Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 13 September 2026
Trending
  • Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan
  • Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru
  • Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!
  • Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan
  • Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ
  • Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat
  • Kakek-nenek Aceh terkendala di Malaysia saat pergi ke Mekkah
  • Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah Rekor Terendah, Menkeu Purbaya Jamin APBN Aman dan Ekonomi Tangguh
Ekonomi

Rupiah Rekor Terendah, Menkeu Purbaya Jamin APBN Aman dan Ekonomi Tangguh

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rupiah Kembali Melemah, Pemerintah Tetap Optimis

Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan yang cukup signifikan, mendekati angka Rp17.900 per dolar AS. Angka ini menjadi salah satu level terendah dalam sejarah mata uang Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap menegaskan bahwa kondisi fiskal dan ekonomi nasional masih aman serta dalam kontrol.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pergerakan kurs rupiah saat ini sudah dipertimbangkan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan bahwa anggaran negara masih dalam kondisi yang stabil meskipun rupiah melemah ke posisi saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (31/5/2026). Menurutnya, pergerakan nilai tukar tidak akan mengganggu kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan maupun aktivitas pemerintahan.

Fokus pada Fundamental Ekonomi

Purbaya menekankan bahwa pemerintah lebih memprioritaskan memperkuat fundamental ekonomi nasional daripada hanya fokus pada pergerakan jangka pendek mata uang. Ia menilai bahwa kekuatan mata uang pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang mendasarinya.

“Secara teori, ketika ekonomi suatu negara kuat, mata uangnya juga akan ikut menguat. Saat ini fokus kami adalah memastikan ekonomi domestik terus tumbuh kuat,” ujarnya.

Menurut Menteri Keuangan, prospek ekonomi Indonesia masih sangat menjanjikan dibandingkan banyak negara lain. Ia menyebut laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi kedua tertinggi di antara negara-negara anggota G20, hanya berada di bawah India. Capaian ini menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi nasional masih solid meskipun menghadapi tekanan global dan gejolak pasar keuangan internasional.

Investasi Asing Masih Menarik Perhatian

Pemerintah juga optimistis arus investasi asing akan terus masuk ke Indonesia. Masuknya investasi, khususnya Foreign Direct Investment (FDI), diyakini dapat membantu memperkuat nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. Purbaya menilai investor global akan terus melirik Indonesia karena menawarkan peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain di kawasan.

Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Masyarakat

Di sisi lain, analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, pelemahan rupiah mulai memberikan dampak nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terutama kelompok kelas menengah. Ia menilai kelompok ini menghadapi tekanan ganda akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan hidup yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan.

Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam beberapa bulan terakhir. “Banyak masyarakat kelas menengah yang turun kasta menjadi kelas bawah. Pengangguran dari Januari sampai Maret sudah mencapai lebih dari 14 ribu orang,” kata Ibrahim.

Ia mengungkapkan risiko gelombang PHK masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Bahkan, terdapat indikasi sekitar 9.000 pekerja tambahan berpotensi kehilangan pekerjaan dalam dua bulan mendatang.

Daya Beli Mulai Melemah

Ibrahim mengatakan tanda-tanda penurunan daya beli sudah terlihat di sejumlah pusat perdagangan dan pasar tradisional. Aktivitas jual beli masih berlangsung, tetapi jumlah konsumen dinilai tidak seramai sebelumnya. Banyak masyarakat kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan hanya memprioritaskan kebutuhan pokok.

“Kalau kita lihat sekarang banyak yang berjualan, tetapi pembelinya sedikit. Ini menunjukkan dampak pelemahan rupiah mulai terasa terhadap daya beli masyarakat,” jelasnya.

Selain faktor nilai tukar, kenaikan biaya distribusi barang dari daerah penghasil ke wilayah konsumen juga menjadi salah satu penyebab harga kebutuhan masyarakat terus meningkat. Ibrahim memperingatkan bahwa jika daya beli terus menurun sementara lapangan pekerjaan terbatas, tekanan ekonomi akan semakin berat bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Meski pemerintah meyakini kondisi ekonomi nasional masih kuat, perkembangan nilai tukar rupiah dan kondisi daya beli masyarakat diperkirakan akan tetap menjadi perhatian utama dalam beberapa bulan mendatang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

31 Agustus 2026

Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

31 Agustus 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?