Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 7 Februari 2026
Trending
  • Spesifikasi Suzuki Jimny 5-Pintu yang Pernah Jadi Incaran, Tertarik Membelinya?
  • Harga bekas Honda Stylo 2025, cocok untuk touring
  • Harga mobil bekas Isuzu Panther 1998, Rp 50 jutaan jelang Lebaran
  • Zeekr 7X akan Dirilis di IIMS 2026 Besok
  • Siap-siap: Komponen Ini Minta Ganti Jika Ada Oli di Drat Busi
  • Lambang Flying Lady Rolls-Royce Dulu Jadi Tutup Radiator
  • Geely Perkenalkan Zeekr 009 dan 7X di IIMS 2026
  • Dealer Geely Siap Layani Penggemar Aletra
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Rumah Warga Kramat Jati Dirusak Preman, Tiga Anak Alami Trauma
Hukum

Rumah Warga Kramat Jati Dirusak Preman, Tiga Anak Alami Trauma

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyerangan Intimidasi di Kramat Jati, Keluarga Korban Trauma

Di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur, sebuah kejadian yang menimpa warga Jalan Dukuh menjadi perhatian masyarakat. Pada hari Kamis (22/1/2026), rumah milik Yazid Mutaqin menjadi sasaran intimidasi oleh kelompok yang diduga preman. Aksi ini tidak hanya merusak properti korban, tetapi juga meninggalkan trauma pada tiga anak pemilik rumah.

Pada saat kejadian, Yazid sedang bekerja, sehingga hanya istri dan tiga orang anaknya yang berada di dalam rumah. Para pelaku datang tanpa mengucapkan salam, langsung merusak gembok gerbang rumah. Aksi mereka tercatat dalam rekaman CCTV yang ada di teras rumah korban.

Tidak hanya itu, para pelaku juga menyiram air ke seluruh peralatan elektronik di dalam rumah. Bahkan, salah satu penghuni rumah yang sedang makan disiram air. Selain itu, meteran listrik korban juga dirusak. Beruntung, kejadian ini tidak sampai menyebabkan kebakaran akibat korsleting listrik.

Yazid menjelaskan bahwa aksi para pelaku dilakukan dengan tujuan untuk memicu korsleting listrik dan kebakaran. Mereka juga mengunci pintu dari luar, mengurung anak dan istri korban di dalam rumah. Hal ini membuat ketiga anaknya mengalami gangguan psikis akibat trauma melihat kondisi rumah yang diacak-acak.

Menurut Yazid, penyebab penyerangan ini berkaitan dengan masalah pekerjaan antara dirinya dan salah satu pelaku bernama Heru. Menurutnya, Heru belum memberikan uang DP sebesar 50 persen sesuai batas waktu yang ditentukan. Akibatnya, para pelaku datang melakukan intimidasi ke rumah keluarganya, meskipun anak dan istri Yazid menjadi korban utama.

Yazid sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Timur agar para pelaku bisa segera diproses secara hukum. Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku karena kejadian ini telah terjadi dua kali. Pada pertemuan pertama, para pelaku hanya membentak-bentak istri Yazid, tetapi pada kejadian kedua, mereka merusak barang-barang elektronik hingga kendaraan milik korban.

Respons dari Pihak Kepolisian

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, mengakui bahwa pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian pasca peristiwa tersebut. Istri dari korban melaporkan kejadian ini melalui call center 110, dan anggota polisi langsung meluncur ke lokasi.

Fadoli menjelaskan bahwa masalah ini terkait proyek di Bali. Meski pembayaran sudah dilakukan, dugaannya tidak ada pengerjaan yang dilakukan. Oleh karena itu, pelaku meminta sisa uang dikembalikan. Karena sering ditagih namun uang tidak dikembalikan, terduga pelaku menyewa debt collector untuk menagih uang.

Ia memastikan bahwa tidak ada kontak fisik selama kejadian. Namun, ia mengakui bahwa tiga anak-anak korban mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Para pelaku hanya menyiram air dan merusak mobil, seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV.

Fadoli juga mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menerima aduan dari korban melalui call center. Ia sempat menyarankan agar masalah pekerjaan diselesaikan di kantor. Sayangnya, hal ini belum selesai, dan terus terjadi penyerangan ke rumah korban.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sosok GR, Pelaku Pembunuhan Balita 4 Tahun di Cilacap, Jasad Mungil Ditemukan dalam Karung

5 Februari 2026

Ketegaran Ayah Yasid di Mongkrang Dihentikan, Tangis dan Pelukan Tim SAR Minta Maaf

5 Februari 2026

Pekerjaan Mbah Kirno Sebelum Ditahan 20 Tahun di Kandang Besi, 1980 Dikenang Warga

5 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Spesifikasi Suzuki Jimny 5-Pintu yang Pernah Jadi Incaran, Tertarik Membelinya?

7 Februari 2026

Harga bekas Honda Stylo 2025, cocok untuk touring

7 Februari 2026

Harga mobil bekas Isuzu Panther 1998, Rp 50 jutaan jelang Lebaran

7 Februari 2026

Zeekr 7X akan Dirilis di IIMS 2026 Besok

7 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?