Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah melemah pagi ini, pertemuan BEI-OJK dengan MSCI jadi penyebab
Ekonomi

Rupiah melemah pagi ini, pertemuan BEI-OJK dengan MSCI jadi penyebab

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rupiah Melemah terhadap Dolar AS pada Awal Pekan

Pada hari Rabu (4/2) pagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg yang diakses pada pukul 09.32 WIB, rupiah berada di level 16.767, turun sebanyak 13 poin atau 0,08% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Menurut Fikri C Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, ada beberapa faktor baik domestik maupun global yang memengaruhi pelemahan rupiah pada pagi ini. Salah satu faktor domestik adalah hasil pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hasil keputusan dari pertemuan tersebut disebut menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah.

“Sentimen dari hasil keputusan BEI dan OJK di pagi ini,” ujar Fikri dalam wawancaranya dengan Indonesiadiscover.com, Rabu (4/2).

Selain itu, angka Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga menjadi faktor lain yang turut memengaruhi kondisi rupiah. Di sisi internasional, kenaikan Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat pada Desember 2025 menjadi salah satu penyebab pelemahan rupiah. Selain itu, ekspektasi bahwa Kevin Warsh akan bersikap hawkish juga turut memengaruhi pasar.

Komentar Menteri Keuangan Mengenai Nilai Tukar Rupiah

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa dirinya tidak akan kesulitan untuk menjaga nilai tukar rupiah di level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat jika ia menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia (BI).

“Saya pikir, (rupiah) bergerak menuju Rp 15.000 per US$ tidak akan sulit, jika saya berada di posisi mereka (bank sentral),” kata Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Jakarta, Selasa (3/2).

Purbaya menjelaskan bahwa peran utama BI adalah mengendalikan stabilitas mata uang. Ia menegaskan bahwa saat ini, tingkat rupiah terlalu rendah dibandingkan dengan fundamentalnya. Mata uang regional lainnya menguat terhadap dolar AS, sementara rupiah justru melemah.

Ia merasa khawatir dengan pergerakan rupiah yang mendekati Rp 17.000 per US$. Namun, menurutnya, depresiasi saat ini tidak akan menciptakan krisis seperti yang terjadi pada tahun 1997 hingga 1998. Purbaya juga memastikan bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang ia pimpin sebagai ketua, akan melakukan antisipasi terhadap pelemahan rupiah yang lebih dalam.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rupiah

Beberapa faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah meliputi:

  • Faktor Domestik
  • Hasil pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI
  • Angka PMI Manufaktur Indonesia

  • Faktor Internasional

  • Kenaikan Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat
  • Ekspektasi sikap hawkish dari Kevin Warsh

Tantangan dan Harapan untuk Rupiah

Meskipun rupiah sedang menghadapi tekanan, para ahli dan pejabat terkait tetap optimis bahwa langkah-langkah yang diambil oleh otoritas keuangan dapat membantu stabilisasi nilai tukar. KSSK, yang dipimpin oleh Purbaya, telah siap untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat dan pelaku bisnis untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan ekonomi secara berkala. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan lembaga keuangan, diharapkan rupiah dapat kembali pulih dan stabil dalam waktu dekat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?