Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 28 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Tamagotchi bangkit usia 30, permintaan melonjak ke berbagai negara
Teknologi

Tamagotchi bangkit usia 30, permintaan melonjak ke berbagai negara

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tamagotchi, Mainan Virtual Jepang yang Kembali Populer di Usia 30 Tahun

Mainan virtual asal Jepang, Tamagotchi, kembali mengalami kebangkitan setelah 30 tahun berdiri. Produk yang sempat menjadi ikon pada tahun 1990-an ini kini kembali diminati oleh banyak kalangan, terutama Generasi Z yang menyukai produk retro dan nostalgia.

Bandai Namco, produsen utama Tamagotchi, mengungkapkan bahwa total produksi Tamagotchi telah melampaui 100 juta unit secara global hingga Agustus 2025. Produk ini telah dipasarkan ke sekitar 50 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, dengan total 37 model yang dirilis sejak pertama kali diluncurkan pada 1996.

Kebangkitan terbaru Tamagotchi menandai gelombang keempat popularitasnya. Gelombang pertama terjadi pada 1996–1997 saat produk ini memicu antrean panjang di Jepang dan cepat habis terjual. Gelombang kedua muncul pada 2004 dengan hadirnya fitur komunikasi inframerah antarperangkat, disusul gelombang ketiga pada 2008 ketika layar berwarna diperkenalkan.

Tahun ini, permintaan kembali meningkat setelah peluncuran model ke-37 bertajuk Tamagotchi Paradise pada Juli 2025. Versi terbaru ini menghadirkan fitur konektivitas antarpengguna yang memungkinkan karakter Tamagotchi berinteraksi lebih kompleks, mulai dari bertarung, membentuk keluarga, hingga memiliki keturunan. Inovasi ini memperluas pengalaman bermain sekaligus memperpanjang siklus hidup produk.

Selain itu, Tamagotchi Paradise memperkenalkan dial zoom in/out yang memungkinkan pengguna mengamati hewan virtual mereka dari perspektif kosmik hingga tingkat seluler. Fitur baru ini dinilai sebagai upaya Bandai Namco untuk menjaga relevansi Tamagotchi di tengah persaingan industri mainan digital dan gim mobile.

Lonjakan penjualan juga ditopang oleh segmen konsumen dewasa atau kidult, istilah bagi orang dewasa yang tetap menikmati mainan bernuansa anak-anak. Miyuki Nakashima dari divisi perencanaan korporasi Bandai menjelaskan bahwa banyak orang tua yang pernah bermain Tamagotchi kini membeli produk tersebut untuk dibagikan kepada anak-anak mereka.

“Dukungan dari kidult menjadi faktor penting. Mereka ingin berbagi mainan yang mereka cintai di masa kecil dengan anak-anak mereka,” ujarnya.

Namun, peningkatan fitur dan biaya komponen turut berdampak pada harga jual. Tamagotchi Paradise dibanderol 5.800 yen atau sekitar USD 40 sebelum pajak, hampir tiga kali lipat dibandingkan harga model pertama yang dijual 1.980 yen.

Meski demikian, Bandai Namco tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang produk tersebut. Taro Tsuji, Managing Director sekaligus Chief Tamagotchi Officer Bandai, mengatakan Tamagotchi telah menjadi simbol lintas generasi.

“Sejak diluncurkan, Tamagotchi dicintai di seluruh dunia karena menghadirkan kegembiraan merawat dan menumbuhkan kehidupan. Kami ingin terus mengembangkan mainan ini agar tetap relevan dan menginspirasi lintas generasi dan negara,” katanya.

Dengan pameran khusus 30 tahun Tamagotchi yang dibuka untuk publik di Tokyo pekan ini, Bandai Namco berharap momentum nostalgia dan inovasi dapat terus mendorong permintaan, sekaligus memperkuat posisi Tamagotchi sebagai salah satu waralaba mainan paling sukses di dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?