanan udara yang tiba-tiba, yang bisa memengaruhi keseimbangan telinga tengah. Kondisi ini dikenal dengan istilah ear barotrauma atau aerotitis.

Apa Itu Ear Barotrauma?

Ear barotrauma terjadi ketika tekanan udara di lingkungan sekitar tidak seimbang dengan tekanan di dalam telinga. Kondisi ini umumnya dialami saat seseorang naik ke ketinggian, seperti dalam penerbangan, menggunakan lift di gedung tinggi, atau menyelam. Saat pesawat lepas landas atau mendarat, perubahan tekanan tersebut dapat menyebabkan gendang telinga tidak bergetar secara normal, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Meski biasanya bersifat sementara, kondisi ini bisa sangat mengganggu dan bahkan berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran jika tidak segera ditangani.

Gejala yang Muncul

Beberapa gejala umum dari ear barotrauma meliputi:

  • Rasa tidak nyaman di telinga
  • Telinga terasa tersumbat
  • Pendengaran terganggu hingga hilang

Dalam kasus yang lebih parah, penderita mungkin mengalami:

  • Rasa nyeri tinggi
  • Tekanan di telinga
  • Hilangnya pendengaran
  • Telinga mendenging
  • Vertigo
  • Pendarahan di telinga

Jika gejala-gejala tersebut bertahan selama beberapa hari, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Siapa yang Berisiko Terkena?

Risiko mengalami ear barotrauma meningkat apabila seseorang sedang mengalami demam, flu, atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini dapat memicu peradangan pada saluran eustachius, yaitu saluran penghubung antara telinga tengah dan tenggorokan. Akibatnya, telinga sulit menyeimbangkan tekanan.

Bayi dan anak-anak kecil juga cenderung lebih rentan karena saluran eustachius mereka masih kecil dan belum berkembang sepenuhnya. Selain itu, orang-orang dengan bentuk tubuh abnormal, seperti polip hidung atau septum hidung bengkok, serta mereka yang memiliki infeksi atau penyakit pada pendengaran, juga lebih rentan terhadap kondisi ini.

Cara Menghindari atau Mengobati

Untuk mencegah atau mengurangi risiko ear barotrauma, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Tetap terjaga saat akan terbang atau mendarat.
  • Lakukan gerakan menelan, mengunyah, atau menguap, terutama saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat.
  • Hindari terbang saat sedang mengalami infeksi pada pernapasan atau pendengaran.
  • Minum obat alergi sekitar satu jam sebelum pesawat lepas landas.
  • Lakukan Gerakan Valsalva: cubit hidung dan tiup melalui hidung perlahan-lahan sambil mulut tertutup. Ulangi beberapa kali, terutama saat mendarat.
  • Gunakan semprotan hidung untuk mengurangi hidung tersumbat.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, risiko terjadinya ear barotrauma dapat diminimalisir. Namun, jika gejala tetap terasa setelah beberapa hari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Kapal Pelni KM Dobonsolo 8-19 Juli: Rute Sorong-Manokwari-Jayapura-Biak-Makassar-Surabaya-Jakarta

11 Juli 2026

Jadwal Kapal Pelni 2026 Nunukan-Parepare: Tiket Masih Ada Diskon

11 Juli 2026

10 Hal Kecil yang Disukai Pramugari dari Penumpang saat Naik Pesawat

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?