Ringkasan Berita
Nus Kei, yang dikenal sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara dengan nama lengkap Agrapinus Rumatora, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian tersebut terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Nus Kei tiba di bandara pada pukul 11.25 WIT setelah melakukan perjalanan dari Jakarta. Saat itu, ia langsung ditikam oleh OTK menggunakan sebilah pisau dan pelaku melarikan diri setelah kejadian.
Saat kejadian, Nus Kei sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tusukan yang dialaminya. Polres Maluku Tenggara segera melakukan penyelidikan dan dalam waktu dua jam setelah kejadian, dua tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) berhasil ditangkap dan menjalani pemeriksaan intensif. Motif penikaman masih dalam pendalaman oleh penyidik.
Pimpinan Polda Maluku telah menginstruksikan agar penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas. Mereka juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan para simpatisan, untuk tetap menahan diri serta mempercayakan proses hukum kepada Polri agar tidak terjadi aksi balasan yang justru memperkeruh keadaan. Saat ini situasi di Maluku Tenggara dinilai aman dan kondusif.
Profil Desly Claudya Rumatora
Desly Claudya Rumatora, putri Nus Kei, juga mengikuti jejak ayahnya sebagai politisi Partai Golkar. Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara. Lahir di Ambon dan beragama Kristen Katholik, Desly pernah menempuh pendidikan di SMK BPS dan K II Bekasi, kemudian melanjutkan studi di Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragaman).
Sebelum terjun ke dunia politik, Desly pernah bekerja di beberapa perusahaan seperti PT Asuransi Reliance Indonesia (2016–2019), Apricus Tech Philippines (2022–2023), PT Kencana (2019–2021), dan PT Sun Life Financial Indonesia (2016). Selain itu, ia juga pernah bergabung dalam organisasi PP AMPG dan AMPI Jakarta.
Dalam akun Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei dan Desly terlihat memiliki kedekatan sebagai sosok ayah dan anak. Nus Kei pernah mengucapkan selamat ulang tahun kepada putrinya di akun media sosialnya.
Profil Agrapinus Rumatora (Nus Kei)
Nus Kei, atau dikenal sebagai Agrapinus Rumatora, didapuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Gelar akademik yang dimilikinya adalah Drs., singkatan dari Doktorandus, gelar akademik lama di Indonesia yang diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1) terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.
Ia pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024–2029. Nus Kei juga memiliki hubungan kekeluargaan dengan John Kei, tokoh preman di Jakarta asal Maluku Tenggara. Hubungan mereka adalah paman dan keponakan.
Rekam Jejak: Pernah Berseteru dengan John Kei
Nus Kei pernah berseteru dengan kelompok John Kei. Salah satu insiden terjadi pada tahun 2020 ketika rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei. Aksi tersebut menyebabkan satu orang tewas, yaitu Yustus Corwing Rahakbau, dan 1 korban lainnya mengalami luka serius. Polisi kemudian menangkap 30 orang pelaku penyerangan, termasuk John Kei.
Nama Nus Kei dalam Kasus Blowfish
Nama Nus Kei juga muncul dalam kasus Blowfish pada tahun 2010. Dalam kasus tersebut, dua anggota kelompok John Kei, yaitu M.Soleh dan Yoppie, tewas. Nus Kei dipukuli oleh beberapa orang di tempat hiburan bernama Blowfish setelah bertemu dengan kepala security bernama Roy. Keributan tersebut berkembang menjadi pembunuhan terhadap dua anggota kelompok John Kei.

Kronologi Kejadian
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas ditikam saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Minggu (19/4/2026). Peristiwa berawal ketika Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun sekira pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku. Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh OTK.

Derita 4 Luka Tusuk
Setelah kejadian, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan mendapat pertolongan dari petugas. Ia lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital. Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

2 Pelaku Ditangkap
Pasca kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku penikaman terhadap Nus Kei. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan pelaku ditangkap tak lama setelah peristiwa tersebut terjadi. Adapun total pelaku berjumlah dua orang berinisial HR (28) dan FU (36). Namun, terkait motif, Rositah mengatakan bahwa hal tersebut masih didalami oleh penyidik.



