Pelantikan Sekjen Kemenkeu oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Pada Jumat (27/3/2026), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pelantikan ini dilakukan di Kantor Kemenkeu, Jakarta. Sebelumnya, Marbun menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Robert Leonard Marbun lahir pada 23 Juni 1970 di Medan, Sumatra Utara. Ia lulus dari Fakultas Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjajaran (Unpad). Selain itu, ia juga menempuh pendidikan magister di Saitama University, Jepang, dengan mengambil jurusan Policy Analysis, dan meraih gelar doktor dalam bidang Philosophy in Economics di Kobe University.
Riwayat Karier Robert Leonard Marbun
Marbun bukanlah orang asing di lingkungan Kemenkeu. Ia pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Bea Cukai pada tahun 2011. Pada Oktober 2012, dirinya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi.
Tahun 2015 menjadi awal bagi Marbun dalam posisi sebagai Direktur Kepabeanan Internasional selama setahun. Setelah itu, ia menduduki jabatan sebagai Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga. Pada 17 April 2018, Marbun dipercaya untuk menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Komisioner PT Waskita Karya dari tahun 2019 hingga 2021. Pada masa sebelumnya, Marbun juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan BKPM.
Janji dan Harapan dari Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Dalam sumpahnya, Marbun berjanji akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti kepada bangsa dan negara. Ia juga menyatakan akan menjunjung etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh tanggung jawab. Dalam sumpahnya, ia berharap Tuhan membantunya menjalankan tugas jabatan dengan baik.
Setelah mengucapkan sumpah, Marbun menandatangani berita acara sebagai bentuk resmi pelantikannya sebagai Sekjen Kemenkeu. Menkeu Purbaya memberikan pesan kepada Marbun agar melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh pejabat sebelumnya dan meminta koordinasi secara tim.
“Kita harus belajar koordinasi, kerja tim itu yang ditunjukkan Heru di posisinya sekjen berhasil kerja tim yang bagus. Kalau nggak ada Bapak Heru pasti saya berantakan hari kesatu kedua ketiga,” ujar Purbaya.
Tantangan Geopolitik yang Dihadapi Kemenkeu
Purbaya juga meminta Marbun untuk dapat menghadapi tantangan geopolitik yang kini tengah dihadapi. Ia menilai hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Kemenkeu.
“Sekarang geopolitik, kita bisa jaga BBM di level sekarang kita jago dibanding menteri negara-negara lain. Saya ditanya presiden gimana BBM? Aman Pak artinya ada tindakan kita bisa menyelematkan itu dan itu belum terpublikasikan baik di Kemenkeu. Pak Robert memastikan itu dipahami masyarakat,” kata Purbaya.
Profil Harta Kekayaan Robert Leonard Marbun
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK periodik 2024 yang dilaporkannya pada 8 Maret 2025, Marbun tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp11,54 miliar.
Rincian harta kekayaannya meliputi dua bidang tanah dan bangunan di Tangerang Selatan, Banten, senilai Rp4,37 miliar. Selain itu, ia juga memiliki dua mobil merek Honda CR-V dan Honda HRV dengan total nilai Rp538 juta. Marbun juga memiliki aset berupa harta bergerak lainnya senilai Rp50,5 juta, surat berharga Rp4,17 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp2,43 miliar.



