Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 29 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Tamagotchi bangkit usia 30, permintaan meningkat global
Teknologi

Tamagotchi bangkit usia 30, permintaan meningkat global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Mainan virtual asal Jepang, Tamagotchi, kembali menarik perhatian setelah memasuki usia 30 tahun. Produk yang sempat populer pada tahun 1990-an ini kini mengalami peningkatan permintaan di berbagai negara, terutama karena tingginya minat Generasi Z terhadap produk-produk retro dan nostalgia.

Total produksi Tamagotchi telah melampaui 100 juta unit secara global hingga Agustus 2025. Mainan tersebut telah dipasarkan ke sekitar 50 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, dengan total 37 model yang dirilis sejak pertama kali diluncurkan pada 1996. Kebangkitan terbaru ini menandai gelombang keempat popularitas Tamagotchi. Gelombang pertama terjadi pada 1996–1997 saat produk ini memicu antrean panjang di Jepang dan cepat terjual habis. Gelombang kedua muncul pada 2004 dengan hadirnya fitur komunikasi inframerah antarperangkat, disusul gelombang ketiga pada 2008 ketika layar berwarna diperkenalkan.

Tahun ini, permintaan kembali menguat setelah peluncuran model ke-37 bertajuk Tamagotchi Paradise pada Juli 2025. Versi terbaru ini menghadirkan fitur konektivitas antarpengguna yang memungkinkan karakter Tamagotchi berinteraksi lebih kompleks, mulai dari bertarung, membentuk keluarga, hingga memiliki keturunan. Inovasi ini memperluas pengalaman bermain sekaligus memperpanjang siklus hidup produk.



Selain itu, Tamagotchi Paradise memperkenalkan dial zoom in/out yang memungkinkan pengguna mengamati hewan virtual mereka dari perspektif kosmik hingga tingkat seluler. Fitur baru ini dinilai sebagai upaya Bandai Namco untuk menjaga relevansi Tamagotchi di tengah persaingan industri mainan digital dan gim mobile.

Lonjakan penjualan juga ditopang oleh segmen konsumen dewasa atau kidult, istilah bagi orang dewasa yang tetap menikmati mainan bernuansa anak-anak. Miyuki Nakashima dari divisi perencanaan korporasi Bandai menjelaskan bahwa banyak orang tua yang pernah bermain Tamagotchi kini membeli produk tersebut untuk dibagikan kepada anak-anak mereka.

“Dukungan dari kidult menjadi faktor penting. Mereka ingin berbagi mainan yang mereka cintai di masa kecil dengan anak-anak mereka,” ujarnya.



Namun, peningkatan fitur dan biaya komponen turut berdampak pada harga jual. Tamagotchi Paradise dibanderol 5.800 yen atau sekitar USD 40 sebelum pajak, hampir tiga kali lipat dibandingkan harga model pertama yang dijual 1.980 yen.

Meski demikian, Bandai Namco tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang produk tersebut. Taro Tsuji, Managing Director sekaligus Chief Tamagotchi Officer Bandai, mengatakan Tamagotchi telah menjadi simbol lintas generasi.

“Sejak diluncurkan, Tamagotchi dicintai di seluruh dunia karena menghadirkan kegembiraan merawat dan menumbuhkan kehidupan. Kami ingin terus mengembangkan mainan ini agar tetap relevan dan menginspirasi lintas generasi dan negara,” katanya.

Dengan pameran khusus 30 tahun Tamagotchi yang dibuka untuk publik di Tokyo pekan ini, Bandai Namco berharap momentum nostalgia dan inovasi dapat terus mendorong permintaan, sekaligus memperkuat posisi Tamagotchi sebagai salah satu waralaba mainan paling sukses di dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?