Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Potensi Cuaca Ekstrem: Proses Pembentukan Awan Hujan Menurut BMKG
    Ekonomi

    Potensi Cuaca Ekstrem: Proses Pembentukan Awan Hujan Menurut BMKG

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 January 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    BMKG mengingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam tiga hari ke depan. Dari tanggal 21 hingga 23 Januari 2026, berbagai wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan yang bervariasi, mulai dari sedang hingga sangat lebat. Selain hujan, angin kencang juga bisa terjadi, yang meningkatkan risiko dampak cuaca ekstrem.

    BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal yang masih aktif. Kombinasi dari berbagai faktor seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO), Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang ekuator memengaruhi pola cuaca di Indonesia. Situasi ini memperkuat kemungkinan terjadinya hujan intensif di sejumlah wilayah.

    Wilayah yang Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem

    Berikut adalah daftar wilayah yang diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan:

    1. Bali
    2. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat & angin kencang
    3. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat & angin kencang
    4. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat

    5. Banten

    6. 21 Januari 2026: Angin kencang
    7. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    8. 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang

    9. Bengkulu

    10. 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    11. 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    12. 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat

    13. DKI Jakarta

    14. 21 Januari 2026: –
    15. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
    16. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

    17. DI Yogyakarta

    18. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
    19. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
    20. 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat

    21. Gorontalo

    22. 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    23. 22 Januari 2026: –
    24. 23 Januari 2026: –

    25. Jawa Barat

    26. 21 Januari 2026: Angin kencang
    27. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    28. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

    29. Jawa Tengah

    30. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    31. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    32. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

    33. Jawa Timur

    34. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    35. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    36. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

    37. Kalimantan Barat

      • 21 Januari 2026: Angin kencang
      • 22 Januari 2026: Angin kencang
      • 23 Januari 2026: Angin kencang
    38. Kalimantan Selatan

      • 21 Januari 2026: Angin kencang
      • 22 Januari 2026: –
      • 23 Januari 2026: –
    39. Kepulauan Bangka Belitung

      • 21 Januari 2026: Angin kencang
      • 22 Januari 2026: Angin kencang
      • 23 Januari 2026: Angin kencang
    40. Kepulauan Riau

      • 21 Januari 2026: Angin kencang
      • 22 Januari 2026: Angin kencang
      • 23 Januari 2026: Angin kencang
    41. Lampung

      • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
      • 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    42. Maluku

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    43. Maluku Utara

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    44. Nusa Tenggara Barat

      • 21 Januari 2026: Angin kencang
      • 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
      • 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    45. Nusa Tenggara Timur

      • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
      • 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
      • 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    46. Papua

      • 21 Januari 2026: Angin kencang
      • 22 Januari 2026: Angin kencang
      • 23 Januari 2026: –
    47. Papua Barat

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 22 Januari 2026: –
      • 23 Januari 2026: –
    48. Papua Pegunungan

      • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    49. Papua Selatan

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    50. Papua Tengah

      • 21 Januari 2026: –
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    51. Sulawesi Selatan

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    52. Sulawesi Tengah

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 23 Januari 2026: Angin kencang
    53. Sulawesi Tenggara

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 22 Januari 2026: –
      • 23 Januari 2026: –
    54. Sulawesi Utara

      • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
      • 23 Januari 2026: Angin kencang
    55. Sumatera Selatan

      • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
      • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat

    Penjelasan BMKG tentang Pembentukan Awan Hujan

    BMKG menjelaskan bahwa fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada fase negatif atau La Niña lemah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif. Situasi ini memungkinkan pasokan uap udara yang cukup untuk pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.

    Selain itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Flores, Laut Timor, serta Samudra Hindia di selatan NTT. Kondisi ini dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

    BMKG juga mencatat adanya gelombang ekuator yang aktif dan berpotensi memperkuat proses konveksi di beberapa wilayah. Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terdeteksi aktif di Samudra Hindia barat Sumatera, sepanjang pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, serta perairan selatan NTB hingga selatan NTT. Fenomena ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya aktivitas konvektif dan potensi hujan di daerah-daerah tersebut.

    Dengan demikian, potensi cuaca ekstrem menurut BMKG menunjukkan bahwa dalam beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Indonesia berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai angin kencang. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif dan berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?