Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 16 April 2026
Trending
  • Dampak Perang Belum Berakhir, Ekonomi Iran Masih Tertekan
  • Ramalan Shio Sabtu 11 April 2026: Cinta, Karier, dan Nomor Hoki
  • SIM Keliling Tangerang Selatan 11 April 2026, 2 Titik Layanan
  • BNN ungkap perdagangan cairan narkoba ilegal, bukan di toko resmi
  • Profil PT Denera, Holding Khusus Pengawal Proyek Waste to Energy Danantara
  • Profil Leon Chen, Pemimpin Regional BytePlus Indonesia dan Malaysia
  • Menteri Hukum Minta Standarisasi Royalti Musik Global
  • 6 model latar belakang TV terbaru, ruang keluarga jadi makin mewah!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Profil PT Denera, Holding Khusus Pengawal Proyek Waste to Energy Danantara
Ekonomi

Profil PT Denera, Holding Khusus Pengawal Proyek Waste to Energy Danantara

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pembentukan PT Denera sebagai Holding WtE

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara resmi membentuk suatu entitas baru bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara atau PT Denera. Perusahaan tersebut akan berfokus pada bidang bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik alias waste to energy (WtE). Proyek ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong ketahanan energi berbasis sumber terbarukan.

Fokus pada Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

WtE merupakan program nasional yang dirancang untuk mengolah sampah kota menjadi energi listrik. Proyek ini nantinya sebagai solusi kedaruratan sampah sekaligus upaya mendukung ketahanan energi nasional. Pemenang tender tahap pertama dijadwalkan bakal digelar awal Februari.

Direktur Investasi Danantara sekaligus Lead Proyek WTE Fadli Rahmah menjelaskan, nilai investasi proyek jumbo nasional tersebut ditaksir mencapai Rp 91 triliun. Keberadaan holding WtE menurut Fadli diperlukan untuk memastikan proyek Waste to Energy berjalan sesuai Peraturan Pemerintah.

Proyek Jumbo dengan Investasi Besar

Saat ini Danantara memproyeksikan investasi per proyek berkisar Rp 2,5 triliun sampai Rp 2,8 triliun untuk setiap lokasi. Proyek yang diklaim bakal mengatasi permasalahan timbunan sampah Indonesia ini ditargetkan dibangun di 33 lokasi, dengan per proyek mengelola 1.000 ton sampah per harinya.

Pembentukan Denera tidak terlepas dari ambisi Danantara dalam menggarap proyek WtE secara masif di berbagai daerah. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong ketahanan energi berbasis sumber terbarukan.

Profil PT Denera sebagai Holding WtE

PT Denera Holding Baru dari Danantara resmi berdiri pada 1 April 2026. Entitas ini dibangun sebagai perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi. PT Denera dibentuk langsung oleh PT Danantara Investment Management (DIM) dan akan berperan sebagai perusahaan induk (holding) untuk seluruh proyek WtE di Indonesia.

Melalui struktur tersebut, Denera akan mengonsolidasikan seluruh kegiatan investasi, pengembangan hingga operasional proyek WtE di berbagai wilayah. Setiap proyek nantinya dijalankan melalui Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang merupakan perusahaan patungan antara Denera dan konsorsium mitra terpilih.

Sebagai Lead of WtE, Fadli Rahman mengatakan, Denera selanjutnya akan menjadi anak dari DIM. “Denera inilah yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL dibawah Danantara Investment,” ujar Fadli dalam acara update proyek WtE di Wisma Danantara, Kamis (9/4).

Struktur Kepemilikan Saham dan Operasional

Denera selanjutnya akan memegang porsi saham di setiap proyek PSEL, dengan struktur kepemilikan ditetapkan sebesar 70% untuk mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP), dan sebesar 30% oleh Denera. Selain itu, Denera juga akan bertanggung jawab atas operasional proyek. Adapun, setiap pembangunan satu unit PSEL membutuhkan investasi Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun.

Fadli menjelaskan, Denera tidak hanya berperan sebagai pengelola proyek hilir, tetapi juga akan mendorong pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir. Adapun program WtE disebut sebagai katalis untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Pendekatan Terpadu dalam Pengelolaan Sampah

Fadli juga mengatakan bahwa proyek WtE menjadi pendorong utama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Ia menilai proyek WtE tidak hanya menghasilkan listrik, namun juga mencakup pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, mulai dari tempat pembuangan, pengolahan, hingga daur ulang.

Menurut Fadli, upaya tersebut mencakup peningkatan tingkat pengumpulan sampah (collection rate), penguatan sistem pengelolaan seperti DPS3R hingga edukasi masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola sampah.

Pengembangan Jenis Sampah Lain

Selain sampah rumah tangga, ke depan Denera juga akan mengembangkan pengelolaan untuk jenis sampah lain, termasuk limbah industri hingga limbah berbahaya.

Proyek WtE dan Tantangan di Yogyakarta

Danantara sudah mulai membangun proyek WtE. Proyek tahap pertama sedang berlangsung. Dari empat kota terpilih yang akan dibangun fasilitas WtE, tiga di antaranya sudah diumumkan pemenang tender yang akan mengelola fasilitas tersebut.

Danantara telah menetapkan pemenang tender untuk proyek WtE di Denpasar, Bogor dan Bekasi. Nilai investasi masing-masing proyek diperkirakan berkisar antara Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun. Angka tersebut bernilai jumbo karena kapasitas fasilitas yang tergolong besar.

Sementara itu, untuk kota Yogyakarta, pemenang tender masih belum diumumkan. Fadli mengatakan, proses penentuan mitra di Yogyakarta masih berlangsung karena adanya sejumlah hal yang perlu dinegosiasikan. “Di Yogyakarta kita masih dalam proses pemilihan mitra. Ada beberapa hal yang terkait negosiasi,” ujar Fadli dalam acara update proyek WtE di Wisma Danantara, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, pemilihan mitra untuk proyek di Yogyakarta sangat mempertimbangkan kecepatan pembangunan. Hal ini sejalan dengan urgensi penanganan persoalan sampah di daerah tersebut.

Proyek Tahap Kedua di 25 Kota

Selanjutnya, Danantara akan membuka tender proyek WtE tahap kedua untuk 25 kota di Indonesia. Proses tender tahap kedua ini ditargetkan mulai dibuka pada bulan ini, April 2026.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

10 Tantangan Layanan Pelanggan yang Umum

15 April 2026

Ekonomi Syariah Harus Tindak Lanjuti dengan Tindakan

15 April 2026

Langkah Diplomasi Pakistan untuk Perdamaian AS dan Iran

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dampak Perang Belum Berakhir, Ekonomi Iran Masih Tertekan

16 April 2026

Ramalan Shio Sabtu 11 April 2026: Cinta, Karier, dan Nomor Hoki

16 April 2026

SIM Keliling Tangerang Selatan 11 April 2026, 2 Titik Layanan

16 April 2026

BNN ungkap perdagangan cairan narkoba ilegal, bukan di toko resmi

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?