Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 25 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Strategi Friderica Mengubah Bursa: Perlindungan Investor Ritel dan Pemberantasan Saham Gorengan
Ekonomi

Strategi Friderica Mengubah Bursa: Perlindungan Investor Ritel dan Pemberantasan Saham Gorengan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kepemimpinan Baru OJK Berjanji Percepat Reformasi Pasar Modal

Pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengumumkan rencana besar untuk mempercepat reformasi pasar modal. Dalam konferensi pers yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta pada Sabtu (31/1/2026) malam, ia menekankan komitmen otoritas untuk meningkatkan kualitas emiten, melindungi investor ritel, serta memberantas praktik saham gorengan.

Friderica, yang telah ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan bahwa langkah-langkah ini sangat penting dalam menghadapi gejolak pasar belakangan ini. Ia menyebutkan bahwa kebijakan yang akan diterapkan bersifat holistik, mencakup perbaikan kualitas saham yang diperdagangkan, peningkatan literasi investor, serta penerapan hukum yang tegas dan konsisten.

Peningkatan Likuiditas dan Free Float

Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah peningkatan minimal free float sebesar 15%. Free float merujuk pada jumlah saham suatu perusahaan yang bisa diperdagangkan secara bebas di pasar reguler. OJK juga berkomitmen untuk meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar modal dengan memaksimalkan peran liquidity provider.

Selain itu, OJK akan mendorong partisipasi lebih besar dari investor institusional, seperti asuransi dan dana pensiun milik pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah ingin menaikkan batas maksimal investasi di instrumen saham menjadi 20%, dari saat ini sebesar 8%.

“Kami tetap memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan governance,” ujar Friderica, yang akrab dipanggil Kiki.

Penguatan Transparansi dan Pengawasan

OJK juga akan meningkatkan transparansi pemegang saham melalui kewajiban transparansi ultimate beneficial ownership (UBO) dan affiliated party disclosure. Selain itu, penguatan due diligence dan KYC oleh perusahaan efek akan diperkuat.

Isu saham gorengan juga menjadi fokus utama. Friderica berjanji akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, termasuk penyelidikan terhadap praktik memanipulasi pasar. OJK akan mendorong penegakan hukum yang memberikan efek jera, serta penguatan pengawasan market conduct, termasuk kepada para influencer.

Reformasi Governance dan Struktur Bursa

Selain itu, OJK akan melakukan reformasi governance dan mengurangi konflik kepentingan. Salah satu langkahnya adalah demutualisasi bursa, yang akan mengubah struktur kelembagaan dan perluasan kepemilikan. Reformasi ini akan diikuti oleh perubahan dalam governance process dan struktur di self regulatory organization, yaitu di Bursa, KPEI, dan KSEI.

Friderica juga menjelaskan bahwa otoritas akan memperluas aktivitas bank umum di pasar modal melalui revisi Undang-Undang Nomor 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dengan langkah-langkah ini, OJK berharap dapat menciptakan lingkungan pasar modal yang lebih sehat, aman, dan transparan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?