Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 26 Maret 2026
Trending
  • HPL vs PVC: Pilih Latar TV Minimalis Mewah untuk Anda!
  • Iran Serang Pangkalan Militer AS, Kerusakan Capai Rp13,5 Triliun
  • IEA: Perang Iran Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970-an
  • Misteri Hilangnya Gus Yaqut Terungkap, Jubir KPK Bocorkan Alasannya
  • Eks Menteri Agama Gus Yaqut Bebas dari Rutan, Ini Alasan KPK
  • 7 drakor romantis untuk liburan Lebaran 2026, seru dan menghibur!
  • Isu Transfer Liga Italia: Milan Incar Kone Jika Goretzka Tak Didapat
  • Kecelakaan Mengerikan, Pelajar Pamekasan Luka Parah Akibat Ledakan Mercon
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Populer Kalteng: Proyek Tahunan Ruang Terbuka Hijau Eks Disnakertrans, Kuliner Mandai Khas
Nasional

Populer Kalteng: Proyek Tahunan Ruang Terbuka Hijau Eks Disnakertrans, Kuliner Mandai Khas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kuliner Khas Kalimantan Tengah Mandai yang Menggunakan Bahan Dasar Kulit Cempedak

Mandai, sebuah kuliner khas Kalimantan Tengah, saat ini kembali diminati oleh masyarakat di Kota Palangka Raya. Makanan tradisional ini terbuat dari bahan utama berupa kulit cempedak, yang memiliki rasa unik dan tekstur yang khas. Selain itu, buah cempedak sendiri memiliki sifat musiman, sehingga membuat kulitnya menjadi bahan yang langka dan bernilai tinggi.

Pantauan di beberapa tempat di Palangka Raya menunjukkan bahwa kulit cempedak mulai banyak ditemukan di pasar maupun di pinggir jalan. Beberapa pedagang menjual buah cempedak utuh serta kulitnya yang sudah dibersihkan. Salah satu penjual, Nonik, mengatakan bahwa pembeli biasanya mencari kulit cempedak untuk diolah menjadi mandai.

“Sekarang sudah musim panen cempedak lagi. Kami jual yang utuh, tapi ada juga yang dipisah. Soalnya ada pembeli yang memang cuma mau beli kulit cempedaknya saja untuk dibuat mandai,” ujar Nonik.

Harga kulit cempedak terbilang cukup tinggi karena proses pengolahan dan fermentasi yang diperlukan sebelum bisa dijual. Hal ini membuat mandai menjadi salah satu makanan yang disukai masyarakat setempat, terutama saat musim panen tiba.

Arus Balik Nataru di Palangka Raya Kalteng Terkendali

Arus lalu lintas di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), selama masa arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) terpantau ramai namun tetap lancar. Meski sempat terjadi kemacetan di awal tahun, kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan kepadatan signifikan di jalanan utama.

Berdasarkan pantauan di Jalan Tjilik Riwut Km 10, Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 11.20 WIB, arus lalu lintas terlihat ramai dengan berbagai jenis kendaraan seperti sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk. Namun, meskipun terjadi peralihan dari jalan dua jalur menjadi jalur tunggal, kondisi lalu lintas tetap terpantau lancar.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, menyampaikan bahwa secara umum kondisi lalu lintas selama arus balik kini kembali terpantau relatif kondusif. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang berkepanjangan.

Proyek Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Eks Kantor Disnakertrans Kalteng

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Kantor Disnakertrans Kalteng, Bundaran Besar Palangka Raya, merupakan proyek multiyears yang terus berlanjut. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat rekreasi dan beraktivitas.

Plt Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalimantan Tengah Junaidi menjelaskan bahwa progres pembangunan RTH eks Disnakertrans untuk kontrak berjalan pada 2025 telah mencapai 100 persen. Meski demikian, secara keseluruhan progres pembangunan masih sekitar 60 persen.

Ia menyebutkan bahwa untuk tahun 2026, anggaran penyelesaian pembangunan telah direncanakan. Namun, terdapat kemungkinan dilakukan penyesuaian desain agar kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal. Sisa pekerjaan akan tetap dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kecelakaan Mengerikan, Pelajar Pamekasan Luka Parah Akibat Ledakan Mercon

26 Maret 2026

IEA: Perang Iran Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970-an

26 Maret 2026

Misteri Hilangnya Gus Yaqut Terungkap, Jubir KPK Bocorkan Alasannya

26 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

HPL vs PVC: Pilih Latar TV Minimalis Mewah untuk Anda!

26 Maret 2026

Iran Serang Pangkalan Militer AS, Kerusakan Capai Rp13,5 Triliun

26 Maret 2026

IEA: Perang Iran Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970-an

26 Maret 2026

Misteri Hilangnya Gus Yaqut Terungkap, Jubir KPK Bocorkan Alasannya

26 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?