Sejarah Ormat Technologies
Ormat Technologies, Inc. dikenal sebagai perusahaan penyedia solusi energi terbarukan yang melayani pelanggan di berbagai belahan dunia. Perusahaan ini fokus pada pembangkitan listrik dari panas bumi, energi terpulihkan, serta penyimpanan energi. Dengan kehadirannya di lebih dari 30 negara, Ormat menawarkan desain, konstruksi, dan pasokan peralatan pembangkit untuk proyek panas bumi dan energi terpulihkan. Selain itu, perusahaan juga memegang peran sebagai operator, sehingga memiliki pemahaman langsung terhadap tantangan teknis dan operasional di lapangan.
Beberapa proyek yang telah dikerjakan oleh Ormat meliputi eksplorasi hingga pengoperasian pembangkit di berbagai negara seperti Kenya, Guadalupe, Guatemala, Honduras, dan Amerika Serikat (AS). Di Indonesia, Ormat kini menjadi sorotan setelah anak usahanya berhasil menang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Maluku Utara.
Awal Berdirinya Ormat
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1965 oleh Lucien Y. Bronicki bersama istrinya, Dita. Awalnya, Ormat lahir dari pengembangan paten dan riset Lucien di National Laboratory di bawah bimbingan Harry Z. Tabor. Proyek awalnya berfokus pada turbin surya kecil, namun sempat dihentikan karena keterbatasan anggaran.
Pada tahun 1966, Ormat memasang unit Organic Rankine Cycle (ORC) bertenaga surya berkapasitas 600 watt di Mali untuk menggerakkan pompa air listrik. Pada 1970-an, perusahaan mulai memasok unit pembangkit ke perusahaan telekomunikasi serta jaringan pipa minyak dan gas. Salah satu kliennya adalah Alyeska Pipeline di Alaska. Dari 120 unit yang dipasang pada 1975 untuk mendukung katup pengaman dan sistem SCADA, sebagian masih beroperasi hingga kini.
Setelah krisis minyak 1973, minat terhadap energi surya meningkat. Ormat kembali mengembangkan teknologi surya dan membangun Solar Pond Power Plant berkapasitas 5 MW yang selesai pada 1982. Pembangkit tersebut beroperasi selama enam tahun dan memanfaatkan kolam sebagai kolektor sekaligus penyimpan panas. Namun, dengan turunnya harga minyak, proyek Solar Pond tidak lagi ekonomis. Akibatnya, Ormat mengalihkan fokus ke desain dan manufaktur peralatan untuk pembangkit panas bumi dan energi terpulihkan.
Pengembangan Bisnis Ormat
Pada dekade 1980-an, Ormat mulai bertransformasi dari pemasok peralatan menjadi penyedia proyek pembangkit secara turnkey, termasuk pembiayaan. Pada 1984, proyek Wubaska 700 kW menjadi ORC komersial pertama yang beroperasi di Amerika Serikat. Disusul Ormesa I berkapasitas 30 MW yang mulai beroperasi pada 1986.
Selain panas bumi, Ormat masuk ke pasar energi terpulihkan dari limbah panas, seperti di stasiun kompresor gas alam, pabrik semen, dan terminal regasifikasi LNG. Memasuki 1990-an, perusahaan mengembangkan pembangkit panas bumi siklus gabungan pertama yang dipatenkan di Puna, Hawaii, pada 1992. Ormat juga mulai menjalankan proyek dengan skema BOT dan BOO di luar negeri, termasuk optimalisasi 50 MW di Leyte, Filipina, serta proyek Olkaria III di Kenya yang berkembang menjadi kompleks 150 MW.

Ekspansi ke Indonesia
Pada dekade 2000-an, Ormat memperluas bisnis melalui pembangunan proyek panas bumi baru dan akuisisi aset di Amerika Serikat. Hingga 2010, total kapasitas terpasang di AS disebut mencapai 1.300 MW. Tahun 2004 menjadi tonggak penting ketika Ormat melantai di Bursa Efek New York (NYSE). Perusahaan kemudian berkantor pusat di Reno, Nevada, dan menyatakan langkah ini membuka peluang ekspansi global yang lebih luas.
Pada 2006, Ormat memasuki pasar Turki dengan proyek DORA 1 berkapasitas 7,4 MW. Kapasitas yang dikembangkan di Turki kini mencapai 900 MW di lebih dari 40 pembangkit. Di Amerika Serikat, Ormat menyelesaikan proyek OREG yang memanfaatkan limbah panas dari kompresor turbin gas menjadi listrik dengan total kapasitas 53 MW. Pada 2013, Ormat terlibat dalam proyek Ngatamariki di Selandia Baru, yang disebut sebagai pembangkit panas bumi biner tunggal terbesar di dunia dengan kapasitas 100 MW.

Menang Lelang WKP Telaga Ranu
Pada Mei 2018, unit ketiga proyek panas bumi Sarulla di Sumatera Utara mulai beroperasi, sehingga total kapasitas kompleks tersebut mencapai 330 MW. Sarulla menjadi salah satu pembangkit panas bumi terbesar di dunia. Pada tahun yang sama, kapasitas kompleks Olkaria III di Kenya meningkat menjadi 150 MW setelah penambahan unit baru.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Ormat melalui PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut). Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tertanggal 8 Januari 2026. Perusahaan itu beralamat di Dea Tower II Lantai 8, Jalan Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120004772563.
Dalam rangka memenuhi kewajiban lelang, pemenang wajib memenuhi sejumlah persyaratan dalam waktu paling lama empat bulan sejak ditetapkan. Kewajiban tersebut meliputi pembayaran harga dasar data wilayah kerja sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta penempatan komitmen eksplorasi di bank berstatus BUMN. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi dalam jangka waktu yang ditentukan, maka pemenang lelang dinyatakan gugur dan peringkat berikutnya dapat ditetapkan sebagai pemenang.



