Pelaku Pembunuhan dan Rudapaksa Balita di Cilacap Terungkap
Kasus pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap seorang balita berusia 4 tahun di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah memicu keguncangan masyarakat. Korban yang dikenal dengan inisial EH menghilang pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian ini akhirnya terungkap setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam sebuah karung.
Penemuan Jasad Korban
Jasad EH ditemukan pada Jumat (30/1/2026) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Lokasi penemuan berada di dekat rumah korban, tepatnya di sebuah rumah kontrakan milik tetangga. Karung berisi jasad tersebut disembunyikan di sudut kamar mandi, dekat septic tank. Kondisi korban sangat mengenaskan, terbungkus plastik hitam dan dimasukkan ke dalam karung.
Menurut pengakuan salah satu tetangga, Novi, pelaku GR ikut aktif dalam proses pencarian sejak Kamis malam. Hal ini membuat tidak ada warga yang mencurigai GR. “Kami sudah nyari dari kemarin sore, sampai malam, sampai pagi. Terus ketemunya ya pagi ini, di rumah sini (tetangga korban-Red),” ujar Novi.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, GR (20 tahun) melakukan aksi keji tersebut karena dorongan nafsu akibat sering menonton film dewasa melalui ponsel. Pada Kamis (19/1/2026), saat tersangka berada di rumah sendirian, ia berniat melakukan pencabulan terhadap korban.
Tersangka menggandeng tangan korban dan menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Setelah pintu ditutup, korban diperintahkan untuk membuka pakaian dalam. Namun, korban menolak dan mulai menjerit serta menangis. Perbuatan itu membuat tersangka panik, sehingga ia membekap mulut korban.
Setelah korban diam, tersangka membawanya ke kamar mandi dan membenamkan kepalanya ke dalam ember hingga meninggal dunia. Usai memastikan korban tewas, GR masih sempat melakukan tindakan asusila. Jasad korban kemudian dibungkus dengan kantong plastik dan dimasukkan ke dalam karung. Karung tersebut lalu diletakkan di bagian belakang rumah, tepatnya di dekat kandang burung dara, dan ditutup dengan asbes bekas untuk menyamarkan keberadaannya.
Profil Pelaku
GR diketahui merupakan seorang pengangguran yang tinggal bersama orangtuanya di sebuah rumah kontrakan di permukiman padat penduduk. Ia berasal dari Kabupaten Purbalingga dan ikut merantau ke Cilacap. Selama ini, GR tidak memiliki pekerjaan tetap. Polisi menyebut bahwa kecanduan video dewasa menjadi salah satu faktor utama yang mendorong GR melakukan perbuatan keji tersebut.
Reaksi Masyarakat
Kasus ini menimbulkan duka mendalam bagi warga sekitar. Banyak dari mereka tidak menyangka bahwa GR, yang tampaknya normal dan ikut dalam pencarian korban, justru menjadi pelaku. Penghuni rumah kontrakan tempat jasad korban ditemukan juga turut membantu pencarian sejak malam sebelumnya, sehingga tidak ada yang curiga.
Kesimpulan
Kasus pembunuhan dan rudapaksa terhadap balita di Cilacap ini menjadi peringatan penting tentang bahaya kecanduan konten dewasa dan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap lingkungan sekitar. Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan anak-anak.



