Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra
  • Herdman Ungkap Dua Pemain Baru Usai Pantau Super League
  • Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?
  • 9 wakil Indonesia mulai perjuangan di hari pertama Thailand Masters 2026
  • Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum
  • Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga
  • Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup
  • Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป Sebelum Instruksi KDM, Kuningan Tutup Keran Sawit Sejak Awal 2025
Hukum

Sebelum Instruksi KDM, Kuningan Tutup Keran Sawit Sejak Awal 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebijakan Larangan Penanaman Kelapa Sawit di Kabupaten Kuningan

Kabupaten Kuningan telah mengambil langkah tegas dalam melarang seluruh aktivitas penanaman kelapa sawit sejak 1 Agustus 2025. Keputusan ini diambil jauh sebelum instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait larangan serupa di tingkat provinsi. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah yang berbasis pertanian ramah lingkungan dan tata ruang berbasis konservasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa larangan tersebut telah ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Bupati yang berlaku untuk seluruh wilayah kabupaten. Kebijakan ini bukanlah respons sesaat, melainkan hasil dari kajian mendalam yang mempertimbangkan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi daerah.

“Sejak awal 2025 kami sudah menegaskan bahwa Kabupaten Kuningan tidak membuka ruang bagi perkebunan kelapa sawit. Surat edaran pelarangan berlaku efektif per 1 Agustus 2025,” ujar Wahyu Hidayah pada Jumat (9/1/2026). Menurutnya, pengembangan sawit dinilai tidak sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Kuningan selama ini mengandalkan sektor pertanian pangan, hortikultura, dan perkebunan nonsawit yang lebih adaptif terhadap kondisi agroklimat serta memiliki dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat lokal. Selain itu, dari sisi tata ruang, kelapa sawit tidak tercantum sebagai komoditas yang diperbolehkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kuningan.

Setiap bentuk usaha perkebunan wajib mengikuti peruntukan ruang dan prinsip pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Larangan tersebut kembali diperkuat pada Maret 2025 melalui penegasan kebijakan internal pemerintah daerah, seiring meningkatnya minat penanaman sawit di wilayah perbatasan kabupaten.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah melakukan pengawasan lapangan dan inspeksi mendadak untuk mencegah pembukaan lahan baru. Hasil pengawasan terbaru menemukan sekitar 3.000 bibit kelapa sawit yang disiapkan untuk ditanam di lahan seluas 24 hektare di Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin. Pemerintah daerah langsung menghentikan rencana penanaman tersebut dan mengingatkan pelaku usaha agar mematuhi kebijakan yang berlaku.

“Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang sudah terlanjur memiliki tanaman sawit, kami imbau untuk melakukan alih komoditas secara bertahap,” ujar Wahyu. Ia menambahkan, Diskatan diarahkan untuk mendampingi proses transisi ekonomi tersebut dengan mendorong pengembangan komoditas alternatif yang dinilai lebih berkelanjutan, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan non-sawit, serta tanaman kehutanan berbasis konservasi.

Pendekatan ini diharapkan tetap menjaga produktivitas lahan sekaligus melindungi daya dukung lingkungan. Kebijakan Kuningan tersebut kini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang pada akhir Desember 2025 menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 187/PM.05.02.01/PEREK tentang larangan penanaman kelapa sawit di seluruh wilayah provinsi. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa Kuningan telah mengambil langkah lebih awal sebagai bentuk konsistensi arah pembangunan ekonomi lokal.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra

28 Januari 2026

Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?

28 Januari 2026

Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra

28 Januari 2026

Herdman Ungkap Dua Pemain Baru Usai Pantau Super League

28 Januari 2026

Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?

28 Januari 2026

9 wakil Indonesia mulai perjuangan di hari pertama Thailand Masters 2026

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?