Perempuan Indonesia di Dunia Desain dan Arsitektur: Representasi Kekuatan Kartini Abad ke-21
Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April menjadi momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Hari ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk merenungkan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Sejak saat itu, banyak perempuan Indonesia yang terus berkontribusi di berbagai bidang, termasuk desain dan arsitektur.
Dalam rangka memperingati hari istimewa ini, CASA Indonesia menghadirkan kisah-kisah perempuan inspiratif yang telah membuktikan bahwa wanita mampu menciptakan karya luar biasa sambil tetap menjaga esensi perannya sebagai ibu dan istri.
1. Wendy Djuhara

Wendy Djuhara adalah salah satu tokoh utama dalam dunia arsitektur Indonesia. Sebagai Principal Architect di Djuhara+Djuhara, ia telah berkarya selama 25 tahun. Ia membuktikan bahwa wanita dapat sukses dalam industri yang didominasi oleh pria selama memiliki hasrat dan kemampuan yang kuat.

Beberapa proyek yang telah ia kerjakan seperti Pantjoran Tea House dan Dominica menunjukkan keahlian dan kreativitasnya dalam mendesain ruang yang indah dan fungsional.

Project Pantjoran Tea House / djuhara + djuhara (@djuhara.djuhara)

Project Dominica / Liandro Siringoringo
2. Trianzani Sulshi

Trianzani Sulshi, Principal Architect di Studio Aliri, adalah sosok kreatif yang juga memiliki bakat dalam desain panggung. Baginya, sosok Ibu adalah teladan yang mengajarkan pentingnya keseimbangan antara karier dan keluarga.

Ketika berbicara tentang pengaruh Ibu dalam hidupnya, Trianzani menyebut bahwa sosok tersebut memberinya motivasi untuk terus berkarya dan menjadi lebih baik.

Tangkup Pavilion Studio Aliri X Timberlab (@studioaliri) / The Flying Whale co.
3. Shinta Lauw

Shinta Lauw, founder Elite Grahacipta, telah berkiprah dalam dunia desain selama 49 tahun. Ia menegaskan bahwa konsistensi, dedikasi, dan reputasi adalah kunci kesuksesan.

Dalam wawancara dengan CASA, ia menyampaikan pesan penting bagi perempuan Indonesia: jangan pernah berhenti belajar dan berkembang.

Elite Grahacipta (@elitegrahacipta)
4. Mira Prihatini

Mira Prihatini, desainer interior di Interior Design Mira & Associates, juga aktif dalam berbagai komunitas. Ia berhasil menjalani beberapa peran sekaligus, termasuk sebagai ibu, istri, dan founder Benda Design Hub.

Peran-peran tersebut saling melengkapi dan membentuk kepribadiannya yang unik dan penuh semangat.

Project Dharmawangsa (@miraandassociates)
5. Daliana Suryawinata

Sebagai Co-founder SHAU dan Associate Professor di Monash University Indonesia, Daliana Suryawinata adalah contoh perempuan visioner yang terus berkembang. Ia belajar dari sosok ibunya yang selalu bersemangat belajar.

Prinsip kuat dalam dirinya membuat karyanya mampu menyampaikan narasi dan dialog yang bermakna.

Microlibrary (@shauarchitects) / Archdaily
6. Tama Florentina

Tama Florentina, Founder dan CEO Moire Rugs, merupakan contoh perempuan yang mampu menyeimbangkan kehidupan profesional dan keluarga. Ia percaya bahwa menetapkan batasan waktu sangat penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Ia mengatakan bahwa keseimbangan ini adalah kunci keberhasilan dalam menjalani berbagai peran.

Moire Rugs Dharmawangsa (@moirerugs)
7. Jessica Soekidi

Jessica Soekidi, arsitek sekaligus seniman, tumbuh dengan nilai kemandirian yang diwariskan oleh perempuan hebat di sekitarnya. Ia terus menantang diri untuk mencapai standar terbaik dalam berkarya.

Unearth Art Intsallations (@jessicasoekidi)

Project PMH / Ernest Theofilus & Mario Wibowo
8. Wenie Martin Dahlia

Wenie Martin Dahlia, founder Hei Studio dan Pulpa Project, menggabungkan peran akademisi dan arsitek. Ia berfokus pada proyek-proyek berbasis komunitas yang bermakna bagi masyarakat.

Pu(blic) Pla(ces) project (@puplaproject)

Pu(blic) Pla(ces) project (@puplaproject)



