Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 14 September 2026
Trending
  • Lars Veldwijk pakai nomor punggung 7 di PSM Makassar, pernah tandem Marc Klok di FC Utrecht
  • Lirik lagu Bunga Bunga di Barcelona – Christie dan makna lengkapnya
  • Harga tembaga menguat, cermati rekomendasi saham dan prospek emiten tembaga
  • 432 atlet Indonesia siap tampil di Asian Games 2026, persiapan masuk tahap akhir
  • Cek kesehatan untuk pasien gula darah tinggi: Hasil tes bantu cegah komplikasi
  • Sagi Bergegure dan Politik Kecil Membangun Manusia dari Kampung
  • 8 rekomendasi gua Maria dan taman doa di Kulon Progo untuk ziarah dan berdoa
  • Berita Arema FC hari ini populer: Amunisi lawan PSM, Dewangga dan Gustavo masih nyeri
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Internasional»Presiden Israel menyangkal bahwa dia adalah perubahan rezim di Iran menjadi hakim
Internasional

Presiden Israel menyangkal bahwa dia adalah perubahan rezim di Iran menjadi hakim

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

BERLIN, JERMAN – 12 Mei: Presiden Israel Isaac Herzog berbicara pada konferensi pers dengan Presiden Jerman Frank -Walter Steinmeier (tidak di foto) pada 12 Mei 2025 di Berlin, Jerman.

Carsten Koall | Getty Images News | Gambar getty

Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan pada hari Rabu bahwa negaranya tidak mengejar perubahan rezim di Iran, dan bahwa serangan terhadap Teheran ditujukan untuk menghilangkan kemampuan intinya.

Herzog mengatakan kepada CNBC Dan Murphy bahwa perubahan rezim “bukan tujuan resmi kami, dan tujuannya adalah” untuk menghapus program nuklir Iran. “

Herzog, yang menuduh Teheran “penipuan” dan “bergegas ke bom”, menambahkan bahwa “perubahan dalam (rezim) juga dapat membawa perdamaian ke wilayah itu.”

Badan Energi Atom Internasional dalam sebuah pernyataan pada 9 Juni, Iran mendesak “sepenuhnya bekerja sama” dengan agensi tersebut, jika tidak mereka “tidak akan dapat memberikan jaminan bahwa program inti Iran secara eksklusif secara damai.”

Pada 13 Juni, Israel meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap Iran dengan tujuan lokasi yang terkait dengan program nuklir negara itu. Kedua belah pihak telah berdagang sejak saat itu.

“Seseorang kadang -kadang harus sulit untuk menghilangkan ancaman yang mengancam. Itulah yang kami lakukan,” kata Herzog kepada CNBC, menambahkan bahwa serangan terhadap Iran memiliki pengaruh yang tulus pada program nuklirnya.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan pada hari Rabu bahwa Iran ‘sangat dekat’ memiliki bom nuklir, yang bertentangan dengan kesaksian direktur intelijen nasionalnya Tulsi Gabbard yang memberikan kepada Kongres AS pada bulan Maret.

“IC (Komunitas Intelijen) masih menilai bahwa Iran tidak membangun senjata nuklir dan bahwa pemimpin tertinggi Khamanei tidak mengesahkan program senjata nuklir yang ia diskors pada tahun 2003,” kata Gabbard.

Awal pekan ini, kelompok tujuh negara menyatakan dukungan untuk Israel, sambil mengutuk Iran sebagai “sumber paling penting dari stabilitas dan teror regional”, dan dia sekali lagi mengatakan bahwa “Iran tidak akan pernah bisa memiliki senjata nuklir.”

Ini berbeda dengan sikap China. Setelah serangan Israel, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan bahwa Beijing “secara eksplisit mengutuk pelanggaran Israel terhadap kedaulatan Iran,”, mengatakan bahwa mereka mendukung Iran pada kenyataan bahwa ia melindungi kedaulatan nasional dan membela hak -hak hukum dan kepentingannya. “

Ketika ditanya apakah jalan masuk diplomatik tersedia untuk mengungkap situasi, Herzog mengatakan: “Sebenarnya ada banyak Hindsaway. Pembicaraan nasional dan dialog dengan para pemimpin dunia sebenarnya sangat intensif.”

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 Mei 2026

Mojtaba Khamenei Minta Militer Siap, Iran Waspadai Serangan?

17 Mei 2026

Trump Menolak Permintaan Ganti Rugi Iran Rp 4.000 Triliun, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Lars Veldwijk pakai nomor punggung 7 di PSM Makassar, pernah tandem Marc Klok di FC Utrecht

14 September 2026

Lirik lagu Bunga Bunga di Barcelona – Christie dan makna lengkapnya

14 September 2026

Harga tembaga menguat, cermati rekomendasi saham dan prospek emiten tembaga

14 September 2026

432 atlet Indonesia siap tampil di Asian Games 2026, persiapan masuk tahap akhir

14 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?