Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Satu Tahun Berjalan, Dampak Ekonomi Program MBG Dinilai Rendah
    Ekonomi

    Satu Tahun Berjalan, Dampak Ekonomi Program MBG Dinilai Rendah

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 December 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan ibu hamil di Indonesia. Selain itu, program ini juga bertujuan sebagai penggerak ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja. Setelah berjalan selama satu tahun, apakah tujuan tersebut sudah tercapai?

    Menurut peneliti Senior Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan, secara teoritis, MBG seharusnya mampu menstimulasi aktivitas ekonomi dalam skala besar. Hal ini terutama melalui sektor-sektor padat karya seperti pertanian, perikanan, dan pengolahan makanan.

    Dengan proses penyediaan makanan, sektor-sektor tersebut akan mengalami peningkatan. Proses ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja yang luas melalui dapur-dapur MBG. Namun, ia menambahkan bahwa setelah berjalan sekitar satu tahun, dampak MBG terhadap perekonomian secara agregat masih belum signifikan.

    “Memang kalau dilihat data agregatnya, walaupun program MBG sudah bisa menciptakan berapa ratus ribu lapangan kerja gitu, di sektor pertanian ataupun yang terkait dengan dapur MBG, cuma secara agregat makroekonominya pengaruhnya itu masih belum besar,” tutur Deni kepada Indonesiadiscover.com, Jumat (19/12/2025).

    Hal itu disebabkan oleh besarnya alokasi anggaran sekitar Rp 71 triliun lebih pada tahun ini yang belum berdampak optimal karena tingkat penyerapan dan penggunaan dana masih sangat terbatas. Realisasi anggaran baru mencapai sebagian kecil serta jumlah dapur MBG yang masih relatif sedikit.

    Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, belanja program MBG hingga akhir November 2025 telah mencapai Rp 52,9 triliun, atau baru terserap 74,6% dari target pagu APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 71 triliun.

    Deni menegaskan, apabila anggaran MBG tersebut tidak diiringi dengan implementasi yang baik, maka akan muncul kehilangan kesempatan atau opportunity loss. Sumber daya yang ada seharusnya dapat dimanfaatkan pada sektor lain yang berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih tinggi, baik terhadap peningkatan output maupun penciptaan lapangan kerja.

    Kekurangan dalam Pengelolaan Program MBG

    Dalam kesempatan berbeda, Ekonom dari Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengungkapkan bahwa kelemahan program MBG adalah pada pengelolaan yang sentralistis, dari mulai kepemilikan dapur hingga supplier bahan baku.

    “Akibatnya, MBG tidak optimum menggerakkan ekonomi daerah dan kerakyatan,” ungkap Wija.

    Menurutnya, kondisi tersebut akan berbeda apabila program MBG didesain sebagai program yang partisipatif, di mana Pemda dan komunitas lokal ikut dilibatkan dan berkontribusi. Pun dengan anggaran yang digelontorkan akan menjadi katalisator bagi anggaran yang lebih besar dan bertumbuhnya aktifitas ekonomi lokal.

    Pentingnya Perbaikan dalam Implementasi

    Terkait dengan penciptaan lapangan kerja, ia menilai, pola sentralistis non-partisipatoris ini membuat lapangan kerja yang diciptakan sangat terbatas.

    “Berbagai perbaikan harus dilakukan, sehingga MBG mempunyai dampak ekonomi dan sosial yang lebih besar,” tandasnya.

    Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

    Untuk meningkatkan efektivitas program MBG, beberapa langkah penting perlu dilakukan. Pertama, perlu adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua, sistem pengelolaan harus lebih transparan dan partisipatif agar semua pihak dapat terlibat secara aktif.

    Selain itu, perlu adanya evaluasi berkala terhadap realisasi anggaran dan dampak ekonomi yang dihasilkan. Dengan demikian, program ini dapat terus disempurnakan agar benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

    Kesimpulan

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas gizi dan perekonomian nasional. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan dalam pengelolaan, partisipasi masyarakat, dan peningkatan efisiensi penggunaan anggaran. Dengan langkah-langkah yang tepat, program ini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?