Derbi Milan: Kemenangan atau Bencana untuk AC Milan
Liga Italia Serie A akan menampilkan Derby della Madoninna antara AC Milan dan Inter Milan di San Siro, Senin (9/3/2026) pukul 02.45 WIB. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi kedua klub yang saling bersaing dalam persaingan gelar Scudetto. Saat ini, AC Milan tertinggal 10 poin dari Inter Milan di klasemen, sehingga mereka harus meraih kemenangan penuh agar peluang mempertahankan gelar masih terbuka.
Pervis Estupinan disebut berada di posisi terdepan untuk menjadi starter dalam pertandingan besar AC Milan vs Inter Milan. Ini bisa menjadi kesempatan besar baginya untuk menunjukkan kemampuannya setelah sebelumnya mengalami cedera otot di laga melawan Cremona. Meski ada keraguan apakah ia akan diturunkan sejak menit pertama, permainannya di sisi kiri lapangan bisa menjadi penentu hasil pertandingan.
AC Milan berada di bawah tekanan untuk meraih kemenangan pada hari Senin dini hari nanti. Kekalahan akan menjadi bencana karena Inter Milan praktis akan dapat merayakan Scudetto saat itu juga, meskipun masih ada 10 pertandingan tersisa setelah pertandingan derbi Milan. Oleh karena itu, menentukan taktik yang tepat akan sangat penting bagi Massimiliano Allegri, belum lagi pemilihan pemain.
Christian Pulisic diprediksi akan mendapatkan kesempatan untuk mengakhiri paceklik golnya. Di lini depan, Rafael Leao akan berduet dengan Pulisic yang telah disebutkan sebelumnya untuk diharapkan dapat menimbulkan banyak masalah bagi Inter Milan.
Prediksi Susunan Pemain
AC Milan (3-5-2):
Maignan; Tomori, De Winter, Pavlovic; Saelemaekers, Fofana, Modric, Rabiot, Estupinan; Pulisic, Leo.
Inter Milan (3-5-2):
Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Luis Henrique, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Thuram, Esposito.
Pemain AC Milan yang Jadi Sorotan
Derby della Madonnina mengharuskan kedua klub Milan berjuang mati-matian untuk menjadi pemenang. Menjelang derbi ini, AC Milan harus meraih kemenangan lagi di Liga Italia atas Inter Milan untuk kembali membuka peluang perebutan gelar. Selisih poin saat ini adalah 10 poin, jadi hanya kemenangan yang akan cukup bagi anak asuh Allegri, sementara hasil imbang atau lebih baik bagi tim Chivu pasti akan mengamankan trofi.
Rafael Leao menyebut pertandingan ini sebagai “hidup atau mati” dan meminta rekan-rekan setimnya untuk memberikan yang terbaik. Ia juga menyampaikan bahwa pertandingan ini akan memiliki suasana istimewa dan berbeda di kota ini.
1. Pervis Estupinan
Hingga Kamis malam, Sky melaporkan bahwa Estupinan lebih diunggulkan untuk menjadi starter di sisi kiri dibandingkan Davide Bartesaghi. Pemain asal Italia itu kembali berlatih penuh pada hari Jumat, tetapi ada keraguan apakah ia akan diturunkan sejak menit pertama, setelah mengalami cedera otot di Cremona. Ini bisa jadi kesempatan terakhir bagi Estupinan, jika ia memang diturunkan sebagai starter.
2. Youssouf Fofana
Dalam beberapa hari terakhir, pembicaraan tentang masa depan Fofana di klub setelah musim ini kembali mencuat, meskipun ia adalah gelandang ketiga yang paling sering digunakan Allegri setelah Luka Modric dan Adrien Rabiot. Galatasaray masih diyakini tertarik dan telah melakukan pendekatan di bursa transfer musim dingin, tetapi Calciomercato.com menyatakan bahwa pemain Prancis itu tidak ingin pergi.
3. Fikayo Tomori
Tidak ada lawan yang lebih sering dihadapi pemain Inggris ini sepanjang kariernya selain Inter Milan. Ia telah bermain dalam 14 pertandingan derbi, memenangkan lima dan kalah enam. Itu juga berarti tidak ada seorang pun di skuad yang memiliki pengalaman lebih banyak dalam pertandingan ini selain pemain Inggris tersebut.
4. Christian Pulisic
Pulisic adalah orang yang menentukan hasil derbi sebelumnya musim ini, memanfaatkan bola rebound untuk mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Dia mencetak delapan gol di paruh pertama musim Serie A meskipun berjuang melawan masalah cedera, dan tampak berada dalam performa terbaiknya.
Pemain Khusus Lain
Pujian khusus diberikan kepada Alexis Saelemaekers dan Koni De Winter, duo Belgia yang diprediksi akan menjadi starter di posisi RWB dan CB. Bagi Saelemaekers, ini tentang mendapatkan kembali performa terbaiknya dalam pertandingan di mana emosi yang berlebihan seringkali menjadi kelemahan; bagi De Winter, tujuannya adalah untuk terus bermain di level tinggi.



