Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 19 October 2026
Trending
  • Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan
  • Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus
  • Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI
  • Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen
  • Apakah mobil hybrid perlu di cas? Ini jawaban dan fakta lengkapnya!
  • Prediksi skor LASK Linz vs Liverpool: The Reds siap pesta gol di Raiffeisen Arena!
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, 79 Masih Dirawat
Nasional

Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, 79 Masih Dirawat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 January 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penanganan Keracunan Makanan di Sekolah dan Pondok Pesantren

Sebanyak 658 orang terdampak dugaan keracunan makanan yang disebut sebagai Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dan satuan pendidikan di Kecamatan Gubug, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi sejak Jumat, 9 Januari 2026 hingga Sabtu, 10 Januari 2026. Korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMK, hingga santri pondok pesantren.

Lokasi terdampak tersebar di Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, dan Trisari. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah ditangani baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan. Hingga Minggu (11/1) pagi, sebanyak 79 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya adalah:

  • 11 pasien dirawat dari Pondok Pesantren Miftahul Huda
  • 39 orang di RS Ki Ageng Getas Pendowo Gubug
  • 11 orang di RS Soedjati
  • Sembilan orang di UPTD Puskesmas Penawangan 1
  • Tujuh orang di Puskesmas Kedungjati
  • Dua orang di Puskesmas Gubug 1

Jumlah ini bersifat dinamis, dengan beberapa pasien yang kondisinya membaik dan dipulangkan, namun juga ada potensi penambahan. Data akan diperbarui setiap 12 jam.

Penyebab Keracunan

Dinkes menduga keluhan kesehatan muncul setelah para korban mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Jumat (9/1) siang. Menu tersebut berupa nasi kuning dengan lauk telur, abon, dan tempe orek. Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah mual dan muntah, yang mulai dirasakan sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi.

Makanan MBG tersebut diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron. Sejak Sabtu pagi, tim Dinkes bersama puskesmas setempat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan, pengobatan, serta pemilahan pasien.

Penanganan Medis dan Pengambilan Sampel

“Kami melibatkan beberapa puskesmas terdekat agar penanganan lebih cepat. Pasien yang tidak memerlukan rawat inap ditangani di lokasi, sementara yang membutuhkan perawatan lanjutan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujar Djatmiko.

Selain penanganan medis, Dinkes Grobogan juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan pengambilan sampel makanan. Sampel tersebut dijadwalkan diperiksa di laboratorium kesehatan pada Senin (12/1) guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.

Persyaratan Standar Higiene dan Sanitasi

Djatmiko menegaskan seluruh penyedia layanan makanan, khususnya SPPG, wajib mematuhi Standar Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), termasuk ketepatan waktu distribusi makanan.

“Pemberian makanan tidak boleh molor. Jika terlalu lama, lebih dari empat jam, kualitas makanan dapat menurun dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan,” ujarnya.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Dinkes Grobogan akan memberikan edukasi kepada penyedia layanan makanan mengenai pentingnya mematuhi standar higiene dan sanitasi. Selain itu, akan dilakukan evaluasi terhadap proses distribusi makanan agar lebih efektif dan aman.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen

18 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?