Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 2 November 2026
Trending
  • 6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS
  • Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak
  • Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT
  • Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League
  • Prediksi skor Fulham vs Crystal Palace: The Cottagers lolos lewat adu penalti
  • Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia
  • Cicilan Motor DP 0% Diperpanjang hingga 2027, Ini Simulasi Lengkapnya
  • Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Rabu 28 Oktober: Cek Lengkapnya di Sini!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Sekjen SPP Bantah Tuduhan Penganiayaan Ajengan di Cikatomas
Nasional

Sekjen SPP Bantah Tuduhan Penganiayaan Ajengan di Cikatomas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 April 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjelasan Sekjen SPP Mengenai Dugaan Penganiayaan Ajengan di Tasikmalaya

Sejumlah isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang ajengan atau sesepuh di Kabupaten Tasikmalaya, kini mendapat penjelasan dari pihak terkait. Menurut Agustiana, Sekretaris Jenderal Serikat Petani Pasundan (SPP), peristiwa tersebut tidak benar-benar terjadi seperti yang disampaikan dalam narasi viral.

Agustiana menegaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota SPP, termasuk Supriadi, terhadap ajengan Yani. Ia menyatakan bahwa insiden yang terjadi hanya berupa cekcok antara Supriadi dengan ketua RT setempat, tanpa adanya kontak fisik. Hal ini juga didukung oleh video yang beredar, yang menunjukkan bahwa tidak ada penganiayaan sama sekali.

“Kalau memang ada, silakan visum dan buat laporan. Orang yang dituduh menganiaya juga sudah saya serahkan dan saya titipkan ke Kasat Intel, silahkan periksa,” ujar Agustiana saat ditemui di Sekretariat SPP Kabupaten Garut.

Perbedaan Fakta dan Narasi Viral

Menurut Agustiana, informasi yang beredar di media sosial jauh dari kenyataan. Video yang viral menunjukkan pertengkaran antara Supriadi dengan seorang ketua RT, bukan dengan ajengan Yani. Ia juga menjelaskan bahwa ajengan Yani tidak berada di lokasi kejadian saat insiden terjadi.

Selain itu, kondisi ajengan Yani yang sempat dirawat di rumah sakit disebut sebagai akibat dari penyakit yang ia alami, bukan karena penganiayaan. “Yang videonya viral itu bukan antara Ajengan Yani dengan Supriadi, tapi antara Supriadi dan seorang ketua RT. Kontak fisik ga ada. Yang ada papasean berdebat kemudian selesai sudah saling maafkan, ada videonya juga,” tambahnya.

Komentar atas Pernyataan Gubernur Jawa Barat

Agustiana menyayangkan adanya narasi yang menyebutkan bahwa pelaku telah ditangkap oleh aparat. Menurutnya, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Ia menegaskan bahwa dirinya sendiri yang menyerahkan pelaku ke Kasat Intel, dan hal ini bisa dibuktikan melalui video.

“Padahal bukan ditangkap, saya yang menyerahkan nya sendiri, menyerahkan ke Kasat Intel, ada videonya bisa saya buktikan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa sedang merumuskan langkah hukum terkait pernyataan gubernur yang dinilai membantu penyebaran fitnah. “Saya sedang merumuskan untuk menuntut gubernur. Masuk unsur penyebaran fitnah atau tidak,” lanjutnya.

Penjelasan Terkait Pelaku dan Korban

Agustiana juga menjelaskan bahwa pelaku, Supriadi, dalam kondisi baik dan merupakan anggota Badan Bermusyawaratan Desa. Ia menyarankan siapa pun yang ingin mengetahui fakta lebih lanjut dapat memeriksa langsung pihak yang dituduh.

Namun, ia menilai bahwa isu ini sengaja dibuat untuk menciptakan kesan negatif terhadap organisasi SPP. “Ini sudah liar, tidak logis. Polisi sekarang tertekan takut tergiring opini massa, jangan sampai sampai mengambing hitamkan dia Supriadi,” ujarnya.

Proses Penyelidikan Polisi

Meski demikian, kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib. Polres Tasikmalaya telah melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, inisial S. Informasi awal menyebutkan bahwa korban bernama Abdul Yani (70) mengalami luka di bagian wajah setelah dianiaya oleh oknum berinisial S.

Korban diketahui merupakan warga Kampung Surian, Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Insiden terjadi pada Rabu (15/4/2026) saat korban mendatangi kebun garapannya untuk mengambil singkong, namun dihadang dan dianiaya oleh oknum tersebut.

Setelah kejadian, warga sekitar meminta aparat hukum untuk segera mengusut tuntas aksi premanisme ini. Pihak kepolisian mengklaim bahwa mereka telah bertindak sesuai prosedur hukum yang berlaku, dan terduga pelaku sudah diamankan di Polres Tasikmalaya.

“Setelah upaya anggota gabungan berbagai fungsi melakukan pendekatan, akhirnya terduga pelaku mendatangi Polres dan saat ini dalam pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ipda Agus.

Kesimpulan

Agustiana meminta semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini. Namun, ia yakin bahwa fakta akan terungkap dan tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota SPP terhadap ajengan Yani.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026

Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League

2 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?