Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 16 October 2026
Trending
  • Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la CerĂ¡mica
  • Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu
  • Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan
  • Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk
  • Cara melacak HP Android yang hilang, kunci layar dan hapus data dari jarak jauh
  • Lampaui target 13,3 persen, program servis motor gratis SMK se-Jatim raih rekor MURI
  • 5 cara mengoptimalkan otak anda di dunia yang didominasi AI menurut psikologi
  • Saat bencana menguji literasi kita, refleksi Hari Aksara Internasional 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Setelah Nataru, Harga Cabai Semarang Makin Pedas
Ragam

Setelah Nataru, Harga Cabai Semarang Makin Pedas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 January 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peningkatan Harga Cabai di Pasar Simongan Semarang

Setelah perayaan Tahun Baru 2026, harga cabai di sejumlah pasar di Kota Semarang, Jawa Tengah mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini menyebabkan pedagang kesulitan dalam menjual produk mereka karena menurunkan daya beli masyarakat.

Pantauan terhadap Pasar Simongan Kota Semarang menunjukkan bahwa harga cabai meningkat dalam lima hari terakhir di awal tahun ini. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tersebut pada Jumat (2/1). Pada saat itu, Zulhas menyatakan bahwa harga cabai stabil. Namun, empat hari kemudian, yaitu pada Senin (5/1), harga cabai kembali naik.

Rukinah (60), seorang pedagang cabai di Los Pasar Simongan, mengungkapkan bahwa harga cabai yang tinggi memengaruhi penjualan. Ia hanya menjual tiga jenis cabai, yaitu rawit setan, keriting merah, dan keriting hijau. Harga cabai rawit setan mencapai Rp 70.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 60.000. Cabai keriting merah kini dijual dengan harga Rp 50.000, sedangkan cabai keriting hijau berada di kisaran Rp 25.000.

Menurut Rukinah, kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda daerah produksi cabai. Hujan terus-menerus mengganggu proses produksi dan distribusi. Ia juga menyebutkan bahwa kenaikan harga terasa selama liburan Natal dan Tahun Baru, meskipun mulai menurun seiring waktu.

Selain itu, Rukinah mengeluhkan rendahnya jumlah pembeli yang masuk ke pasar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penjual di luar pasar. Menurutnya, pasar seharusnya menjadi tempat pertemuan antara pembeli dan penjual. Namun, banyak pembeli dicegat oleh penjual di luar pasar, sehingga tidak jadi membeli di pasar.

Ia berharap pemerintah dapat menertibkan “pasar liar” tersebut. Menurutnya, diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia menunjuk adanya penjual cabai di pinggir jalan dan juga penjualan melalui online seperti lokapasar.

Data Harga Cabai di Pasar Simongan

Berdasarkan pantauan di laman Siharpa (Sistem Informasi Harga Pasar) milik Dinas Perdagangan Kota Semarang, terdapat kenaikan harga cabai sebagai berikut:

  • Cabai tampar: dari Rp 47.200 menjadi Rp 53.700
  • Cabai rawit merah: dari Rp 52.200 menjadi Rp 59.600
  • Cabai besar: dari Rp 50.400 menjadi Rp 55.500
  • Cabai rawit hijau: dari Rp 59.800 menjadi Rp 58.300

Harga sebelumnya tercatat pada Jumat (2/1) dan kenaikan terjadi pada Senin (5/1).

Dengan situasi ini, para pedagang dan masyarakat semakin khawatir akan dampak ekonomi yang muncul akibat kenaikan harga cabai. Pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah efektif untuk menstabilkan harga dan menjaga kelancaran perdagangan di pasar-pasar tradisional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Apple gelar acara Welcome Home hari ini, ini 3 produk yang diprediksi meluncur

16 October 2026

Duel Pelindung Cat Mobil: Ceramic Coating vs PPF, Mana yang Terbaik?

16 October 2026

Senjakala Mobil Bensin: Pangsa Pasar Anjlok di Bawah 50%

15 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la CerĂ¡mica

16 October 2026

Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu

16 October 2026

Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan

16 October 2026

Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk

16 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?