Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Reuni Gelap Conte: Juventus Hancurkan Napoli 3-0 di Allianz Stadium
  • Kunci Gitar dan Lirik Lagu Batamu Mangko Bapisah – Anyqu feat Aprilian : Cinta Tinggal Kenangan
  • Gresik United Tetap di Liga 3 Nusantara, Kalahkan Perseden 1-0
  • Musyawarah Kerja KONI Sultra: Program 2026 dan Penentuan Tujuan Pekan Olahraga Provinsi
  • Persib Bandung Kembali ke Puncak, Berguinho Jadi Pahlawan Kemenangan Lawan PSBS Biak
  • Giveaway Disangka Settingan, Willie Salim: Ini Bentuk Hiburan, Bukan Niat Menipu
  • Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan
  • Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป Santriwati Hilang, Didatangi Utusan Pelaku di Bangkalan
Hukum

Santriwati Hilang, Didatangi Utusan Pelaku di Bangkalan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



BANGKALAN, Indonesiadiscover.com

– Seorang korban pencabulan yang merupakan anak dari seorang kiai di pondok pesantren Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan hilang sejak Rabu (7/1/2026).

Sebelum kejadian, pihak keluarga melihat dua orang datang ke rumahnya. Mereka diduga merupakan utusan salah satu pelaku berinisial S.

Psikolog korban, Mutmainah menjelaskan bahwa pada Selasa (6/1/2026) malam, ibu korban sedang shalat dan masih melihat putrinya menonton televisi di ruang keluarga. Setelah selesai shalat, ibunya meminta korban untuk segera tidur.

“Jam 00.30 WIB hari rabu itu, ibunya masih melihat korban menonton TV dan menyuruh korban segera tidur,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Sementara itu, ibu korban masuk ke kamar dan berbaring di atas kasur. Pintu kamar sengaja dibuka agar bisa memantau korban dari kamar tersebut.

“Lalu, ibunya itu ketiduran dan terbangun jam 01.00 WIB, ibunya langsung melihat ke arah ruang televisi dan tidak melihat korban,” ungkapnya.

Ibu korban kemudian memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Akibatnya, ia panik dan berteriak sehingga membangunkan keluarga yang lain. Seluruh keluarga lalu mencari keberadaan korban, tetapi tidak ditemukan.

“Korban tidak membawa ponsel dan saat itu televisi dan kipasnya masih menyala,” ungkapnya.

Di malam itu juga, pihak keluarga melakukan pencarian dari Kecamatan Galis ke Kecamatan Blega, lalu mencari ke arah barat hingga ke wilayah Suramadu. Namun korban tak juga ditemukan.

“Sampai hari ini korban masih belum ada kabar,” ucap Mutmainah.

Selain itu, dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa dua hari sebelum kejadian, ada dua orang datang ke rumahnya dan bertemu dengan korban. Diduga, dua orang itu merupakan utusan dari S untuk menyampaikan pesan kepada korban.

“Keluarga lalu mencari dua santri itu. Setelah ketemu, mereka mengaku disuruh seseorang (S) untuk menyampaikan pesan ke korban. Karena korban sudah tidak bisa dihubungi,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, setelah dilakukan penelusuran dari media sosial Instagram korban, terdapat Direct Messenger (DM) dari S yang diduga salah satu pelaku aksi pencabulan itu.

“Ada DM juga dari S yang berisi ajakan nikah siri dan bujuk rayu terhadap korban,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Ali Maulidi mengatakan, pihak keluarga telah melaporkan hilangnya korban itu ke Polres Bangkalan pada Kamis, 8 Januari 2026. Hingga kini, belum ada perkembangan dari laporan tersebut.

“Sampai saat ini korban masih belum ketemu,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi dugaan pencabulan dilakukan oleh salah satu pengajar sekaligus salah satu anak kiai di pondok pesantren yang berada di Kecamatan Galis berinisial UF.

Setelah kejadian itu, korban melapor pada orangtuanya dan berlanjut dilaporkan ke Polda Jatim pada Senin (1/12/2025) malam.

Setelah laporan itu, polisi terus melakukan pemeriksaan dan tersangka UF diserahkan pada Rabu (10/12/2025) lalu. Dari hasil pendalaman kasus itu, terungkap bahwa pelaku tidak hanya satu orang.

Namun, korban mengaku aksi pencabulan juga dilakukan oleh S yang merupakan adik dari tersangka UF. Adanya fakta tersebut membuat pihak keluarga turut melaporkan S atas dugaan tindak pencabulan terhadap korban.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

915 Kontainer Limbah B3 Tertahan di Batu Ampar, BP Batam Minta Kejelasan Pusat

28 Januari 2026

WNI Tertipu Scam di Kamboja

28 Januari 2026

Pria Bekasi Dianiaya Saat Warung Dirampok

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Reuni Gelap Conte: Juventus Hancurkan Napoli 3-0 di Allianz Stadium

29 Januari 2026

Kunci Gitar dan Lirik Lagu Batamu Mangko Bapisah – Anyqu feat Aprilian : Cinta Tinggal Kenangan

29 Januari 2026

Gresik United Tetap di Liga 3 Nusantara, Kalahkan Perseden 1-0

29 Januari 2026

Musyawarah Kerja KONI Sultra: Program 2026 dan Penentuan Tujuan Pekan Olahraga Provinsi

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?